
Duhai sang malam
Angin dingin menjamahi ujung kaki , mata yang enggan terpejam , fikiran dibuat terbang melayang dan sebuah hati yang inginkan keadilan
Itulah ungkapan yang mewakili perasaan Aulia saat ini
Semenjak ia mengetahui tentang perselingkuhan suaminya, ia seolah kehilangan kebahagiaan nya
Aulia memilih terus diam dan menangis
Dibawah bintang-bintang, Aulia sesekali menengadahkan pandangan nya ke langit , mengusap pipinya yang dibasahi dengan air mata , lalu kembali menenggelamkan wajah di antara dua lututnya yang tertekuk
Rio hanya bisa memandangi Aulia di balik tenda miliknya
Rio memberikan waktu untuk Aulia menenangkan diri sendiri , agar rasa sakit di hatinya bisa ia salurkan dengan air matanya tersebut
Yaaa... Saat ini Rio dan Aulia sedang berada di Villa pribadi Rio di dekat wisata Paralayang Malang , tempat yang paling tepat untuk Aulia menenangkan diri
Saat udara makin malam makin dingin , Rio segera menghampiri Aulia dan membalut tubuh Aulia dengan selimut tebalnya
Dan Rio akhirnya memutuskan untuk duduk di samping Aulia setelah dirasa Aulia lebih tenang
" Udaranya makin dingin , kita masuk ke Villa aja yuk " Ajak Rio
" Aku mau disini saja mas , kalau mas kedinginan , mas boleh masuk duluan gak papa " ucap Aulia yang bahkan masih dalam kondisi menunduk
" Ya udah kalau gitu , aku disini saja nemenin kamu sampai kamu mau masuk , boleh kan ? "
Aulia tak menjawab perkataan Rio
Rio memainkan gitar yang sudah ia siapkan di dalam tenda tadi
Sebuah lagu penuh semangat dari TULUS yang berjudul MANUSIA KUAT, Lagu yang Rio pilih sebagai teman di keheningan malam ini serta pemberi semangat untuk Aulia
ON 🎶🎶🎶🎶
Kau bisa patahkan kakiku
Tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa lumpuhkan tanganku
Tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa merebut senyumku
Tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku
Tapi aku tahu obatnya
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Kau bisa hitamkan putihku
Kau takkan gelapkan apapun
Kau bisa runtuhkan jalanku
Kan ku temukan jalan yang lain
Manusia-manusia kuat itu kita
__ADS_1
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Bila bukan kehendak-Nya
Tidak satu pun culasmu akan bawa bahagia
Kita sinergi tamu di dunia
Kita sinergi tamu di dunia
Kau bisa patahkan kakiku
Patah tanganku rebut senyumku
Hitamkan putihnya hatiku
Tapi tidak mimpi-mimpiku
OFF 🎶🎶🎶🎶
Lagu itu sontak membuat Aulia merasa sangat bersinergi untuk kuat dan bahkan makin kuat
" Honey , jangan diam saja , katakan sesuatu atau paling gak kamu bisa teriak untuk melampiaskan kesedihanmu , lakukan apapun yang ingin kamu lakukan Honey " Ucap Rio yang sedari tadi hanya melihat Aulia menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya
" Aaaaaaaa " Teriak Aulia
Rio sangat terkejut saat Aulia tiba-tiba berdiri dan berteriak begitu hebatnya
Rio pun segera ikut berdiri dan menggenggam tangan Aulia yang mengepal
" Aku boleh teriak sekali lagi gak mas ? " Tanya Aulia menoleh ke arah Rio
" Tentu saja boleh Honey , keluarkan semua kesedihan mu disini , buang semua sakit hatimu disini , hilangkan kegelisahan hatimu mulai saat ini, aku yakin kamu adalah wanita kuat , kembalilah seperti Aulia yang aku kenal sejak dulu "
" Aku benci kamu maaaas ! "
" Aku gak akan maafin kamuuuu ! "
" Aku gak suka dibohongiii ! "
" Aku juga gak mau di maduuuu ! "
Teriak Aulia yang begitu hebatnya dengan nafas tersengal-sengal karena adanya Isak tangis didalamnya
Rio segera memeluk Aulia dan mendekap penuh kasih sayang
Rio ingin memberikan ketenangan di hati Aulia
Namun disaat itu juga Rio baru menyadari kalau Aulia sedang demam tinggi bahkan badan Rio pun serasa ikut panas saat memeluk Aulia
" Kamu demam Honey ! " Ucap Rio sembari melepaskan pelukannya
