
Aulia tak mau terus berdiam diri setelah setengah hari hanya tiduran saja di kamar , ia ingin bertemu dengan anak-anak panti , namun Bu Sarah melarangnya , karena kondisi Aulia yang masih demam
Bukan Aulia namanya kalau tak bisa terpenuhi keinginannya, Aulia masih kekeh pada keinginannya, membuat ibu Sarah terpaksa memberinya izin asal ibu Sarah tetap berada disampingnya
Aulia tak ada pilihan lain selain menerima syarat dari ibunya , meskipun ia merasa sedikit tak nyaman karena merasa seperti di awasi, Aulia memilih untuk berkeliling di kamar anak-anak . Aulia juga melihat Lila yang sedang sibuk mengajar ngaji dengan wajah kerepotannya karena harus mengajar murid 3 kelas yang di gabung dalam 1 kelas sekaligus , dulu saat sore hari, ngaji di bagi 3 kelas , 1 kelas Lila, 1 kelas almarhumah Via ,dan 1 lagi kelas Yuda
Anak-anak panti memang berbeda-beda umur , jadi mereka di bedakan menjadi 3 kelas untuk ngajinya , untuk anak-anak umur 3 tahun sampai 7 tahun di pegang Via , karena sifat keibuannya yang bisa lebih sabar pada anak-anak ,sedangkan Lila mengajar di kelas anak - anak yang sudah bisa mendengar dan mematuhi peraturan serta perintahnya , lalu Yuda mengajar di kelas dewasa karena ilmunya yang memang lebih tinggi dari yang lain
" Ini kenapa 3 kelas jadi 1 ngajinya buk ? Kan harusnya mas Yuda juga ngajar biar Lila gak kerepotan kayak gitu buk " Aulia merasa kasihan melihat sahabatnya yang harus begitu berjuang untuk anak-anak panti
Tentu Lila terlihat sangat kerepotan menghadapi murid-murid Via yang memang masih berlarian kesana kemari , membuat Lila nampak menahan emosi disana
" Emmm itu , Yuda sibuk nak " jawab Bu Sarah gugup
" Sibuk apa buk? kan kemarin sudah belanjanya , terus anak-anak juga udah pulang sekolah semuanya jadi kan mas Yuda udah gak ada kegiatan lain "
Karena Yuda memang biasanya bertugas menjemput anak-anak panti yang duduk di bangku sekolah SMP dan SMK , sedangkan pak Udin menjemput anak-anak yang duduk di bangku sekolah SD
" Lupa ibu juga gak tanya ada perlu apa ! soalnya tadi pamitnya ke ayahmu bukan ke ibuk " Bu Sarah mencoba mencari perlindungan dengan mengatas namakan suaminya hehehehehe
" Ya udah kalau gitu buk , biar Aulia aja yang bantuin Lila . Kasian Lila kerepotan kayak gitu "
" Jangan nak , kamu kan masih demam ,"
" Nanti kalau udah ketemu sama anak-anak pasti langsung sembuh kok buk,, " ucap Aulia tersenyum
" Tapi nanti ayahmu bisa marah kalau tau kamu ikutan ngajar dalam kondisi sakit gini "
__ADS_1
Namun usaha Bu Sarah untuk menghentikan Aulia gagal , saat beberapa anak memanggil nama Aulia dari dalam kelas
Aulia menatap ibunya , ia menguraikan senyum penuh harap pada ibunya , ibu Sarah hanya mengangguk pelan , rasa tak tega menyelinap dihatinya saat melihat wajah anaknya yang memelas dan mendengar beberapa anak panti yang memanggil - manggil nama anaknya
Dengan langkah penuh semangat dan kebahagiaan , Aulia menuju ruang kelas dimana Lila mengajar
" Syukurlah akhirnya ada bala bantuan juga " ucap Lila mengusap dadanya karena merasa tak sanggup menghadapi sebegitu banyak anak yang berlari kesana kemari sendirian,,, sungguh itu membuat Lila pusing tujuh keliling
" Makanya belajar sabar Lil , coba deh ! dikiit aja agak kalem biar anak-anak bisa nurut sama kamu "
Ucapan Aulia sungguh sangat membuatnya jengkel ,, karena sikap tomboi Lila memang membuat ia susah bergaul dengan anak panti terutama anak-anak yang masih dibawah umur 5 tahun
" Iya iya , nanti aku tak browsing cara jadi ibu guru yang baik hati dan tidak sombong " Sewot Lila
Aulia tersenyum dengan perkataan Lila ,,, disuruh jadi sabar , La kenapa bisa sampai tidak sombong segala !!! hubungannya dimana coba hehehe
