
Dengan nafas yang tersengal-sengal dan berkeringat dingin , akhirnya Aulia sampai di kamar Lila ,
Lila yang melihat kondisi sahabatnya seperti itu membuat ia juga ikut takut meskipun Aulia belum berkata apapun
" Kamu takut apa Lia ? kok Sampek lari-lari kayak gini ? " tanya Lila melihat ke arah kanan kiri luar kamarnya
" Ada ssssu sssu " Ucap Aulia dengan nada yang masih ketakutan
" Ssssu su apa Lia ? maksud kamu Sundel bolong ? masak siang-siang gini ada si sundel sih Lia ? " Lila ikut bergidik ngeri
Aulia melambaikan tangannya , untuk memberi tahu bahwa tebakan Lila salah , namun Lila justru menanggapinya sebagai lambaian tangan tanda menyerah hehehe
Lila segera menutup pintu kamarnya , karena tiba-tiba ia merasa bulu kuduknya merinding , ia segera mengambilkan Aulia segelas minum dari galon yang ada dikamarnya , begitu pula dengan Lila yang juga meneguk kasar minumnya dan langsung menghabiskan 1 gelas air minum untuk mengurangi ketakutannya
Aulia masih mengatur nafas nya yang belum sempurna , namun tiba-tiba ada suara ketukan pintu di kamar Lila , Lila yang fikirannya tak karu-karuan langsung teriak , begitu pula dengan Aulia yang juga ikut teriak karena terkejut dengan teriakan Lila
Sungguh Kita bisa dibuat stres sendiri dengan sikap Lila yang aneh hahahaha
Ibu Sarah yang mendengar teriakan Aulia dan Lila langsung membuka pintu kamar Lila ,
" Ada apa? kenapa kalian teriak kayak gitu ? " tanya ibu Sarah sembari membuka pintu kamar Lila
Sementara Lila masih tak melepaskan pelukannya pada Aulia ,ia menutup rapat-rapat matanya
" Lil... kamu kenapa ? " tangan Ibu Sarah menepuk pundak Lila
" Ya Allah , hush hush , jangan ganggu kami, Allahu laailaha Illa huwal khayyul qoyyum " Lila melantunkan ayat kursi dengan begitu cepat dan mengeraskan suaranya
" Lila...kamu pikir ibu hantu ya! " Ibu Sarah dengan tangan sedikit menarik telinga Lila
" Ya allah... " Teriak Lila dan mulai membuka matanya begitu ia mendengar suara Bu Sarah
__ADS_1
Bu Sarah melepas tangannya dan Lila segera memegang tangan Bu Sarah , ia meminta maaf karena sudah bilang Bu Sarah hantu, karena fikirannya saat ini memang di penuhi dengan gambar-gambar wajah horror
Sementara Aulia langsung tertawa dengan sikap Lila , Aulia yang tadinya ketakutan langsung hilang hanya dengan melihat tingkah aneh sahabatnya
Lila yang melihat Aulia tersenyum merasa di permainkan , ia bahkan sampai mengatakan bahwa Bu Sarah adalah hantu karena lelucon Aulia
" Lia .. kamu jebak aku ya! "
" Jebak apanya Lil ?" tanya Aulia yang masih tertawa dengan sikap Lila
" Tadi kamu akting lari ketakutan cuma buat jebak aku kan? kamu paling tau kalau aku itu anti sama yang horor - horor gitu " cemberut Lila
Ibu Sarah melihat sendu ke arah anaknya , kini ia tau terjadi kesalahfahaman disini, Aulia lari bukan karena melihat hantu tapi karena melihat suaminya
" Kamu takut sama suamimu nak? " tanya ibu Sarah
Aulia hanya mengangguk dan meneteskan air matanya
" Lia , maaf aku gak tau kalau yang kamu maksud itu suamimu , aku bener-bener minta maaf " Lila memegang tangan Aulia yang bergetar
" Aulia .. ayo ikut ibu ke rumah , Ayahmu dan suamimu sedang menunggumu disana "
" Mas Lutfi mau ngapain buk, Aulia gak mau ketemu sama mas Lutfi , Aulia takut buk, Aulia mau disini aja sama ayah dan ibu, Aulia gak mau pulang sama mas Lutfi huhuhuhu " suara getar Aulia dengan tangisnya
" Kamu gak usah takut nak , ada ayah , ibu dan Lila disini, kami akan menjagamu " Ibu Sarah memeluk Aulia mencoba menenangkan anaknya
Nampak jelas bahwa Aulia sangat takut pada suaminya , ia juga takut jika sampai kedatangan suaminya adalah menjemputnya untuk pulang ke rumah suaminya
" Kalau kamu terus menghindar kayak gini, kapan masalahmu dengan suamimu akan selesai , sekarang lebih baik kamu ikut ibu bertemu dengan suamimu nak , ayahmu ingin mengatakan sesuatu padamu dan suamimu nak ! "
Aulia terdiam sejenak , ia mencerna perkataan ibunya , dengan berat hati akhirnya Aulia setuju untuk menemui Lutfi di rumahnya
__ADS_1
Kini Aulia berada di ruang tamu dan duduk disamping ibunya , Lutfi yang duduk di sebrang Aulia hanya menatap sendu wajah istrinya
Bahkan ruangan yang berisi 4 orang seperti ruangan kosong ,hening tak bersuara sama sekali.
