
...Mama Hani memang selalu di pihak Lutfi ,,berbeda dengan Papa Irawan ,, ia selalu melihat titik kebenaran dan memahami alur ceritanya terlebih dahulu,, baru bisa memberi keputusan...
...Awalnya Lutfi memilih diam tak membicarakan masalah hatinya pada siapapun termasuk mamanya ,,namun karena desakan mamanya yang memang super duper cerewet membuat Lutfi akhirnya buka mulut...
...Mama Hani ikut marah dengan sikap Aulia ,,bagaimana ia bisa berpelukan dengan lelaki lain saat ia sudah menjadi seorang istri,, sedangkan papa Irawan berpendapat ,,mungkin ada alasan dibalik pelukan menantunya tersebut ,,, atau bahkan lelaki itu memang sudah lama cukup dengan menantunya hingga saling berpelukan...
...Meskipun demikian,,, papa Irawan tak pernah menang ketika harus melawan sikap antagonis istrinya dan keras kepala anaknya ,, ya al hasil papa Irawan hanya bisa mengumpat beberapa perihal dalam hatinya saja...
" Lut...ini udah 1 Minggu lebih istrimu di panti,, apa kamu gak berniat jemput dia ??? " tanya papa Irawan
" Gak tau Pa,, males aku,,,, " jawab Lutfi cuek sambil memainkan hpnya
"Apa kamu gak kasian sama istrimu?? bagaimana kalau keluarganya tanya kenapa kamu gak menjemputnya bahkan sampai 1 Minggu lebih??? " papa Irawan mencoba memberi gambaran pada Lutfi
" Ya biarin aja,,kan emang salahnya dia,,ngapain pake peluk-peluk cowok lain..."
...Papa Irawan mencoba mencari cara ampuh untuk bisa meluluhkan hati putra semata wayangnya tersebut...
" Memang apa salahnya berpelukan?? Apa kamu gak pernah pelukan sama cewek selain istrimu ??? " pertanyaan papa Irawan mulai menjurus hingga membuat Lutfi menatap tajam papanya
" Itu kan sebelum aku menikah Pa..." Lutfi membela diri
" Kalau gitu,,, sekarang papa tanya,,, kamu cinta apa gak sama istrimu?? kamu percaya apa gak sama istrimu?? dan apakah kamu tau seberapa besar kesalahan yang dibuat istrimu hingga dia mendapatkan hukuman sekeras ini ??? kamu bahkan tak menghubunginya selama 1 Minggu,, kamu juga tak berniat menjemputnya,,, bagaimana kalau dia memilih pergi darimu dan lebih memilih menikah lagi dengan lelaki lain ??? Disini papa bukan membela Aulia atau menyudutkanmu ,, hanya saja papa berharap kamu bisa mulai lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi masalah,,, agar kamu tak kan menyesal dikemudian hari dengan keputusan yang kamu ambil ..."
__ADS_1
...Lutfi memahami kata demi kata yang keluar dari mulut papanya,, ia mulai intropeksi diri,,, memang benar mungkin sikapnya saat ini sangat kekanak-kanakan,,, bahkan kemarahannya terlalu menyakiti hati istrinya ,,, ia tau betul kesucian istrinya ,,, bahkan istrinya tak pernah berciuman sama sekali apalagi sampai berhubungan intim,,,...
...Lutfi meratapi kesalahannya,,, ia justru menyesal telah melakukan hal kejam pada istrinya ,, ,membentaknya bahkan tak menghiraukannya ,,, Lutfi tak sesuci Aulia ,,, ia dulu bukan hanya berpelukan dengan wanita lain tapi ia juga sudah pernah berhubungan intim dengan mantan kekasihnya,,,...
...Seharusnya Lutfi bersyukur mendapatkan wanita Sholehah seperti Aulia tapi kenapa ia justru menyampakannya,, sungguh ia menyesali semua perbuatannya pada Aulia ,,,...
...Lutfi pamit masuk kamar dengan wajah resahnya ,, ia mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya,, ia menatap langit-langit kamarnya,,, ia mulai menemukan ide,, besok pagi-pagi ia akan menjemput Aulia dan langsung mengajaknya belanja ke mall,,, bukankah semua wanita paling suka kalau di ajak belanja ,, ...
...Bener gak guysss??? yang setuju angkat jempolnya hehehehe...
...***************...
...Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 ,,, mana mungkin Aulia bisa menemukan kendaraan untuk pulang di jam segini,,, Aulia minta antar Rio untuk pulang namun Rio menolak,,, Aulia terpaksa harus tetap berada di Vila sampai besok pagi...
Krucuk..... krucuk.... !!
...Aulia memegang perutnya yang tiba-tiba berbunyi,,, ia pergi sejak siang tadi dan belum makan sama sekali,,, , bahkan ia hanya sarapan roti bakar tadi pagi karena nafsu makannya yang hilang...
" Laper ya??? Untung aja pas perjalanan kesini tadi aku udah berjaga-jaga beli makan dan cemilan dulu hehehe.... " Rio berjalan menuju mobilnya
...Wajah Aulia memerah,, ia sungguh malu,,, bagaimana suara perutnya tak bisa mengkondisikan keadaannya saat ini.. ...
" Ayo sini makan !!! " ajak Rio yang sudah kembali dari mobil dengan membawa beberapa kantong kresek
__ADS_1
" Gak usah mas,, makasih....!!! " Aulia tentu gengsi,, habis marah-marah,,, terus nangis-nangis,,, masak iya langsung setuju aja di ajak makan gitu
" Beneran nih gak mau ??? Hmmmm.... nasi pecel mbak Inul bohay memang yang terbaik.... " Rio menyuap nasi ke mulutnya dengan gaya iming-iming
Aulia melirik ke arah Rio setelah mendengar bahwa itu nasi pecel mbak Inul bohay yang menjadi favoritnya tiap kali datang kesini,,,
Glek...!
" Ya allah... bau bumbu pecelnya sangat menggoda,, kenapa mas Rio beli nasi pecel ini sih.... bikin aku gak bisa tahan aja... " batin Aulia
...Rio tersenyum geli melihat ekspresi Aulia yang mau tapi malu tersebut,,, Rio makin memperbanyak gaya makan iming-imingnya yang membuat Aulia tak bisa menahan rasa pengen makannya lagi...
" Mas Rio beli berapa bungkus ??? " tanya Aulia sembari langkah kecil mendekat ke arah Rio
" 1 bungkus,, kenapa?? mau??? Sini tak suapin!!! " goda Rio
" Iiiih... mas Rio ah,,, aku gak mau makan deh kalau gitu.... " Aulia memasang wajah cemberutnya yang khas
" Hahahah... udah udah sini,, gak usah pake acara ngambek-ngambekan gitu ah,,, sekarang makan dulu habis itu nyemil,, baru deh di lanjut lagi ngambeknya.. "
...Aulia tertawa lepas mendengar perkataan Rio,,, ya memang Rio lah yang paling mengerti Aulia,,, makanan kesukaan Aulia, cara menghibur Aulia saat sedih dan hal-hal apa saja yang Aulia suka atau tidak suka...
...Mereka pun akhirnya makan dengan nikmat diteras villa yang berhias bintang-bintang dan udara segar pegunungan...
__ADS_1
...****************...