Akhirnya Aulia dan Lila mulai mengajar dan tetap dalam ruang kelas yang sama , hanya saja mereka memberi 2 bangku di depan yang berjarak sekitar 2 meter Antara bangku Aulia dan Lila , agar tak mengganggu fokus anak-anak yang maju ke depan untuk membacakan jilid ngaji masing-masing anak
Aulia dan Lila pun menutup belajar hari ini dengan salam dan anak-anak saling berebut keluar dari ruangan , Lila yang tak sabar melihat tingkah anak-anak membuatnya mengeluarkan suara khas yang membuat beberapa anak panti selalu takut jika Lila sampai mengeluarkan jurusnya
" STOOOOOOPPP" teriak Lila
Semua anak dibuat berhenti di tempat dan tak berani bergerak, seolah ada mesin waktu yang menghentikan langkah mereka dari suara teriakan Lila tadi
" Lilaaa.... baru aja bilang belajar sabar , lah ini apa ? " Ucap Aulia yang juga terkejut dengan teriakan Lila ,,,
" Hehehe...keceplosan Lia , La habisnya itu anak-anak bikin emosi aja "
__ADS_1
" Namanya juga anak-anak Lil, dalam dunia seusia mereka , lari-lari adalah bentuk kebahagiaan dari mereka Lil "
Lila hanya mengangguk, ia tak mau berdebat dengan Aulia hanya karena soal lari , jadi Lila segera menggandeng tangan Aulia dan mengajaknya keluar dari ruangan . Sementara anak-anak yang tadinya terdiam akibat teriakan Lila langsung berlarian lagi setelah Lila dan Aulia keluar ruangan
...****************...
Lutfi akhirnya keluar dari kamarnya, tentu karena Rasa lapar yang sudah tak bisa ia tahan lagi, mama Hani yang sedang duduk diruang tengah langsung menghampiri Lutfi yang kini sedang sibuk mengambil nasi dan beberapa lauk di piringnya
" Kamu kenapa sayang? kok muram gitu? " tanya mama Hani sembari duduk di samping Lutfi
" Lutfi gak mau bahas apa-apa Ma ! jadi tolong biarin Lutfi makan dulu ,Lutfi laper banget Ma " Lutfi melahap makanannya dengan mata yang berkunang-kunang
Mama Hani hanya memandangi wajah anaknya , ia menahan semua pertanyaan yang berkecimpung dibenaknya sejak tadi , Mama Hani tak mau membuat nafsu makan anaknya hilang , jadi ia hanya bisa duduk diam disamping Lutfi
Setelah beberapa suap , Lutfi harus menghentikan makannya saat hpnya berdering dan hanya tertera nomor disana , Lutfi langsung menjawab telfonnya karena ia yakin , itu adalah nomor Anggi yang baru setelah sekian lama berpisah dan tak saling berhubungan meskipun lewat hp
[ Apaaa??? Ya udah aku segera kesana , kamu kerumah sakit sekarang juga ! kalau udah nyampek kamu share Lok ke hp ku... nanti aku biar langsung kerumah sakit ] Lutfi berlari ke kamarnya untuk mengambil dompet
Mama Hani yang mendengar ucapan rumah sakit langsung ikut panik , ia mencoba bertanya pada Lutfi namun Lutfi tak menghiraukannya
Papa Irawan juga di buat bingung saat mama Hani bertanya padanya tentang apa yang terjadi pada Lutfi , sedangkan dari tadi ia hanya duduk di depan tv dan justru istrinya lah yang menemui Lutfi saat makan tadi
Namun jawaban ketidaktahuan pak Irawan membuat mama Hani marah , sungguh betapa menyedihkan nya pak Irawan karena harus menjadi pelampiasan amarah istrinya
Kini Lutfi sudah turun dari kamarnya dan berteriak pada mama Hani dan Papa Irawan untuk pamit ke rumah sakit
" Ma...Pa...Lutfi kerumah sakit dulu !!! " pamit Lutfi dan bergegas ke garasi
__ADS_1
Lutfi segera melajukan mobilnya tanpa menjawab pertanyaan mama nya yang juga ikut berlari dibelakangnya tadi
" Siapa yang sakit sayang? kenapa kamu sepanik itu? atau jangan-jangan Aulia yang sakit ? bukankah tadi ibu Sarah bilang kalau Aulia sedang demam !!! " Gumam mama Hani saat mobil Lutfi melaju kencang dan sudah tak nampak lagi dari halaman rumahnya