Imam Pengganti

Imam Pengganti
Manusia Kuat


__ADS_3

Duhai sang malam


Angin dingin menjamahi ujung kaki , mata yang enggan terpejam , fikiran dibuat terbang melayang dan sebuah hati yang inginkan keadilan


Itulah ungkapan yang mewakili perasaan Aulia saat ini


Semenjak ia mengetahui tentang perselingkuhan suaminya, ia seolah kehilangan kebahagiaan nya


Aulia memilih terus diam dan menangis


Dibawah bintang-bintang, Aulia sesekali menengadahkan pandangan nya ke langit , mengusap pipinya yang dibasahi dengan air mata , lalu kembali menenggelamkan wajah di antara dua lututnya yang tertekuk


Rio hanya bisa memandangi Aulia di balik tenda miliknya


Rio memberikan waktu untuk Aulia menenangkan diri sendiri , agar rasa sakit di hatinya bisa ia salurkan dengan air matanya tersebut


Yaaa... Saat ini Rio dan Aulia sedang berada di Villa pribadi Rio di dekat wisata Paralayang Malang , tempat yang paling tepat untuk Aulia menenangkan diri


Saat udara makin malam makin dingin , Rio segera menghampiri Aulia dan membalut tubuh Aulia dengan selimut tebalnya


Dan Rio akhirnya memutuskan untuk duduk di samping Aulia setelah dirasa Aulia lebih tenang


" Udaranya makin dingin , kita masuk ke Villa aja yuk " Ajak Rio


" Aku mau disini saja mas , kalau mas kedinginan , mas boleh masuk duluan gak papa " ucap Aulia yang bahkan masih dalam kondisi menunduk


" Ya udah kalau gitu , aku disini saja nemenin kamu sampai kamu mau masuk , boleh kan ? "


Aulia tak menjawab perkataan Rio


Rio memainkan gitar yang sudah ia siapkan di dalam tenda tadi


Sebuah lagu penuh semangat dari TULUS yang berjudul MANUSIA KUAT, Lagu yang Rio pilih sebagai teman di keheningan malam ini serta pemberi semangat untuk Aulia


ON 🎶🎶🎶🎶


Kau bisa patahkan kakiku


Tapi tidak mimpi-mimpiku


Kau bisa lumpuhkan tanganku


Tapi tidak mimpi-mimpiku


Kau bisa merebut senyumku


Tapi sungguh tak akan lama


Kau bisa merobek hatiku


Tapi aku tahu obatnya


Manusia-manusia kuat itu kita


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


Manusia-manusia kuat itu kita


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


Kau bisa hitamkan putihku


Kau takkan gelapkan apapun


Kau bisa runtuhkan jalanku


Kan ku temukan jalan yang lain


Manusia-manusia kuat itu kita

__ADS_1


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


Manusia-manusia kuat itu kita


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


Bila bukan kehendak-Nya


Tidak satu pun culasmu akan bawa bahagia


Kita sinergi tamu di dunia


Kita sinergi tamu di dunia


Kau bisa patahkan kakiku


Patah tanganku rebut senyumku


Hitamkan putihnya hatiku


Tapi tidak mimpi-mimpiku


OFF 🎶🎶🎶🎶


Lagu itu sontak membuat Aulia merasa sangat bersinergi untuk kuat dan bahkan makin kuat


" Honey , jangan diam saja , katakan sesuatu atau paling gak kamu bisa teriak untuk melampiaskan kesedihanmu , lakukan apapun yang ingin kamu lakukan Honey " Ucap Rio yang sedari tadi hanya melihat Aulia menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya


" Aaaaaaaa " Teriak Aulia


Rio sangat terkejut saat Aulia tiba-tiba berdiri dan berteriak begitu hebatnya


Rio pun segera ikut berdiri dan menggenggam tangan Aulia yang mengepal


" Aku boleh teriak sekali lagi gak mas ? " Tanya Aulia menoleh ke arah Rio


" Tentu saja boleh Honey , keluarkan semua kesedihan mu disini , buang semua sakit hatimu disini , hilangkan kegelisahan hatimu mulai saat ini, aku yakin kamu adalah wanita kuat , kembalilah seperti Aulia yang aku kenal sejak dulu "


" Aku benci kamu maaaas ! "


" Aku gak akan maafin kamuuuu ! "


" Aku gak suka dibohongiii ! "


" Aku juga gak mau di maduuuu ! "


Teriak Aulia yang begitu hebatnya dengan nafas tersengal-sengal karena adanya Isak tangis didalamnya


Rio segera memeluk Aulia dan mendekap penuh kasih sayang


Rio ingin memberikan ketenangan di hati Aulia


Namun disaat itu juga Rio baru menyadari kalau Aulia sedang demam tinggi bahkan badan Rio pun serasa ikut panas saat memeluk Aulia


