
Perawat yang sedang berjaga malam terus mengamati wajah Rio dari kejauhan , apakah yang ia lihat itu benar Rio penyanyi idolanya atau hanya sekedar mirip saja
Beberapa kali ia mencoba mendekati Rio dan hendak bertanya hanya saja ia terus mengurungkan niatnya
Nela , ya nama perawat itu adalah Nela , Nela yang merupakan salah satu penggemar Rio sejak Rio masih mengikuti kontes pencarian bakat di salah satu stasiun televisi
Nela memberanikan diri untuk mendekat ke arah Rio saat Rio mulai tertidur di kursi tunggu
Kini Nela sudah sangat dekat dengan Rio dan hendak memotret Rio dengan hpnya , tiba-tiba Nela dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki dan perempuan
" Lagi ngapain Sus ? " Tanya Lila mendekati Nela
Nela salah tingkah dan segera memasukkan hpnya ke dalam saku bajunya
" Gak ngapa-ngapain mbak, maaf tadi cuma mau motret mas ini saja , soalnya mirip banget sama idola saya " Jawab Nela jujur
Lila mengulas senyum pada Nela ,
" Jadi maksud Suster dia mirip Rio penyanyi terkenal itu ? "
" Iya mbak " Nela tersenyum menahan malu
Akhirnya Nela mencari alasan untuk pergi dari hadapan Lila dan yuda
Sementara Rio yang baru saja tertidur langsung bangun saat mendengar namanya disebut-sebut
" Lila , Yuda , Kalian kesini ? " Tanya Rio saat ia membuka matanya
" Iya Mas , kami kesini karena tadi Aulia ngirim pesan ke saya kalau dia minta saya buat jagain dia " Jawab Lila
Lila merasa tak enak hati , karena ia tak tau kalau Rio masih dirumah sakit dan dengan setia menjaga Aulia
" Jadi Aulia yang minta kamu datang kesini ! Ya udah kalian masuk sana , biar aku jaga Aulia dari sini saja "
Tentu Rio merasa sangat sedih karena merasa tak dianggap oleh Aulia , Rio sangat berharap bisa masuk dan menjaga Aulia tapi ia tak ingin membuat Aulia marah apalagi sampai menangis lagi kalau ia sampai berani masuk tanpa ijin dari Aulia
" Kenapa mas gak masuk juga ? " Tanya Yuda
Rio hanya diam tak menjawab , ia menghempaskan tubuhnya kasar dan menutupi wajahnya dengan jaket hitamnya yang ia pakai untuk bantal tadi
" Udah kalian masuk saja , kasian Aulia kalau sampai butuh sesuatu " Ucap Rio dibalik jaketnya
Lila dan Yuda merasa ada yang aneh dengan sikap Rio , karena memang mereka tau betul kalau Rio tak mungkin tega membiarkan Aulia hanya seorang diri di ruangannya
Tanpa banyak kata lagi , mereka segera pamit untuk masuk ke ruangan Aulia
" Assalamualaikum " Lila dan Yuda mengucap salam serentak saat membuka pintu ruangan Aulia
" Waalaikumsalam , Lila " Aulia menangis histeris saat melihat Lila datang karena memang sejak tadi ia menunggu kedatangan Lila
__ADS_1
Lila segera berlari ke ranjang Aulia dan memeluknya , Lila tau betul apa yang dirasakan Aulia saat ini
" Kamu yang sabar ya ! Kamu harus kuat " Ucap Lila sembari mengelus lembut punggung Aulia
Aulia hanya menangis dan terus menangis
" Ayah meninggal Lil , ayah udah ninggalin aku untuk selama-lamanya , itu semua karena aku Lil , andai aku bisa jadi istri yang baik buat mas Lutfi pasti mas Lutfi gak akan selingkuh Lil " Ucap Aulia dengan Isak tangsinya
Lila yang mendengar kata selingkuh langsung melepas pelukannya
" Apa ? Selingkuh ? Lutfi selingkuh ? " Lila tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
Aulia hanya menganggukkan kepalanya dengan deraian air matanya yang mengalir di pipinya
Lila kembali memeluk Aulia , ia merasa sangat kasihan pada Aulia , ia tak menyangka kalau Lutfi setega itu pada Aulia
Yuda yang sedari tadi hanya mematung memandangi Lila dan Aulia , kini ia merasakan sesak didadanya , ia sangat ingat betul bagaimana kondisi Papanya dulu saat mengetahui mamanya selingkuh
Sedangkan Aulia justru harus mengalami kesakitan dua kali lipat , ia sudah sangat kesakitan mengetahui suaminya selingkuh ditambah lagi dengan kepergian ayahnya untuk selama-lamanya
Lila terus mencoba menenangkan Aulia , ia tau betul seberapa sakit hati Aulia saat ini
