Imam Pengganti

Imam Pengganti
Hotel Araya


__ADS_3

Ini adalah kali pertama Mama Cindy dan Papa Dedik menginap di kontrakan Wulan


Rumah kontrakan yang bahkan lebih kecil dari kamar Wulan di rumahnya


" Wah .. Sarapan enak nih ! " ucap Wulan yang melihat banyak hidangan di ruang tamu sekaligus ruang makan baginya


Karena memang kontrakan Wulan hanya terdiri dari ruang tamu , 2 kamar , dapur dan toilet


" Makan yang banyak sayang " Ucap Mama Cindy


" Siap Ma " Wulan tersenyum penuh kebahagiaan


Bu Sarah dan Pak Sulaiman yang juga ikut menginap di kontrakan Wulan merasa takjub dengan sifat kesederhanaan yang dimiliki oleh Wulan


" Sayang .. Kamu pindah kontrakan aja ya ? " ucap Mama Cindy ditengah sela makannya


" Gak ah Ma , Wulan betah disini , letaknya jauh dari keramaian , jadi Wulan bisa lebih fokus belajarnya , lagian Wulan juga bisa tidur nyenyak kalau disini " Jawab Wulan sambil mengunyah nasi yang masih dalam mulutnya


" Disini cuacanya itu dingin banget nak , apalagi kalau malam , nah rumah ini terlalu banyak ventilasi udaranya , jadi angin malam masih bisa dengan leluasa masuk ke dalam rumah " Mama Cindy melihat ke arah atap


Tentu yang di maksud Mama Cindy adalah atap rumah yang langsung terhubung oleh genting , tak ada penutup asbes disana membuat udara rumah itu terasa sangat dingin


" Wulan udah terbiasa kok Ma , Wulan juga lebih seneng udara segar alami kayak gini dibanding udara AC yang ada dirumah "


" Udah lah Ma , Anak belajar hidup sederhana kok dilarang sih " Papa Dedik menyela pembicaraan istri dan anaknya


" Ya bukannya ngelarang Pa , Mama cuma gak tega aja sama anak gadis kita , apa Papa gak inget semalem kedinginan kayak gitu , malah bilang nyesel lagi nginep disini " Mama Cindy dengan nada sedikit mengejek


Tentu Papa Dedik merasa sungkan pada Pak Sulaiman dan Bu Sarah atas ucapan dari istrinya , karena memang Pak Sulaiman dan Ibu Sarah lah yang meminta untuk menginap di kontrakan Wulan saja tadi malam


Karena Pak Sulaiman sudah kelelahan dan ingin segera istirahat , sedangkan menuju villa milik Pak Dedik masih membutuhkan waktu sekitar 1 jam lagi


" Maaf Pak , gara-gara saya , Bapak jadi harus ikut menginap disini juga " ucap Pak Sulaiman


" Gak papa Pak , kalau gak gini ya kapan lagi bisa nginep di kontrakan Wulan hehehe "

__ADS_1


Papa Dedik melirik kearah Mama Cindy , berharap istrinya bisa lebih menjaga perkataan nya


Saat semua sudah selesai makan , Wulan dengan sigap merapikan piring-piring dan semua tempat makan yang ada diruang tamu


Mama Cindy dan Papa Dedik merasa sangat bangga melihat anaknya yang benar-benar mendalami perannya sebagai gadis sederhana seperti ini


" Kalau kamu gak mau pindah kontrakan , nanti kita beli spring bed aja ya biar empuk dan tinggi juga kalau dibuat tidur terus gak sakit semua ke badan , jadi habis ini kita belanja kebutuhan bulanan mu ya! , mulai dari sabun sampai kebutuhan pokok " Mama Cindy mencoba bernego untuk membelikan yang dibutuhkan Wulan


Karena memang , Mama Cindy merasa iba melihat kondisi Wulan yang serba sangat minimalis , pasta gigi kecil , sabun cair juga kecil , sabun cuci pun juga kecil


Bahkan yang lebih parahnya lagi , di dapur ada sebuah lemari es yang sedang berdiri tegak akan tetapi hanya berisi beberapa telur , sosis , sayur dan minuman


Tak nampak ada susu ataupun buah-buahan yang bisa dijadikan cemilan Wulan setiap harinya


Sunguh sangat jauh berbeda dengan kondisi Wulan dirumahnya yang selalu minum susu serta buah-buahan saat pulang kerumah


