
Sebuah kamar hotel yang sangat mewah dan dilengkapi dengan semua fasilitas yang ada kini seolah berganti dengan sebuah penjara yang begitu gelap dan menakutkan
Karena Mama Cindy dan Wulan yang sedari tadi memasang wajah tegang serta duduk di hadapan Rio dan Mama Rosi
Mereka mulai mengintrogasi dua insan yang ada dihadapan mereka
Semua interogasinya ini bermula saat Mama Cindy hampir pingsan di depan resepsionis tadi siang , membuat Resepsionis ketakutan dan segera menelfon nomor ke kamar Rio
Rio yang mendengar Mamanya berada di lantai 1 dan hampir pingsan membuatnya sangat terkejut , Rio segera berlari menuju tempat Resepsionis
Tak lupa Rio juga sudah menyuruh Mama Rosi untuk pergi dari hotelnya secepat mungkin
Namun aksi Rio di ketahui Wulan dan Ibu Sarah yang sejak tadi sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya
Dan akhirnya dengan terpaksa Mama Rosi harus tetap berada di kamar sedangkan Rio menjemput Mamanya di lantai 1 dan membawanya kekamarnya
***
Sejak sore tadi Rio dibuat kalang kabut dengan pertanyaan Mama dan Adiknya, Rio bahkan sempat beberapa kali memberikan alasan yang bisa menyelamatkan nya dari interogasi Mama dan Adiknya namun mereka masih tak percaya dengan semua alasan Rio
Karena memang Mama Cindy juga masih menahan Mama Rosi untuk ikut di interogasi disana
Mereka tak percaya dengan jawaban Rio dan Mama Rosi yang sejak tadi selalu berbeda
Hingga akhirnya saat mereka semua usai sholat Maghrib , Mama Cindy dibuat menyerah dengan jawaban Rio
Mama Cindy langsung teriak dengan Isak tangis bersamaan
" Sekarang terserah , mulai sekarang Mama gak akan pernah ikut campur dengan semua urusanmu , Terimakasih sudah menjadi anak kebanggan Mama selama ini " Mama Cindy melangkahkan pergi dari hadapan Rio dan menyeret Wulan yang ada disampingnya
Ibu Sarah yang sejak tadi hanya diam langsung ikut melangkahkan kaki di belakang Wulan
" Tunggu Ma " panggil Rio saat Mama Cindy hampir membuka pintu kamar hotelnya
Mama Cindy menghentikan langkahnya dan diikuti oleh Wulan serta ibu Sarah
" Rio akan jujur , tapi Rio mohon jangan beritahukan soal ini pada Aulia , biar Rio saja yang mengatakan semua kebenaran ini pada Aulia "
Tentu jawaban Rio membuat Ibu Sarah menoleh kaget , karena Rio menyebut nama anaknya
" Maksud mas Rio apa? " tanya ibu Sarah mulai penasaran
Rio menghampiri ibu Sarah dan menggenggam tangan Ibu Sarah
__ADS_1
" Ibu duduk dulu ya ! , biar lebih tenang saat Rio cerita nanti " Rio merangkul ibu Sarah dan mengajaknya duduk di sofa kamarnya
Mama Cindy dan Wulan pun saling bertatapan mata karena memang mereka juga terkejut saat Rio menyebutkan nama Aulia tadi
Dalam hati mereka bertanya-tanya ! Apa hubungannya soal Rio dan seorang ibu-ibu dengan Aulia ?
