
Aulia dan mama Hani duduk di ruang tengah sambil nonton tv untuk menunggu kedatangan Lutfi
Tiba-tiba Aulia mendengar suara mobil berhenti di depan gerbang rumahnya, Aulia segera berlari keluar untuk menyambut kedatangan suaminya
Namun ternyata perkiraannya salah , yang datang bukanlah Lutfi melainkan orang tuanya sendiri
Aulia dibuat makin tak percaya dengan apa yang ia lihat , mimpi apa semalam sampai - sampai ia bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat ia rindu dan ia sayangi selama ini
" Ayah , Ibuk , " ucap Aulia sembari mencium punggung tangan orang tuanya
" Iya nak , kami sangat rindu sama kamu, kamu udah lama gak pulang " ucap ibu Sarah memeluk Aulia
"Iya maaf buk, mas Lutfi akhir -akhir ini semangat sibuk jadi Aulia gak bisa pulang dulu "
Sebelum Aulia mengajak ayah dan ibunyA untuk masuk ke dalam rumah , tiba-tiba ia sangat terkejut saat melihat Papa Dedik dan Mama Cindy yang baru saja turun dari mobil
Sungguh ia tak menyangka, kedua orang yang sudah ia anggap seperti orangtuanya juga datang menjenguk nya
Aulia melepas pelukannya dengan ibunya , ia segera berlari ke arah mama Cindy
Aulia mencium punggung tangan Papa Dedik dan Mama Cindy , mama Cindy juga langsung memeluk Aulia
" Udah lama banget kita gak ketemu nak, ibuk kangen banget sama kamu "
" Aulia juga kangen banget sama ibuk , ibuk kok bisa ikut ayah dan ibu kesini? "
" Iya soalnya ibuk mau ke kosan Wulan , jum'at kemarin Wulan gak pulang katanya sedang sibuk ngurusin keperluan manggung Rio di tempat kuliahnya " tutur mama Cindy
Aulia merasa sangat senang saat mama Cindy mengatakan bahwa Rio akan tampil di Malang namun Aulia tak mungkin bisa datang untuk melihat Rio performance
Karena Aulia ingin menjaga keharmonisan rumah tangganya bersama sang suami ,
Aulia juga sudah bersumpah untuk tidak akan bertemu dengan Rio lagi
" Mari silahkan masuk Buk , Pak ! " ajak Aulia pada Mama Cindy dan Papa Dedik
Orang tua Rio pun masuk bersama orang tua Aulia , mama Hani yang melihat besannya tiba-tiba datang sangat terkejut karena memang ia tak mengetahui bahwa besannya akan datang kerumah nya
Mama Hani juga lebih terkejut lagi karena orang tua Rio yang juga ikut datang kerumahnya
__ADS_1
Mama Hani menyambut hangat kedatangan mereka semua , meskipun dalam hatinya ia sedikit takut mengenai kedatangan orang tua Rio kerumahnya
" Maaf Bu Hani , kami datang gak bilang-bilang karena memang kami kesininya mendadak dan Aulia juga tidak tau kalau kami akan datang kesini " ucap ibu Sarah
" Iya gak papa Buk, ini kan juga rumah anak ibu, jadi ibu dan bapak bisa datang kesini kapan saja " mama Hani mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang karena adanya orang tua Rio
Aulia juga tau bagaimana perasaan mama mertuanya , bahkan ia juga merasakan hal sama , karena memang Lutfi yang sebentar lagi juga akan sampai dirumah
Aulia dan mama Hani bukannya takut mengenai kedatangan orang tua Aulia , tapi yang mereka takutkan adalah kedatangan dari orang tua Rio
Lutfi sudah melarang keras Aulia untuk berhubungan dengan semua keluarga Rio , karena ia tak mau Aulia akan terus berhubungan dengan Rio
Aulia pamit ke dalam sebentar untuk meminta Bik Lis membuatkan minuman dan mengupaskan buah melon Serta menyajikan beberapa kue diruang tamu
Aulia kembali duduk diruang tamu untuk ngobrol dengan orang tua nya dan juga orang tua Rio
Tak lama kemudian Bik Lis sudah menyajikan minum dan beberapa kue serta buah melon di meja
