
Syukurlah pagi ini Aulia mendapatkan kabar baik bahwa ia diperbolehkan untuk pulang
Dengan syarat ia harus datang ke rumah sakit untuk kontrol 3 hari ke depan
" Alhamdulillah akhirnya aku bisa pulang " Ucap Aulia lega
" Iya Lia , Alhamdulillah, itu semua karena kamu semangat untuk sehat " Lila mengulas senyum
" Iya Lil , mulai sekarang aku akan berusaha menjadi Aulia yang kuat dan pantang menyerah seperti Aulia yang dulu " Ucap Aulia penuh semangat
Lila merasa sangat bahagia mendengar perkataan Aulia
Lila keluar ruangan untuk memberitahu Yuda dan Rio bahwa Aulia sudah boleh pulang hari ini dan hanya tinggal menunggu suster untuk melepas infus di tangan Aulia
Tak butuh waktu lama , kini suster sudah masuk ke ruangan Aulia dan melepas infus Aulia
Rio dengan sigap membawakan Aulia kursi roda agar Aulia tak kecapekan saat pulang karena memang letaknya yang tepat di lantai 4
Awalnya Aulia menolak , tapi karena bujukan dari Lila dan Yuda , Akhirnya ia menerima tawaran Rio
Saat Lila hendak mengambil alih untuk mendorong kursi roda , Rio langsung menolaknya
" Biar aku saja Lil " Ucap Rio
Lila hanya mengangguk faham
Dan kini mereka sudah sampai di pintu depan rumah sakit , Rio segera berlari menuju tempat dimana mobilnya parkir
**
Aulia memilih duduk di bangku penumpang belakang Rio
Sementara Yuda duduk di depan
" Apa kamu butuh sesuatu Honey " Tanya Rio sembari melajukan mobilnya
" Gak usah Mas , makasih banyak atas semua perhatian Mas Rio selama ini sama aku " Aulia tersenyum manis ke arah spion dalam mobil saat ia menyadari bahwa Rio sesekali mencuri pandang dari kaca tersebut
" Sama-sama Honey " Terpancar senyum manis di wajah Rio
Lila dan Yuda hanya terdiam mendengarkan percakapan mereka
Rio melajukan mobil dengan kecepatan sedang , karena Rio ingin membuat Aulia bisa merasa senyaman mungkin saat di perjalanan
" Mas Rio punya kenalan Pengacara gak ? " Tanya Aulia
__ADS_1
" Kamu kenapa kok tanya gitu Honey "
" Aku mau ngajuin surat cerai ke mas Lutfi "
Lila dan Yuda langsung berteriak heboh , mereka terkejut bukan karena ucapan Aulia saja namun karena Rio yang langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan setelah mendengar perkataan Aulia
Untung saja jalanan tak begitu ramai , andaikan ramai bisa-bisa akan terjadi kecelakaan beruntun karena ulah Rio saat ini huhuhu
" Apa ? Surat cerai " Ucap Rio menoleh ke arah Aulia
" Iya Mas , aku mau cerai sama mas Lutfi, aku gak mau hidup dengan orang yang gak punya hati kayak dia " Ucap Aulia dengan penuh emosi
Rio yang mendengar perkataan Aulia serasa ingin loncat-loncat sorak gembira , sungguh ini adalah hal yang sangat dinantikan Rio sejak lama
Rio segera memutar badan dan kembali melajukan mobilnya dengan mengulas senyum penuh kebahagiaan
Lila dan Yuda memandang wajah Rio yang terlihat penuh kemenangan , dan bahkan tak henti-hentinya Rio mengulas senyum di wajahnya
" Kamu beneran mau pisah dari Lutfi ? Apa kamu gak mau mikir-mikir dulu ? "
Tentu pertanyaan Lila membuat emosi Rio sedikit terpancing , ia takut Aulia akan terpengaruh dengan pertanyaan Lila
" Keputusan Aulia udah bener itu Lil , ngapain juga mempertahankan suami gak ada akhlak kayak gitu , udah beruntung bisa nikah sama bidadari kayak Aulia, eh malah masih main serong aja sama cewek lain "
Lila yang mendengar perkataan Rio langsung terdiam karena ia menyadari bahwa apa yang baru saja ia katakan itu ternyata salah di mata Rio
