
Lutfi beranjak dari dapur dengan senyum bahagia dan langkah girang menuju tangga ,,ia hendak naik namun langkahnya terhenti saat ia sadar ada yang sedang memanggil namanya....
" Eh...Ma...Pa... Udah dateng??? " Sapa Lutfi menyadari ada orang tuanya yang sedang duduk di ruang tengah dimana letak tangga itu berada
" Udah dateng pas kamu ambil makan tadi " Ketus mama Hani
" Ooooo.... "
" O Ooooo apanya Fi ,,, " Mama hani melirik Lutfi
" Ya... Oooo aja Ma , ,,heheheh. Udah ah Lutfi mau malam pertama dulu " Lutfi beranjak naik menuju kamarnya dengan langkah girang
Papa Irawan hanya tersenyum melihat tingkah anaknya ,,, sungguh sangat mirip dengannya waktu jadi pengantin dulu,,,, buru-buru masuk kamar terus
Sementara berbeda dengan Mama Hani. , wajahnya muram seakan ada hal yang sedang mengganggu fikirannya ,,bukan karena ia tak suka dengan pernikahan anaknya. , akan tetapi memang ada sesuatu yang sedang mama Hani sembunyikan
" Ma..."
__ADS_1
" Hmmmmm...."
" Mama kenapa kok kayak gak bahagia gitu sih ???" tanya Papa Irawan
" Bahagia kok Pa,,, Aulia kan mantu idaman banget ,, apalagi kita cuma punya anak cowok satu-satunya ,, sekarang di tambah mantu juga ,,, rumah jadi makin lengkap rasanya..." Mama Hani tersenyum paksa
Papa Irawan merasa ada yang mengganjal dengan sikap istrinya, ,ia memang bisa melihat kegelisahan di raut wajah istrinya ,,akan tetapi ia tak bisa membaca fikiran istrinya tersebut,,,
" Ada apa sih Ma??? ,,, mama bilang aja... Siapa tau papa bisa bantuin mama ...." papa Irawan mengelus punggung istrinya
Mama Hani hanya diam,, ia memikirkan apakah ia harus membicarakannya atau tidak,,,, karena memang hal yang sudah mengganggu fikirannya selama 3 hari ini,,, tapi ia takut kalau suaminya sampai tau dan ikut kefikiran,,,,itu pasti akan mengganggu kesehatan suaminya ,, karena Papa Irawan memang memiliki riwayat penyakit jantung
Mama Hani mencoba mengalihkan pembicaraan agar suaminya tak semakin penasaran dan nanti ia takut malah keceplosan
Papa Irawan hanya menurut saja apa kata istrinya,,karena kalau tidak,,,,! bisa-bisa gak di kasih jatah 7 hari 7 malam ,,, karena setiap kali istrinya marah,,, itulah yang akan menjadi ancaman terbesarnya
Dilantai 2 terdapat 3 kamar tidur , 1 ruang keluarga dan ditambah 1 ruang khusus tempat kerja Lutfi dan papanya saat bekerja dari rumah,,,
__ADS_1
Letak Kamar Lutfi berdampingan dengan kamar orang tuanya di lantai 2 ,,, Sedangkan dilantai 1 terdiri dari ruamg tamu,ruang tengah ,dapur dan 2 kamar ,,yang satu kamar supir dan yang satunya kamar asisten rumah tangga mereka
" Gak denger ******* atau geraman Ma......" Ucap Papa Lutfi mendekatkan telinganya ke pintu kamar Lutfi
" Ya allah Paaaaa!!! " mama Hani menjewer telinga suaminya. "
" Ampun Ma...Ampuuuun,,,,!"
Mama Hani menjewer telinga suaminya hingga sampai di kamar mereka
" Aduh Ma....sakit tau telinga Papa..." tangan papa Irawan mengelus-elus telinganya yang terasa panas akibat jeweran istrinya
" Salah sendiri nakal..." ketus mama Hani
" Nakal apanya sih Ma...! Papa kan cuma pengen dengerin aja,,,,, anak kita udah mulai belah durian apa belum " papa Irawan terkekeh
" Mau di jewer lagi...." mama Hani melotot dan tangan memegang pinggangnya
__ADS_1
Lirikan tajam mama Hani membuat Papa Irawan langsung membisu,, ia benar-benar takut saat melihat mata istrinya yang seolah-olah juga ikut berbicara