Setelah sekitar 20 menit mereka semua terdiam, akhirnya Pak Sulaiman memutuskan untuk memulai pembicaraan
" Aulia ... Nak Lutfi ... Tolong dengar dan jawab pertanyaan bapak dengan baik ya ! Bapak disini hanya bertujuan untuk membantu kalian mengatasi masalah rumah tangga kalian, bapak tak akan membela anak bapak dan bapak juga tak akan menyalahkan menantu bapak . Sebenarnya bapak tak mau terlalu ikut campur dengan masalah kalian, karena bapak tau kalian sudah cukup dewasa dan mengerti bagaimana cara mengatasi masalah kalian . Namun karena kalian masih tetap diam dan tak mau berbicara ,jadi Bapak yang akan memulai pembicaraan kali ini "
" Iya Pak .." jawab Lutfi ,sedangkan Aulia hanya mengangguk tak bersuara
" Bapak tau , pernikahan kalian sangat singkat , bahkan kalian juga belum mengenal satu sama lain , tapi apakah tak ada benih cinta yang tumbuh di hati kalian ? "
" Saya sangat mencintai Aulia pak , bahkan saat saya mengucapkan janji suci di depan penghulu , saya sudah mulai mencintai Aulia , saya bersalah pak , saya minta maaf, saya janji tak akan mengulangi kesalahan saya kemarin pak !" ucap Lutfi dengan deraian air matanya
" Lalu bagaimana dengan kamu Aulia? " Semua mata tertuju pada Aulia ,namun Aulia masih menunduk tak mau menjawab ,
Ada perasaan bimbang di hati Aulia , ia takut pada suaminya tapi ia juga sudah mulai mencintai suaminya
" Sayang maafin aku, aku janji gak akan kasar lagi sama kamu, asal kamu gak berhubungan lagi dengan Rio " posisi Lutfi saat ini bersujud di kaki Aulia
" Apa yang mas lakuin ? jangan gini mas ! cepet berdiri mas ! "
" Aku gak akan berdiri sebelum kamu maafin , aku benar-benar menyesal sayang, aku janji akan menjadi suami yang baik buat kamu kedepannya "
Aulia menatap wajah pak Sulaiman , dengan harapan Ayahnya akan membantunya dalam memberi keputusan,
Pak Sulaiman mengangguk pelan dan tersenyum , Aulia yang melihatnya pun langsung mengerti akan jawaban ayahnya .
Lalu untuk menambah keyakinannya, Aulia menoleh ke arah ibunya , namun ibunya malah menggelengkan kepalanya , nampak jelas rasa khawatir di wajah ibunya
Aulia menutup matanya , ia mengambil nafas dalam-dalam dan teringat saat Lutfi mengucap janji suci kala itu , akhirnya ia memutuskan untuk memaafkan Lutfi karena ia juga sadar ini murni kesalahfahaman, memang benar suami mana yang tak sakit hati jika melihat istrinya dalam posisi waktu itu bersama pria lain
__ADS_1
...****************...