Imam Pengganti

Imam Pengganti
Seorang Anak


__ADS_3

...Lutfi berhenti di sebuah supermarket untuk membeli minum dan permen sebagai teman perjalanannya yang masih kurang 1 jam lebih,,, saat ia mengambil minuman ion dingin di kulkas ,,, ia terkejut kala suara seorang wanita yang tak asing sedang menyapanya...


" Masih suka minuman ion ini mas??? "


...Lutfi langsung menoleh dan ia sangat terkejut saat mendapati mantan kekasihnya yang dulu sudah membuatnya seperti orang gila sedang berdiri di hadapannya,,, sang mantan kekasih yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa kabar dan membuatnya merasakan kehancuran...


" Kok diem mas??? " tanya Anggi dengan nada lembutnya


" Jadi ternyata Kamu tinggal di daerah sini? ?? " Tanya Lutfi dengan nada tak terima atas perlakuan Anggi dulu


...Anggi terdiam dengan ucapan Lutfi,,,ia sadar Lutfi pasti masih sangat marah padanya atas sikapnya dulu,,, namun itu bukanlah keinginannya ,,, ia terpaksa melakukannya...


" Kamu pergi dariku tanpa kabar karena menikah dengan lelaki yang lebih kaya dariku kan??? kamu juga sudah punya anak ternyata ..." ucap Lutfi saat melihat isi keranjang belanjaan Anggi ,,,


...Anggi membeli beberapa Pampers dan susu formula serta kebutuhan bulanan lainnya ,,, Anggi terlihat sangat sedih dan mencoba menjelaskan kesalahfahaman Lutfi padanya...


" Aku bisa jelasin semuanya mas,,,, " tangan Anggi meraih tangan Lutfi


" Sudahlah,,,, tak ada yang perlu dijelaskan lagi,, yang jelas sekarang aku udah menikah dan punya istri sholehah serta menerima ku apa adanya.. " Lutfi menghempaskan tangan Anggi


" Belanjaan ini untuk anak kita mas,,, " ucap Anggi


Lutfi yang hendak meninggalkan Anggi menuju kasir langsung menghentikan langkahnya ,,,


" Apa maksudmu anak kita??? " Lutfi terperangah


" Kita cari tempat lain untuk bicara mas,,, aku akan ceritakan semuanya dari awal,, aku gak mau terus-terusan menyembunyikan semua ini dari mas... " bola mata Anggi mulai mengembun

__ADS_1


...Ada kebimbangan di hati Lutfi,,, sebenarnya ia sudah tak mau lagi berurusan dengan Anggi karena saat ini ia sudah memiliki seorang istri yang sholehah dan begitu menyayangi orang tuanya,,, namun di sisi lain ia juga penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Anggi tadi ...


...Lutfi melihat angka di jam tangannya,,, ia berfikir mungkin cukup untuk mendengar penjelasan Anggi kurang lebih sekitar 1 jam saja ...


" Baiklah,, aku akan mendengar semua penjelasanmu,,, tapi aku hanya punya waktu 1 jam saja,, karena ada banyak hal yang harus ku urus "


" Baiklah mas... "


...Lutfi pun beranjak menuju kasir dan disusul oleh Anggi,,, Lutfi membayar semua belanjaan Anggi dan segera menuju mobil tanpa menghiraukan Anggi yang kesulitan membawa barang belanjaannya...


...Lutfi masuk ke dalam mobilnya dan mencoba menguatkan hati,,, ia takut dengan penjelasan Anggi maka akan membuat rumah tangganya berantakan namun ia tak ada pilihan lain,,, rasa penasaran terus menghantuinya selama ini...


" Mas.... " Anggi mengetuk pintu mobil Lutfi


Lutfi membuka kaca mobilnya " Kamu naik mobilmu saja,, nanti aku ikutin dari belakang ,,,"


...Tanpa banyak kata Lutfi menyetujui permintaan Anggi,,, ada rasa benci, kecewa, marah dan penasaran di hati Lutfi,,, membuat Lutfi ingin berteriak melampiaskannya...


...Lutfi mencari cafe terdekat,,, ia tak mau terlalu lama dengan Anggi di dalam mobil,,, ia merasa risih dengan tangisan Anggi dan kata maafnya sedari tadj,, ...


...Setelah melewati beberapa cafe, ,,,Kini mereka sampai di cafe BarBar dengan nuansa pemandangan sawah,, tempatnya tak begitu ramai jadi Lutfi memutuskan untuk mendengarkan penjelasan Anggi disini...


...Lutfi memesan teh hangat dan jus melon kesukaan Anggi serta beberapa cemilan,,, ...