" Lia , kamu yang tenang , kamu harus kuat , kamu harus sehat , karena Ibu Sarah saat ini sangat membutuhkan kehadiranmu disisinya "
" Ibuk , gimana kabar ibuk Lil ? " Tanya Aulia dan melepas pelukannya
" Hari ini Ibu Sarah pingsan berulang kali , jadi kami memutuskan memanggil dokter untuk memeriksa beliau dan memberikan obat penenang setelah acara tahlil tadi Lia "
" Maka dari itu , aku mohon sama kamu , kamu harus semangat untuk sehat , aku tau kamu adalah wanita kuat . Kamu sendiri tau kan bagaimana sifat Ibu Sarah ? Beliau tak sekuat kamu Lia ! "
Aulia mulai mencerna perkataan Lila , ia sangat tau betul kalau rasa cinta dan bergantung ibunya pada ayahnya sangatlah besar
Ibu Sarah adalah wanita yang sangat lemah , ia tak pernah bisa jauh dari suaminya , dan mereka juga tak pernah berpisah sekalipun walau hanya sekedar hitungan hari
Aulia menghapus air matanya , ia melakukan rileksasi pada tubuhnya dengan cara mengambil nafas perlahan dan membuangnya perlahan juga
Aulia melakukan itu berulang-ulang kali , berharap ia bisa lebih tenang dan bisa berfikir jernih
Saat dirasa hatinya mulai tenang , ia meminta tolong pada Yuda untuk membelikannya makanan apapun yang penting saat ini ia harus makan banyak untuk membuat tubuhnya kembali kuat
Lila sangat bahagia melihat semangat Aulia yang mulai berkobar
Yuda pun segera pamit untuk membelikan Aulia makanan
Rio memanggil Yuda saat melihat Yuda keluar dari ruangan Aulia yang berjalan dengan tergesa-gesa ,
" Ada apa ? kenapa kamu buru-buru kayak gitu? " Tanya Rio panik
" Saya mau beli makanan yang banyak buat Aulia , Mas "
__ADS_1
" Makan ? Aulia minta makan ? Aulia kelaparan ? "
" Ceritanya panjang mas , nanti saja kalau habis beli makan baru saya ceritakan semuanya , yang penting sekarang saya mau belikan makanan dulu buat Aulia "
Rio memilih ikut pergi dengan Yuda , karena memang Rio yang lebih tau makanan apa saja yang Aulia sukai
Tak butuh waktu lama , kini Yuda sudah kembali dengan membawa beberapa kantong kresek ,
Yuda segera masuk keruangan Aulia sedangkan Rio memilih untuk duduk lagi dimana ia menunggu Aulia sejak tadi
Rio masih takut untuk menemui Aulia kalau bukan Aulia yang memintanya
Yuda menyerahkan beberapa kantong kresek yang berisi aneka macam makanan , sate ayam , ayam geprek , nasi goreng , ayam bakar , ikan bakar , singkong keju , tahu Sumedang , jagung bakar , dan beberapa cemilan roti serta minuman
" Mas Yuda dapat uang darimana beli makanan sebanyak ini ? " Tanya Lila heran
Lila bukan bermaksud menghina Yuda yang mungkin hanya membawa beberapa uang saja , hanya saja ia tau betul Yuda itu seperti apa , ia tak mungkin menghambur-hamburkan uang seperti ini
" Itu semua mas Rio yang belikan "
Aulia yang mendengar nama Rio langsung menatap tajam pada Yuda
Lila yang melihat tatapan tajam Aulia segera mencari cara agar Yuda terlepas dari cengkraman Aulia
" Wah , Mas Rio emang Bodyguard terbaik kamu Lia "
Mata Aulia berganti menatap tajam pada Lila
" Maksud kamu apa ngomong kayak gitu ? "
" Ya kan emang Mas Rio udah jadi bodyguard mu hari ini , dia dari tadi jagain kamu dari luar lho "
" Biarin saja dia diluar , lagian siapa juga yang minta di jagain ? " Aulia membuka sate ayam dan mulai melahapnya
" Gak boleh gitu Lia . Asal kamu tau ya! tadi pas aku sama mas Yuda nyampek sini , kita lihat mas Rio tidur di kursi ruang tunggu lho ! sendirian lagi ! keliatan kalau dia capek banget "
Aulia menghentikan suapannya ,
" Mas Rio sendirian ? Kamu gak liat ada mas Lutfi disana ? "
" Kita tadi cuma liat mas Rio aja , gak ada orang lain disana , iya kan mas Yuda ? "
Yuda mengangguk menanggapi pertanyaan Lila
" Kamu dimana Mas ? Apa aku sudah benar-benar tak berarti buat kamu ? Apa kamu memang sudah tak mencintaiku lagi ? sampai-sampai kamu gak mau nungguin aku meskipun dari luar " Monolog Aulia dalam hati
...****************...
**
__ADS_1
**