
Lutfi ijin berangkat kerja dengan wajah lesu dan tubuh lemas karena efek tak tidur nyenyak semalam
Tentu Lutfi merasa sangat ketakutan jika Aulia sampai tau semua kesalahannya , apalagi saat Aulia mengigau semalam , membuatnya makin ketakutan
*** Mas Lutfi , Mas Lutfi jahat , aku mau pisah dari mas hiks hiks hiks ***
Itulah kalimat yang di ucapan Aulia saat mengigau semalam
Tentu Aulia sering mengigau saat ada sesuatu yang mengganggu fikirannya , jadi Lutfi sudah sangat hafal dengan sikap Aulia yang seperti itu ,
" Mana istrimu sayang ? " tanya mama Hani yang sudah duduk di ruang tengah
" Habis sholat subuh tadi , dia tidur lagi Ma " jawab Lutfi dengan menghempaskan tubuhnya ke sofa
" Kamu kenapa? udah jangan terlalu berfikiran yang buruk-buruk , nanti mama pasti bantuin kamu buat mempertahankan pernikahan kalian kalau Aulia sampai tau semuanya "
Lutfi hanya mengangguk pelan , ia bahkan tak tau apa yang harus ia lakukan selanjutnya
Andai hari ini ia tak ada janji dengan salah 1 manager toko untuk bertemu investor baru , mungkin ia tak akan berangkat kerja , karena ia sangat malas untuk beraktivitas hari ini
Lutfi segera berdiri setelah mendapatkan telfon dari manager toko untuk mengingatkan jadwal temu dengan investor toko yang baru
Akhirnya Lutfi segera beranjak dari sofa dan akan berangkat ke toko nya
" Kamu gak sarapan dulu sayang ? " tanya Mama Hani
".Gak ah Ma , Lutfi malas makan , Lutfi berangkat dulu , Assalamualaikum " Lutfi melambaikan tangannya asal
Mama Hani merasa tak tega dengan keadaan anaknya , Mama Hani mencoba memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini , karena ia tak ingin anaknya akan terus bertingkah seperti hari ini
...****************...
Syukurlah Mama Hani juga sudah pergi setelah Lutfi berangkat bekerja tadi
Itu kesempatan yang baik bagi Aulia untuk pergi menemui seseorang yang tak ia kenal , seseorang yang sudah membuatnya gelisah beberapa hari ini
Suasana pagi yang mendung dengan rintikan gerimis mengiringi laju sepeda motor Aulia menuju tempat ia akan bertemu dengan sang peneror
Aulia melaju dengan kecepatan penuh karena memang ia sudah terlambat 1 jam menuju tempat perjanjian
Aulia menunggu waktu yang tepat untuk ia bisa keluar rumah , karena ia yakin , kalau Mama Hani masih berada dirumah maka Mama Hani akan menyuruh supir untuk mengantarnya
Hujan gerimis kini menjadi makin deras , namun Aulia tak menghentikan sepeda motornya walau hanya untuk memakai jas hujan , karena ia sudah terlambat 1 jam dari jam perjanjian jadi ia takut peneror itu akan pergi meninggalkannya jika ia tak segera sampai disana
__ADS_1
Dengan baju basah kuyup , Aulia memasuki sebuah Cafe yang bisa dibilang masih sangat sepi, ia masuk dan langsung di sambut oleh seorang lelaki berbadan besar serta berpakaian rapi ,
" Selamat pagi mbak Aulia , perkenalkan saya Roni manager cafe ini " Sapa sang manager cafe pada Aulia
" Selamat pagi pak " Aulia tersenyum bingung , bagaimana mungkin seorang manager cafe mengenalnya dan bahkan ini baru kali pertama ia datang ke cafe tersebut
" Silahkan masuk mbak " Pak Roni berjalan di depan Aulia dan Aulia mengikuti langkah per langkah kaki pak Roni
Dan betapa Aulia sangat terkejut saat Pak Roni menghentikan langkah kakinya di depan seorang lelaki dengan membawa gitar hitam di tangannya
" Mas Rio " panggil Aulia tak percaya dengan apa yang ia lihat
