Imam Pengganti

Imam Pengganti
Kritis


__ADS_3

...Aulia sudah selesai di rias dan berganti pakaian ,, Lutfi menggandeng tangan Aulia dan berjalan menuju backdrop di taman depan rumahnya ,, semua sanak saudara dan teman Lutfi sudah banyak yang hadir,,, serta kedua orang tua Aulia serta beberapa saudara Aulia juga sudah hadir ,,,...


...Aulia nampak begitu cantik dengan kebaya modern berwarna putih variasi brukat hijau daun,,, begitu pula Lutfi nampak begitu tampan dan gagah dengan menggunakan jas yang warnanya seirama dengan kebaya Aulia...


" Buk... keluarga mas Rio gak datang? terus mas Yuda, Via dan Lila juga gak datang? " tanya Aulia karena hari sudah semakin gelap ,,pertanda acaranya pun juga akan segera berakhir


" Keluarga mas Rio sedang sibuk,,, dan teman-temanmu masih ada urusan di panti ,,, jadi mereka gak bisa datang..."


...Tentu ibu Sarah menyembunyikan kebenarannya demi kebaikan Aulia ,,, ia takut kalau Aulia sampai tau bahwa Rio dan Via masuk rumah sakit ,,, pasti akan merusak kebahagiaannya hari ini,,,,...


...Aulia tau ada yang di sembunyikan oleh ibunya ,,, ia sangat faham betul dengan sikap ibunya ,,, pasti ada yang tidak beres...


" Tapi tadi Lila ngirim pesan ,,katanya bisa hadir buk ... "


" Owww... gitu ya !!! Ibuk juga kurang faham nak,,, Tadi ibu buru-buru jadi langsung berangkat kesini ,,gak sempet pamit sama anak-anak " ibu Sarah mulai gelagapan dengan jawabannya sendiri


...Aulia makin yakin bahwa ibunya sedang menyembunyikan sesuatu,,, Aulia tak kekurangan akal untuk membuat ibunya berkata jujur...


...Akhirnya dengan sekian banyaknya pertanyaan,,, Aulia mulai mencerna tiap jawaban ibunya ,,, yang artinya kedua sahabatnya saat ini sedang tidak di panti,,,...


" Jadi Lila dan Via sekarang lagi gak di panti buk??? "


" I-iya nak..." Ibu Sarah makin gelapan menjawab pertanyaan anaknya ,,, sungguh kecerdasannya memang tak bisa diragukan lagi


" Lebih baik ibuk jujur sama Aulia sekarang ,, daripada nanti Aulia cari tau sendiri dan akan makin membuat Aulia sakit hati buk..." ancaman Aulia membuat ibu Sarah tak bisa berkutik


...Ibu Sarah menatap ke arah suaminya ,,, berharap suaminya bisa membantunya menghadapi anak cerdasnya tersebut ,, namun ibu Sarah hanya mendapat gerakan pundak naik turun yang menandakan bahwa suaminya sendiri tak tau bagaimana cara menghadapi Aulia...

__ADS_1


...Tak ada pilihan lain,,, terpaksa ibu Sarah mengatakan yang sejujurnya daripada nanti Aulia mengetahuinya dari orang lain malah makin menyakitinya...


" Ibu akan mengatakan yang sebenarnya ,,,tapi kamu harus janji,, ,kamu tetap tenang dan jangan gegabah setelah mengetahui semuanya...."


Aulia mengangguk ,,, ia tau apa yang di maksud ibunya ,,,


" Jadi gini nak,,, sebenarnya Via dan Rio masuk rumah sakit ,,,makanya mereka semua gak bisa datang hari ini,,,!!! "


" Apaaaa.... " teriak Aulia setelah mengetahui orang-orang yang ia sayangi saat ini sedang sakit


" Ssssst... kamu yang tenang nak,,, " Ibu Sarah mencoba menenangkan Aulia


" Ada apa sayang ??? " Lutfi yang dari tadi sibuk menyapa di tengah-tengah para tamu langsung menghampiri Aulia


" Gak papa mas ,,, tadi saya hanya terkejut waktu mendengar Via sahabat saya di panti saat ini sedang masuk rumah sakit,,," Aulia menjaga ucapannya ,,jangan sampai ia menyebutkan nama Rio di depan suaminya


...****************...


...Keadaan Via makin memburuk,,, Via dalam keadaan kritis ,,, detak jantungnya mulai melemah ,,, Lila dan Yuda mulai panik ,, tak henti-hentinya mereka merapalkan doa memohon keajaiban dari Allah untuk kesembuhan Via...


...Dokter memanggil Lila dan Yuda ,,, mereka di ijinkan masuk keruang IGD karena saat ini pasien terus memanggil nama Yuda ,,,...


...Tangisan Lila makin histeris saat melihat tubuh sahabatnya dipenuhi dengan beberapa alat medis ,,, Lila memeluk sahabatnya dengan penuh penyesalan atas apa yang sudah ia katakan kemarin...


" Maafkan aku....maafkan aku ,Vi...." Lila menggenggam tangan Via ,,,


...Via membalas genggaman tangan Lila dan sedikit membuka matanya,,,...

__ADS_1


" Alhamdulillah kamu sudah sadar ,Vi,, maaf atas kata-kata ku kemarin ...hiks hiks hiks....!"


...Via mengangguk pertanda menerima permintaan maaf sahabatnya ,, ia menatap ke arah Yuda ,,, air mata Yuda sudah tak dapat dibendung lagi,,, ia menggerakkan tangan kirinya yang dekat dengan keberadaan Yuda sementara tangan kanannya di pegang oleh Lila...


...Yuda mendekatkan diri ke arah tangan Via ,, Via berusaha meraih tangan Yuda ,,, Yuda yang menyadari Via ingin memegang tangannya ,,maka dengan cepat ia menggenggam tangan Via ,,, ...


" Semangat sehat ya dek,,,, mas sudah menghubungi orang tua mas untuk melamar adek bulan depan dan mas juga minta untuk tidak menunda pernikahan terlalu lama


.... " ucap Yuda dengan sedikit terisak


...Via tersenyum bahagia dengan perkataan Yuda ,,,, bagaimana ia tak bahagia ,, lelaki yang sudah menjaganya selama ini akan menjadi suaminya ,,, sungguh lelaki Sholeh idaman para wanita sebagai imam dunia akhirat,,, namun Via sadar itu hanyalah sebuah mimpi baginya ...


" Ha Ha Pe..." ucap Via terbata


" Apa Vi ?? Kamu mau hp??? " tanya Lila mendekatkan telinganya di bibir Via


...Via mengangguk dan mulai memejamkan matanya ... Yuda terus memanggil nama Via dan sesekali berbisik lafadz Allah dan di ikuti oleh Via ,,, sementara Lila pergi keluar mencoba mencari hp Via di tasnya ,,, ...


...Ya.... tentu saja ia tak menemukan Hp Via ,,, ia baru sadar ,, kemaren kan Via pingsan jadi mana mungkin bawa hp,, jadi pastinya hpnya masih ada dikamar panti......


...Dokter dan perawat mulai berlari ke ruangan Via,,, Lila segera ikut berlari mencoba mencari tau apa yang sedang terjadi hingga membuat tim medis berlarian...


" Innalillahi wainna ilaihi rojiun.... pasien sudah meninggal dunia..."


...Lila yang mendengar ucapan dokter langsung pingsan ,,,Tubuh Yuda pun juga mulai lemas dan bergetar ,,, ...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2