...Mereka mencari gazebo paling ujung untuk menjaga privasi obrolan mereka saat ini,,, ...


" Lebih baik kamu cerita sekarang juga,,, karena aku tak punya banyak waktu,,, " ucap Lutfi sinis

__ADS_1


...Anggi mengambil HP dari dalam tasnya. ia membuka galeri foto dan menyerahkan hpnya pada Lutfi...


" Ini anak kita mas,, dia mirip banget sama kamu. , " Ucap Anggi


...Lutfi serasa tak percaya,, benarkah itu anaknya?? benarkah ia kini menjadi seorang ayah?? banyak pertanyaan yang terbesit di benak Lutfi...


" Apa maksudmu ini anakku??? bukankah kita sudah lama tak bertemu???? kalau memang dia anakku??? kenapa kamu harus pergi ninggalin aku??? " ia masih tak percaya dengan ucapan Anggi


" Sebenarnya saat mas sedang sibuk membuka toko cabang baru di Solo,,, aku sudah hamil 5 bulan mas,, hanya saja aku ingin memberitahu mas secara langsung bukan lewat hp,,, namun sampai 1 bulan lebih mas belum juga pulang,,, jadi aku berniat mengirim hasil USG anak kita pada mas,, tapiiii.... " Anggi sudah tak kuat menahan air matanya lagi,,, Anggi menangis sesenggukan dan memeluk Lutfi


...Lutfi mencoba menenangkan Anggi,, ia ingin segera mengetahui semuanya dengan jelas,, ia takut rasa cintanya yang selama ini sudah ia kubur akan lahir kembali,,, jika ia terlalu lama dengan Anggi,,, sungguh ia tak tega melihat Anggi menangis...


" Tapi apa nggi??? " tanya Lutfi penasaran


" Tapi pas aku buka tas,, ternyata sudah hilang mas,, padahal aku ingat betul kalau hasil USGnya masih ada di dalam tasku,, aku mencari di seluruh isi kamar mas tapi masih juga gak ketemu,,, " jelas Anggi dengan sesenggukannya.


" Lalu??? kenapa kamu gak langsung telpon aja waktu itu,,, aku juga gak akan minta bukti USG atau apalah itu,,,, aku pasti akan mempercayaimu dan berusaha pulang lebih cepat ,,,"


" Iya aku sempat akan menelpon mas,, cuma waktu itu dalam fikiranku hanya mencari hasil USGnya mas,, jadi aku keluar kamar dan mau mencari nya didalam mobil,, aku berfikir mungkin terjatuh di dalam mobil saat aku keluar rumah... " tangis Anggi makin menjadi


" Tenang lah,,, ini tempat umum,, jadi jangan berlebihan gitu.. lebih baik kamu jelaskan detailnya aja" tentu Lufi masih tak faham dengan penjelasan Anggi yang terlalu bertele-tele


...Anggi mengatur nafasnya yang tersenggal karena tangisannya,,, ia mencoba menenangkan diri dan menuntaskan semua kesalahfahaman selama ini...


" Mama mengambil hp ku mas,,, aku tak memberi tahu siapapun kalau aku hamil tapi ternyata mama tau kalau aku sedang hamil,, jadi ia sengaja menyembunyikan hasil USG itu mas,,, sejak saat itu mama dan papa mengajakku pindah ke Jakarta,,, aku dipaksa menikah dengan anak sahabat mama disana,,, aku sudah menolak permintaan mama berulang kali tapi mama dengan tega mengancam akan menggugurkan kandunganku jika tak mau menikah dengan anak dari temannya itu,, aku tak punya pilihan lain mas,,, aku tak ingin melepaskan anak hasil dari buah cinta kita mas,,, jadi maaf aku memilih untuk menikah mas!!! namun aku bercerai saat anak kita berumur 5 bulan,, ya karena kami memang tak saling mencintai,,, jadi tak ada alasan bagi kami untuk terus bersama hihihihi... maafkan aku mas hihihi" Lutfi langsung memeluk Anggi saat Lutfi mendengar semua penjelasannya,, air mata Lutfi pun ikut tumpah disana


...Lutfi merasa sangat bersalah,,, ia fikir selama ini Anggi menyakitinya,, tapi ternyata ia lah yang menyakiti Anggi,,, ia menyesal karena menolak permintaan Anggi waktu itu untuk segera pulang, ya karena saat itu prioritas utamanya adalah bekerja keras agar lebih sukses dan bisa mendapat restu orang tua Anggi untuk menikahinya...

__ADS_1


---0----0-----0----0----


__ADS_2