" Iya honey ,ini aku " Rio mengulas senyum bahagia melihat Aulia yang sudah berada tepat di depan matanya
" Anda boleh pergi pak " ucap Rio pada Pak Roni
Pak Roni pun ijin undur diri
" Jadi mas Rio yang udah ngirim pesan ke aku soal mas Lutfi ? " wajah Aulia kesal
" Tentu itu bukan aku honey ,tapi orang suruhanku " Rio meringis
" Uhh... tau gitu aku gak dateng mas , kalau mas Lutfi sampai tau kita bertemu seperti ini , dia pasti akan marah besar sama aku " Aulia membalikkan badan dari Rio
" Jangan pergi honey , ada yang ingin aku bicarakan padamu "
Aulia berusaha keras melepas pelukan Rio , namun Rio semakin mempererat pelukannya
Aulia tak ada pilihan lain selain menginjak keras kaki Rio hingga Rio melepas pelukannya dan memegang kakinya yang sakit
Aulia segera berlari menjauh dari Rio
Rio yang melihat Aulia berlari langsung mengejarnya dengan kaki sedikit pincang
" Honey tunggu "
" Honey "
" Honey " panggil Rio berkali kali
Namun teriakan Rio tak berhasil menghentikan Aulia hingga Rio terpaksa meminta bantuan para pelayan yang ada disana untuk menahan Aulia agar tak keluar dari cafe tersebut
Dan ya ... Aulia tentu tak bisa melawan 4 orang yang saat ini sedang menahannya di pintu keluar
__ADS_1
" Apaan sih , kalian minggir gak ! atau aku akan teriak biar kalian di keroyok masal sama orang-orang sekitar " ancam Aulia pada 4 orang tersebut
Namun mereka masih tak berkutik , karena memang cafe tersebut letaknya di tengah-tengah sawah dan juga cafe sudah di booking full oleh Rio jadi tak akan ada orang yang datang kesana
" Hon... Honey , larimu cepet banget , kayak dikejar setan saja " ucap Rio saat sudah berada di depan Aulia
" Ya emang di kejar setan " ketus Aulia
" Mana ada setan ganteng kayak gini , iya gak temen-temen? " Rio tersenyum dan meminta pendapat dari 4 orang disana
Mereka hanya tersenyum menanggapi perkataan Rio
" Udah ayo , gak usah lari-lari dulu , ada hal penting yang mau aku bicarakan sama kamu honey "
Hajjim...!
Hajjim...!
Aulia bersin-bersin karena gamis yang ia pakai masih basah akibat hujan-hujanan tadi
Rio yang melihat Aulia bersin-bersin langsung panik dan menyadari bahwa gamis Aulia basah
" Cepat Carikan gamis , kerudung dan pakaian dalam buat Aulia " tunjuk Rio pada salah 1 orang yang ada didepannya
" Dan kamu buatkan jahe hangat serta keluarkan semua menu yang sudah aku pesan tadi , " tunjuk Rio pada 1 orang yang berbeda
" Baik bos " jawab kedua lelaki tersebut langsung pergi dari hadapan Rio dan Aulia
" Ayo ikut aku bentar , kita duduk disaung depan biar kamu gak terlalu kedinginan " ajak Rio memegang tangan Aulia namun Aulia dengan cepat menghempas tangan Rio
" Aku bisa jalan sendiri " Aulia berjalan dengan langkah kesal menuju saung
Rio hanya tersenyum melihat tingkah Aulia yang tak berubah , tetap manis dan lucu di depannya
Sementara Aulia ingin terus marah dengan sikap Rio akan tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena ia merasa kalah kuat dengan beberapa orang yang bersama Rio saat ini
" Mas Rio mau bilang apa? " tanya Aulia yang sudah duduk di saung
" Tunggu gamismu datang dulu y honey ! "
" Aku gak punya banyak waktu mas , katakan sekarang atau aku pergi sekarang juga " ancam Aulia
Rio hanya mengulas senyum dengan ancaman Aulia. Karena ia tau , Aulia tak mungkin bisa lolos dari hadapannya saat ini
__ADS_1
Sementara Aulia terus memasang wajah kesal dengan sesekali bersin