" Rio akan berkata jujur dan Rio harap ibu Sarah bisa tenang ya ! "
Semua orang nampak hening mendengar penjelasan Rio yang membuatnya harus di grebek tadi siang
Ya ... Rio terpaksa mengungkapkan semua yang Rio ketahui tentang kebusukan suami Aulia karena ucapan Mamanya tadi
" Iya mas Rio , sebenarnya ada apa? kenapa kamu bilang ini soal Aulia ? " wajah Bu Sarah mulai panik
" Jadi wanita yang saat ini sedang bersama Rio adalah " Rio menjeda perkataannya
" Dia adalah nenek dari anaknya Lutfi " Rio menatap wajah ibu Sarah
" Apa ? Nenek ? Anaknya Lutfi ? " rentetan pertanyaan ibu Sarah
Mama Cindy dan Wulan pun ikut menanyakan hal yang sama pada Rio
" Iya , dia adalah nenek dari anak kandung LUTFI " Rio memperjelas nama Lutfi di akhir kalimatnya
Jantung Ibu Sarah seolah berhenti mendengar ucapan dari Rio , Ia juga merasa sangat sulit bernafas saat ini
" Tolong jelasin semuanya nak " timpal Mama Cindy karena ibu Sarah yang sudah tak dapat mengeluarkan kata-kata apapun
" Jadi kemarin pas Rio di Bali , Rio ketemu Lutfi sedang di hotel bersama seorang wanita muda dan juga anak kecil , Rio menyuruh kenalan Rio untuk mencari tau informasi lengkap mengenai hubungan Lutfi dengan wanita dan anak itu , dan ternyata benar , wanita itu adalah mantan kekasih Lutfi yang dulu harus berpisah , dan bahkan saat wanita itu hamil , dan kini Lutfi sering berhubungan dengan wanita itu dan juga anak nya , bahkan Lutfi juga sering menghabiskan malam bersama wanita itu " Rio menjelaskan semua nya
" Apa mas Rio , apa semua itu benar ? " ibu Sarah menggoyang-goyangkan tubuh Rio dan menangis histeris seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
" Iya Bu , Saya bahkan punya bukti kebersamaan Rio dengan wanita itu "
Rio menunjukkan video rekaman cctv pada Ibu Sarah
Mama Cindy dan Wulan pun ikut melihat rekaman tersebut
" Ya Allah nak , malang sekali nasibmu , kenapa kamu harus mendapatkan cobaan seberat ini " tangis Bu Sarah makin histeris setelah melihat bukti cctv tersebut
" Tenang Bu , tenang " Mama Cindy memeluk ibu Sarah mencoba menenangkannya
" Kasian Aulia Bu , apa salahnya hingga Lutfi tega berbuat seperti itu sama Aulia "
__ADS_1
Suasana makin tegang saat Papa Dedik menelfon Wulan , karena tak mungkin bagi Wulan untuk berbicara di telfon dengan Papanya saat ini ,
Wulan takut Papa dan Pak Sulaiman akan ikut panik jika mendengar tangisan ibu Sarah
Tentu mereka lupa menghubungi Papa Dedik bahwa mereka akan pulang terlambat karena harus menginterogasi Rio tadi , Hingga akhirnya Papa Dedik menghubungi mereka karena memang waktu sudah makin larut
" Ma .. Papa telfon " ucap Wulan pada Mama Cindy
" Jangan di angkat , jangan ! jangan sampai suami saya tau soal ini , dia pasti akan sangat tersakiti mbak " ucap ibu Sarah di tengah Isak tangisnya
" Kamu kirim pesan aja ke Papa ,kalau kita bentar lagi balik ke kontrakan mu " suruh Mama Cindy
Wulan pun akhirnya menuruti perintah Mama Cindy
Setelah dirasa keadaan Bu Sarah mulai tenang , Mama Cindy mengajak Bu Sarah untuk kembali ke kontrakan Wulan , karena kalau mereka tak pulang-pulang tentu akan membuat suami mereka makin panik
Akhirnya mereka memilih pulang dan melepaskan mama Rosi untuk meninggalkan kamar Rio
***
Sesampainya mereka di kontrakan Wulan , ibu Sarah mencoba bersikap seperti biasanya namun karena ada sisa Isak tangis dan mata yang merah membuat Ayah Sulaiman nampak curiga
Ayah Sulaiman merasa pasti ada sesuatu yang sedang terjadi pada istrinya
" Ibu kenapa ? " tanya Ayah Sulaiman
" I-ibu gak papa kok Yah " jawab ibu Sarah
" Beneran ibu gak papa ! " tanya Ayah Sulaiman lagi yang memang tak percaya dengan ucapan istrinya
Ibu Sarah hanya mengangguk dan berlari menuju kamar , karena ibu Sarah sudah tak bisa menahan rasa sedih dan sakit hatinya saat mengetahui semua kebusukan menantunya "
Papa Dedik yang melihat tingkah aneh ibu Sarah segera melirik pada Mama Cindy dan Wulan ,
Papa Dedik mencoba bertanya dengan kedipan matanya , namun Mama Cindy dan Wulan hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka
Akhirnya Ayah Sulaiman pamit pada semua orang untuk menyusul Ibu Sarah kekamar
...****************...
--
--
__ADS_1