Namun sebelum mereka minum dan menikmati beberapa cemilan yang dihidangkan tiba-tiba ada suara mobil datang
Aulia segera berdiri dan pamit pada semua orang untuk menjemput suaminya di teras rumah
Tentu wajah Aulia nampak sedikit gugup , ia takut Lutfi akan marah kalau sampai ia tau bahwa ada orang tua Rio di dalam rumah
" Waalaikumsalam mas " Aulia mencium punggung tangan suaminya dilanjut Lutfi mencium kening istrinya
" Maaf ya ! mas agak telat soalnya tadi macet banget di jalan " Lutfi memasang wajah lelahnya
" Iya gak papa mas , wajah mas kenapa kok lebam gitu? " tanya Aulia saat menyadari ada luka lebam di pipi kiri suaminya
Lutfi nampak gugup dengan pertanyaan Aulia , ia lupa untuk mengompres luka lebam akibat pukulan Rio tadi pagi
" Cuma luka dikit kok sayang , gara-gara salah faham aja " Lutfi mencoba mencari jawaban yang tepat
" Salah faham gimana sih mas ? kok Sampek mukul-mukuk gitu? " Aulia merasa tak lega dengan jawaban suaminya
" Nanti aja ya dibahasnya , mas capek banget ini , pengen mandi terus makan masakan ayam bakar favoritku " Lutfi mengulas senyum
Aulia hanya mengangguk , ia tak mau memancing emosi suaminya yang baru saja pulang dari bekerja
__ADS_1
Namun alangkah terkejutnya saat Lutfi masuk rumah , ia melihat orang tua Rio disana , ia langsung gelagapan , Lutfi segera mencium punggung tangan mertuanya lalu orang tua Rio ,
Lutfi segera menuju kamarnya sebelum sempat ngobrol-ngobrol dengan mertuanya
Aulia segera menyusul langkah kaki Lutfi menuju kamar mereka
Saat di kamar , Lutfi langsung memeluk erat tubuh Aulia , Lutfi menangis dan meminta maaf pada Aulia , Aulia dibuat bingung dengan sikap Lutfi yang tiba-tiba menangis dan meminta maaf seperti itu
Bahkan Aulia mencoba melepaskan pelukan Lutfi namun Lutfi tak mau melepaskannya
" Mas kenapa? Mas jangan nangis gini? Aulia jadi sedih mas " Aulia turut mengeluarkan air matanya meskipun ia tak tau penyebab suaminya menangis saat ini
Lutfi langsung melepas pelukannya saat ia menyadari Aulia juga ikut menangis ,
" Jangan nangis sayang , jangan nangis " Lutfi mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya
Lutfi kembali memeluk Aulia dengan Isak tangisnya
Setelah dirasa hatinya sedikit tenang , Lutfi melepas pelukannya pada Aulia , ia pamit mandi untuk membersihkan diri dari kuman yang menempel di perjalanan tadi
kini Lutfi masuk ke kamar mandi sedangkan Aulia menyiapkan baju ganti suaminya
" Mas.. baju gantinya Aulia taruh di atas kasur ya! Aulia pamit ke bawah dulu ,soalnya Aulia udah kangen banget sama Ayah dan ibuk mas " ucap Aulia dengan berdiri di depan pintu kamar mandi kamarnya
" Iya sayang, kamu turun dulu gak papa ,nanti mas nyusul "
Lutfi bukannya mandi , tapi ia justru melanjutkan meluapkan penyesalan nya karena sudah menghianati istrinya ,
Tangis Lutfi makin histeris saat mengingat semua perhatian dan kasih sayang Aulia padanya selama ini ,
Namun Lutfi tak dapat berlama -lama di kamar mandi karena takut orang tua istrinya akan menunggunya dan membuat mereka kecewa
Lutfi memandangi isi kamarnya yang penuh dengan hiasan bunga dan harum alami bunga mawar membuatnya teringat akan malam pertama bersama istrinya ,
Dada Lutfi makin sesak saat mengingat semuanya , ingin rasanya ia memutar waktu untuk memilih tidak bertemu dengan Anggi sang mantan , supaya ia tak bisa menghianati istrinya seperti saat ini
Ya apa bisa di kata ?? Nasi sudah menjadi bubur , terima saja resikonya wahai kau Lutfi !
...****************...
__ADS_1
--
--