" Mas Rio bener Lil , aku udah gak bisa maafin mas Lutfi , mungkin aku akan memikirkan soal pernikahan kami andai saja mas Lutfi menunjukkan ketulusannya , tapi semenjak kemarin aku baru menyadari , aku sudah tak mampu menjadi istri mas Lutfi lagi , kalau emang mas Lutfi masih perduli dan sayang sama aku , harusnya ia mau menunggu dan menjagaku meskipun diluar ruangan , tapi kenyataannya apa ? Justru mas Lutfi memilih pergi "
Rio bernafas lega dengan ucapan Aulia , setidaknya setelah ini ia punya kesempatan lebih banyak lagi untuk mendekati Aulia dan berusaha agar bisa menjadi pengganti Lutfi di kehidupan Aulia kedepannya
" Aku akan segera mencari pengacara untuk mengurus pengajuan perceraian mu Honey "
" Makasih banyak Mas , mas Rio memang yang terbaik " Aulia tersenyum manis
Rio dibuat besar kepala atas pujian dari Aulia dan seolah ada emoji love-love yang beterbangan di atas kepala Rio
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh , kini mereka sudah sampai di rumah Aulia
Aulia segera berjalan menuju kamar ibunya
Ibu Sarah masih tidur dan nampak begitu lemas karena ia terus menangisi kepergian suaminya
Aulia duduk di samping ranjang ibunya , ia memegang erat tangan ibunya
Sontak itu membuat ibu Sarah terbangun
__ADS_1
" Aulia " Lirih ibu Sarah
" Iya Buk , ini Lia , Ibuk udah makan ? "
Ibu Sarah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
" Ibuk makan ya "
" Ibuk gak mau makan kalau ayah belum maafin ibuk Lia , sebelum kepergiannya Ibuk udah buat ayah sakit hati Lia , Ibuk bener-bener nyesel "
Air mata ibu Sarah mengalir dengan derasnya
Aulia memeluk ibunya , ia mencoba menguatkan ibunya meskipun ia sendiri sangat rapuh , apalagi mengingat hanya kata maaf yang terucap dari mulut ayahnya sebelum kepergiannya , tentu hal itu masih sangat mengganggu fikirannya
" Harusnya Ibuk yang ngasih tau ayahmu pelan-pelan setidaknya Ibuk udah jujur sama ayah dan gak nyakitin hatinya kayak gitu "
" Maksudnya , bukan Ibuk yang ngasih tau ayah soal Aulia? "
" Bukan , Nak , Ibuk memang nunggu waktu yang tepat untuk bilang ke ayah tapi semuanya sudah terlambat "
" Lalu siapa yang udah ngasih tau ayah soal Aulia , Buk "
" Itu semua karena suamimu , Nak. Dia yang udah buat ayahmu pingsan hingga pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya seperti ini " Tangis Ibu Sarah histeris
Hal itu sontak membuat darah Aulia mendidih dan membuat rasa benci kian berkobar dibenak Aulia
" Kamu kelewatan Mas , aku gak akan pernah maafin kamu , cukup sudah kamu menghancurkan hatiku dengan perselingkuhan mu ditambah lagi kebenaran tentang penyebab kematian ayahku , aku akan mengajukan surat cerai secepat mungkin " monolog Aulia dalam hati
Air mata Aulia membasahi pipinya , ia sesekali menyeka air mata di pipinya dengan kasar , ingin rasanya ia berlari dan berteriak di telinga Lutfi bahwa ia sangat membencinya
" Aulia mohon sama Ibuk , Ibuk makan ya ! Kalau ayah liat Ibuk kayak gini , ayah pasti sangat sedih Buk "
Namun perkataan Aulia tetap tak mampu membuat ibu Sarah untuk mau makan
" Kalau gitu Ibuk istirahat dulu ya! Ada hal penting yang mau Aulia lakuin Buk " Pamit Aulia
Ibu Sarah memberi izin pada Aulia tanpa bertanya hal penting apa yang akan Aulia lakukan karena memang saat ini fikirannya masih tak bisa terfokus
Aulia meninggalkan kamar ibu Sarah setelah ibu Sarah mulai merebahkan tubuhnya ke kasur
Aulia segera menghampiri Rio yang sedang duduk di ruang tamu
" Mas Rio , Ayo antar aku sekarang juga " Ajak Aulia dengan nada penuh amarah
Kemanakah Aulia akan pergi ?
__ADS_1