" Kamu demam Honey ! " Ucap Rio sembari melepaskan pelukannya


Rio segera meletakkan punggung tangannya di kening Aulia


" Astaga , badanmu panas banget Honey ! Kita masuk ke Villa aja ya ! "


Rio mulai panik


Namun Aulia masih menolak untuk masuk , ia ingin terus berada dibawah bintang-bintang yang menyinarinya saat ini


Dengan terpaksa Rio menggendong Aulia menuju villa


Sementara Aulia tak bisa melawan karena badannya yang terasa lemas


Kini Rio membaringkan tubuh Aulia di atas ranjang , ia segera mengambil air hangat untuk mengompres kening Aulia

__ADS_1


Rio menelfon Pak Sholeh yang merupakan penjaga villa tersebut , ia meminta tolong pada Pak Sholeh untuk membelikannya 3 kotak nasi ayam bakar dan juga obat penurun demam


Awalnya Rio ingin mengajak Aulia kuliner malam di Alun-alun Batu tapi karena kondisi Aulia yang sedang demam jadi ia mengurungkan niatnya


Setelah hampir 30 menit , Akhirnya Pak Sholeh menelfon Rio dan berkata bahwa ia sudah berada di depan pintu villa


Rio bergegas menuju pintu untuk mengambil obat penurun demam dan 2 kotak nasi , sedangkan 1 nasi lagi diberikan pada Pak Sholeh ,


Rio memberikan uang seratus ribuan sebanyak 10 lembar pada pak Sholeh , untuk mengganti uang ayam dan obat serta tips untuk pak Sholeh


Untung banyak tuh Pak Sholeh , udah dapet 1 kotak nasi di tambah dengan tips uang cash nya , rejeki nomplok itu pak Sholeh


Rio membuka kotak nasi di hadapan Aulia dan menyuapi Aulia perlahan


" Udah mas " Ucap Aulia setelah suapan ketiga dari Rio


" Dikit banget makannya honey , tambah dikit lagi ya ! " Tawar Rio


Namun Aulia hanya menggelengkan kepalanya


Rio tak mau memaksa Aulia , Ia langsung membukakan obat dan membantu Aulia untuk meminum obatnya l


Setelah beberapa menit , kini Aulia tertidur pulas karena efek dari obat yang ia minum tadi,


Sementara Rio masih tetap mengompres kening Aulia dengan penuh kesabaran dan kasih sayangnya


Aulia juga berulang kali mengigau , membuat Rio merasa sangat takut dengan keadaan Aulia


" Tenang honey ! Ada aku disini honey , aku akan selalu ada untukmu sampai kapanpun " Ucap Rio sembari mengompres kening Aulia


Hingga adzan subuh berkumandang , Rio masih dalam posisi duduk dan tertidur di kursi samping ranjang Aulia sembari memegang erat tangan Aulia


Sementara Aulia mulai membuka matanya perlahan, ia melihat ke arah Rio yang sangat nampak kelelahan


" Andai dulu kamu yang menjadi imamku , mungkin aku tak akan merasakan sakit hati seperti ini mas " batin Aulia


Aulia segera memejamkan matanya kembali saat menyadari Rio yang sudah terbangun dari tidurnya


Rio langsung meletakkan punggung tangannya di kening Aulia


" Syukurlah demam mu sudah turun honey " Rio mengulas senyum bahagia


Rio segera bergegas ke kamar mandi ,ia menyegarkan badan dan menghilangkan rasa ngantuknya , karena memang ia hanya tidur selama 2 jam saja dalam semalam


Usai mandi Rio segera keluar dan hendak melaksanakan sholat subuh


" Mas Rio " Panggil Aulia yang sudah duduk di tepi ranjang


" Honey , kamu sudah bangun ? Gimana keadaanmu sekarang ? " Rio menghampiri Aulia


" Alhamdulillah udah enak kan mas , Mas mau sholat subuh ? " Tanya Aulia


" Iya honey , ini mau sholat subuh " Rio mengambil sajadah dan menggelar di ujung kamar


Aulia meminta Rio untuk menunggunya sebentar saja dan Rio pun menurutinya


Aulia segera ke kamar mandi untuk wudlu setelah itu ia mengambil mukenah yang ada di tasnya


" Kita sholat jama'ah ya Mas ? " Ucap Aulia sembari mengenakan mukenahnya


Rio hanya terdiam dengan ucapan Aulia , tentu hal itu sangat membuat Rio bahagia , ia merasa seolah sudah menjadi imam Aulia saat ini ,


Tentu saja Rio sudah menjadi imam sholat bagi Aulia bukan imam yang di artikan sebagai seorang suami lho ya !


Rio ngarep melulu tuh ! ...


...****************...


**

__ADS_1


**


**


__ADS_2