Rio segera meletakkan punggung tangannya di kening Aulia
" Astaga , badanmu panas banget Honey ! Kita masuk ke Villa aja ya ! "
Rio mulai panik
Namun Aulia masih menolak untuk masuk , ia ingin terus berada dibawah bintang-bintang yang menyinarinya saat ini
Dengan terpaksa Rio menggendong Aulia menuju villa
Sementara Aulia tak bisa melawan karena badannya yang terasa lemas
Kini Rio membaringkan tubuh Aulia di atas ranjang , ia segera mengambil air hangat untuk mengompres kening Aulia
__ADS_1
Rio menelfon Pak Sholeh yang merupakan penjaga villa tersebut , ia meminta tolong pada Pak Sholeh untuk membelikannya 3 kotak nasi ayam bakar dan juga obat penurun demam
Awalnya Rio ingin mengajak Aulia kuliner malam di Alun-alun Batu tapi karena kondisi Aulia yang sedang demam jadi ia mengurungkan niatnya
Setelah hampir 30 menit , Akhirnya Pak Sholeh menelfon Rio dan berkata bahwa ia sudah berada di depan pintu villa
Rio bergegas menuju pintu untuk mengambil obat penurun demam dan 2 kotak nasi , sedangkan 1 nasi lagi diberikan pada Pak Sholeh ,
Rio memberikan uang seratus ribuan sebanyak 10 lembar pada pak Sholeh , untuk mengganti uang ayam dan obat serta tips untuk pak Sholeh
Untung banyak tuh Pak Sholeh , udah dapet 1 kotak nasi di tambah dengan tips uang cash nya , rejeki nomplok itu pak Sholeh
Rio membuka kotak nasi di hadapan Aulia dan menyuapi Aulia perlahan
" Udah mas " Ucap Aulia setelah suapan ketiga dari Rio
" Dikit banget makannya honey , tambah dikit lagi ya ! " Tawar Rio
Namun Aulia hanya menggelengkan kepalanya
Rio tak mau memaksa Aulia , Ia langsung membukakan obat dan membantu Aulia untuk meminum obatnya l
Setelah beberapa menit , kini Aulia tertidur pulas karena efek dari obat yang ia minum tadi,
Sementara Rio masih tetap mengompres kening Aulia dengan penuh kesabaran dan kasih sayangnya
Aulia juga berulang kali mengigau , membuat Rio merasa sangat takut dengan keadaan Aulia
" Tenang honey ! Ada aku disini honey , aku akan selalu ada untukmu sampai kapanpun " Ucap Rio sembari mengompres kening Aulia
Hingga adzan subuh berkumandang , Rio masih dalam posisi duduk dan tertidur di kursi samping ranjang Aulia sembari memegang erat tangan Aulia
Sementara Aulia mulai membuka matanya perlahan, ia melihat ke arah Rio yang sangat nampak kelelahan
" Andai dulu kamu yang menjadi imamku , mungkin aku tak akan merasakan sakit hati seperti ini mas " batin Aulia
Aulia segera memejamkan matanya kembali saat menyadari Rio yang sudah terbangun dari tidurnya
Rio langsung meletakkan punggung tangannya di kening Aulia
" Syukurlah demam mu sudah turun honey " Rio mengulas senyum bahagia
Rio segera bergegas ke kamar mandi ,ia menyegarkan badan dan menghilangkan rasa ngantuknya , karena memang ia hanya tidur selama 2 jam saja dalam semalam
Usai mandi Rio segera keluar dan hendak melaksanakan sholat subuh
" Mas Rio " Panggil Aulia yang sudah duduk di tepi ranjang
" Honey , kamu sudah bangun ? Gimana keadaanmu sekarang ? " Rio menghampiri Aulia
" Alhamdulillah udah enak kan mas , Mas mau sholat subuh ? " Tanya Aulia
" Iya honey , ini mau sholat subuh " Rio mengambil sajadah dan menggelar di ujung kamar
Aulia meminta Rio untuk menunggunya sebentar saja dan Rio pun menurutinya
Aulia segera ke kamar mandi untuk wudlu setelah itu ia mengambil mukenah yang ada di tasnya
" Kita sholat jama'ah ya Mas ? " Ucap Aulia sembari mengenakan mukenahnya
Rio hanya terdiam dengan ucapan Aulia , tentu hal itu sangat membuat Rio bahagia , ia merasa seolah sudah menjadi imam Aulia saat ini ,
Tentu saja Rio sudah menjadi imam sholat bagi Aulia bukan imam yang di artikan sebagai seorang suami lho ya !
Rio ngarep melulu tuh ! ...
...****************...
**
__ADS_1
**
**