
Lutfi dan Aulia sudah sampai di kamar pengantin,,, yakni kamar Lutfi yang sudah di penuhi dengan bunga mawar aneka warna ,, bahkan siapa saja yang masuk kesana akan terasa seperti berada di taman bunga mawar
Lutfi segera menutup pintu kamarnya,,, ia merasa sudah tak tahan lagi ingin bercocok tanam dengan istrinya
Lutfi menggendong tubuh Aulia yang masih mematung di sebelah pintu ,,, ia merebahkan tubuh Aulia di atas kasur yang berhias ratusan kelopak bunga mawar dengan sprei putih polosnya
" Santai sayang... Gak usah tegang .... " ucap Lutfi disusul kecupan singkat di bibir Aulia
Aulia tersenyum manis ,,, ia bahkan tak tau harus berkata apa ??? lalu harus bagaimana??? dan harus seperti apa ???
" Aduuuh... Senyummu itu lho sayang,,,,, bikin mas makin gak tahan...." Aulia dibuat merinding saat tangan Lutfi mengusap lembut bibirnya
Detak jantung Aulia makin tak terkontrol,,, badannya terasa panas dingin,,,
" Kita mulai sekarang yuk dek..." Wajah Lutfi hanya berjarak kurang dari 5 cm dengan wajah Aulia
Aulia hanya menahan nafasnya ,, ia merasa sedikit sesak karena badan Lutfi yang sudah mulai menindih badannya
" Deeeek....." Lutfi langsung ******* bibir Aulia karena merasa tak mendapati jawaban dari Aulia
Aulia pasrah dengan gerakan bibir suaminya ,,, nafasnya tersenggal-senggal membuat Lutfi sesekali memberi jeda untuk Aulia bernafas lega
__ADS_1
" Kamu gak pernah ciuman sayang??? "
Aulia mengangguk merasa malu,,,,
" Ya Allah... Betapa sucinya dirimu wahai istriku.... Terima kasih kau telah menjaga fitrahmu hanya untukku suamimu...." Lutfi mencium kening istrinya .
Lutfi merasa sangat bersyukur karena mendapatkan wanita yang cantik rupawan , baik hati dan sholehah pastinya,,,
Karena di jaman sekarang,,, sangat sulit mencari seorang gadis yang memang masih ting ting ,,,
" Maaaas ......Aku laper..." ucap Aulia membuat Lutfi terperanjak dari tempat tidurnya , kenapa ia bisa lupa kalau istrinya belum makan karena sepanjang perjalanan tadi istrinya hanya tidur di pangkuannya....
" Tunggu mas,,, aku ambil sendiri aja ,,," Aulia merasa tak enak pada Lutfi
" Udah gak papa. ,kamu tunggu disini bentar ,, " .
Lutfi keluar dari kamar dan beberapa menit kemudian ia kembali dengan membawa nampan yang berisi 1 piring nasi lauk ayam bakar dan jus alpukat
" Ayo ...haaaaakk...." Lutfi memberi contoh pada Aulia untuk membuka mulut seperti dirinya
" Aku makan sendiri aja mas ...!" Aulia tersenyum malu ,,
__ADS_1
" Kalau gitu kamu yang nyuapin mas ya???"
" Emmmm..eeemmm...iya mas..." Aulia tak ada pilihan lain ,, lebih baik ia yang menyuapi daripada di suapi,,
Sepiring berdua ,, sangat romantis dan pastinya secara harga juga ekonomis ,,,wkwkwkwkwk
Lutfi makan dengan begitu lahapnya berbeda dengan Aulia yang hanya makan sedikit saja karena merasa malu ,,, padahal sebenarnya ia sangat lapar karena memang seharian ini ia belum makan nasi hanya beberapa cemilan kue dan minum saja
Mereka sudah selesai menghabiskan isi 1 piring yang di bawa Lutfi tadi ,,, Aulia memaksa agar ia saja yang mengembalikan piring ke dapur.
" Biar saya aja mas...!"
" Udah biar mas aja yang turun,, kamu cukup duduk manis disini dan mulai persiapkan diri ,,okey.....!"
Glek...!!!
Ketegangan Aulia makin bertambah ,,, kala Lutfi memberikan ketipan mata nakal padanya...
Berbeda dengan Lutfi yang justru cengengesan berjalan penuh irama seolah ada lagu indah yang saat ini ia dengar ,,padahal jelas-jelas rumah cukup sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam
...****************...
__ADS_1