
...Tangis Aulia makin menjadi setelah ia sampai di rumah sakit ,,, kabar Duka yang serasa menusuk hatinya ,,, karena baru 2 hari yang lalu ia berpisah dengan sahabatnya ,,, kini ia harus ditinggalkan oleh sahabatnya untuk selama-selamanya......
...Lila masih terbaring lemah,, karena memang sudah berkali-kali pingsan,,, sementara Yuda terus menangis di kursi tunggu IGD,,, ...
...Ibu Sarah mendapat kabar Duka ini dari Rio ,,karena mama Cindy harus menjaga Lila yang sedari tadi bolak balik pingsan kala menyebut nama sahabatnya...
" Lil... kenapa kamu gak ngabarin aku kalau penyakit Via kambuh ??? " tanya Aulia saat Lila bangun dari pingsan
" Ini salahku...ini salahku....maafin aku Viaaaaa....." Teriak Lila dan langsung pingsan lagi
...Aulia memeluk erat Lila ,,, ia mencoba menguatkan Lila bahkan saat dirinya sendiri juga merasa sangat sedih kehilangan sahabatnya,,,...
" Sabar Lil,,,.kamu harus kuat... "
...Ibu Sarah , Ayah Sulaiman dan pak Dedik menyiapkan semua keperluan jenazah,,, Sementara mama Cindy masih terus mengoleskan minyak di kaki dan tangan Lila,...
__ADS_1
......................
...Rio hanya bisa memandang Aulia dari jauh,,, karena saat ini ada suaminya yang masih standby disampingnya ,,, ...
...Betapa rasa hati ingin memeluk Aulia yang saat ini pasti sangat terpukul dengan kepergian Via ,,,,, namun apalah daya ,,ia sadar kini ia bukan siapa-siapa buat Aulia ,,, bahkan untuk menyapanya saja ia tak kan mampu...
...Semua persiapan jenazah sudah selesai,,, jenazah sudah bisa di bawa pulang untuk di kebumikan,,, karena kondisi Lila yang tak memungkinkan,,, jadi ibu Sarah yang ikut berada di mobil ambulan ,,,, ...
...Lutfi dan Yuda meminta izin kepada Mama Cindy untuk menggendong Lila menuju mobil ,,, karena tubuhnya yang memang sangat lemah,, sementara Aulia ijin ke toilet dulu setelah itu akan menyusul ke mobil ...
" Assalamualaikum Honey ...."
" Iya ... sudah 2 hari aku dirawat disini..." Wajah Rio memelas
" Ya Allah mas ,,, mas sakit apa??? kenapa mas gak ngabarin Aulia?? " Air mata Aulia mulai menetes lagi setelah sempat berhenti karena menangisi kepergian sahabatnya
__ADS_1
" Aku takut mengganggu kebahagiaanmu,,,, jadi akuuuu...."
...Rio terdiam saat Aulia dengan cepat memeluk tubuh Rio dengan Isak tangisnya,,, entah apa yang Aulia rasaakan saat ini,, kesedihan,cemas ataukah rindu,,,...
...Rio merasakan kenyamanan saat Aulia memeluknya ,begitu pula dengan Aulia,,, Aulia merasa hatinya mulai sedikit tenang saat ini...
...Perlahan Aulia melepas pelukannya ,,, ia mulai sadar diri,,, ia tak sepantasnya memeluk lelaki lain,,, karena memang statusnya yang sudah menjadi istri orang,,, ...
" Maaf mas...." Aulia menunduk ,,,
" Kenapa dilepas ,,, aku masih pengen di peluk,,, udah lama banget kita gak pelukan kayak gini...."
...Aulia dan Rio dulu memang sering pelukan ,, Karena kedekatan mereka yang sudah seperti kakak beradik,,.jadi seolah tak ada yang salah jika mereka berpelukan ,, setiap kali Aulia sedih pasti ia akan berlari mencari Rio dan minta di peluk,, setelah itu kesedihan Aulia pasti akan sedikit berkurang ,,, ...
...Rio mencoba meraih Tubuh Aulia lagi namun terhenti saat Aulia menerima telpon dari suaminya ,,, Aulia dengan cepat pamit dan berlari ke halaman depan rumah sakit dimana Lutfi sudah menunggunya disana ...
__ADS_1
...Rio hanya bisa menatap sendu punggung Aulia yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang ,,, Rio terus menyeka kasar air matanya yang terus berjatuhan dan sesekali memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak nafas...
...****************...