Wulan tak ada pilihan lain selain menyetujui permintaan Mamanya , daripada ia harus pindah kontrakan lebih baik ia memilih belanja saja dengan Mamanya


Untuk belanja Papa Dedik memilih diam dirumah saja bersama dengan Pak Sulaiman karena belanja adalah urusan wanita dan sangat membosankan bagi para pria


Mama Cindy juga sudah berulang kali menyuruh Ibu Sarah untuk memilih sesuatu yang ingin di beli namun Ibu Sarah hanya terus berjalan mengikuti langkah kaki Mama Cindy dan Wulan saja


Hingga akhirnya mama Cindy memilihkan baju untuk ibu Sarah dan pak Sulaiman juga


Kini kedua tangan mereka sudah di penuhi dengan paper bag coklat serta tak lupa mereka juga meminta pada toko spring bed untuk mengantar pembelian spring bed mereka sampai rumah


Saat mereka berjalan menuju parkiran mobil , Wulan langsung menghentikan langkahnya kala melihat sebuah mobil Pajero warna silver . Wulan merasa tak asing dengan mobil tersebut hingga ia mendekat dan melihat plat nomor mobil pajero silver tersebut


" Ma .. lihat deh , Mama tau gak ini mobil siapa ? " Wulan menunjuk plat nomor yang menempel di mobil Pajero


" Gak tau Lan , tapi mama ngerasa kok kayak pernah liat mobil ini ya ! "


" Ya bukan cuma liat aja Ma , tapi Mama juga sering naik mobil ini Ma "


Mama Cindy masih memandangi mobil tersebut , namun saat ia melihat tasbih yang menggantung di kaca mobil bagian dalam langsung mengetahui siapa pemilik mobil tersebut

__ADS_1


" Ini mobil kakakmu kan Lan ? " Mama Cindy mulai menebak


" Iya Mama bener banget , ini mobil kakak , tapi kakak ngapain ya disini ? terus kok gak ngabarin Wulan kalau kakak ke Malang hari ini ! "


" Iya juga ya Lan , kakakmu juga gak hubungi Mama kalau dia ke Malang sekarang "


Karena matahari yang mulai bersinar terang membuat mereka memutuskan untuk menunggu Rio di dalam mobil saja


Namun mereka sangat terkejut saat seorang wanita yang mungkin sudah seusia Mama Cindy masuk ke dalam mobil Rio dengan membawa beberapa paper bag di tangannya


Wulan hendak turun dan ingin bertanya siapa wanita tersebut ,karena memang ia sangat hafal dan yakin bahwa mobil tersebut adalah mobil kakaknya


Namun Mama Cindy langsung menghentikan niatan Wulan karena Mama Cindy justru memiliki ide untuk mengikuti mobil wanita itu saja daripada harus langsung melabrak nya


Kini mobil tersebut mulai melaju dan beberapa menit sampailah mobil tersebut di hotel Araya


Hotel Araya adalah salah satu hotel milik Rio di Malang


Mama Cindy ,Wulan dan ibu Sarah makin dibuat penasaran oleh wanita tersebut


Mereka akhirnya memilih masuk dan mengikuti wanita tersebut , receptionis yang melihat kehadiran Mama Cindy langsung menyapanya dengan hangat


" Selamat siang Bu Cindy , apa kabar ? " ucap salah 1 receptionis


" Selamat siang , Alhamdulillah kabar baik , kalian disini apa kabar ? " Mama Cindy mengulas senyum khasnya


" Alhamdulillah baik Bu " jawab kedua receptionis serentak


Mama Cindy menyuruh Wulan masuk bersama ibu Sarah terlebih dahulu untuk mengikuti wanita tersebut sedangkan Mama Cindy mencoba mencari info mengenai Rio dari receptionis


Mama Cindy sangat terkejut saat mengetahui bahwa Rio datang ke hotel bersama dengan seorang wanita yang jauh lebih tua dari Rio ,


Dan saat bersamaan pula , Wulan menelfon Mama Cindy dan menceritakan apa yang baru saja ia lihat


Mama Cindy dibuat syok dengan perkataan Wulan , Mama Cindy memegang kepalanya yang terasa sedikit berat , kedua resepsionis yang melihat kondisi Mama Cindy sedikit goyang langsung membopong mama Cindy ke sofa tunggu

__ADS_1


__ADS_2