
Pagi ini Aulia terlihat sangat ceria , ia berniat pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan , ia akan memasak menu kesukaan suaminya , ayam bakar rica-rica dan oseng kangkung serta kripik usus
Aulia sangat merindukan suaminya , sampai - sampai beberapa hari ini ia mimpi buruk , tapi ia selalu berfikir positif ,mungkin karena rasa rindunya yang terlalu dalam hingga membuatnya harus mimpi hal-hal yang aneh , jadi ia tak mau mempermasalahkan mimpi tersebut
Aulia menuruni tangga dengan menyanyikan sebuah lagu kangen dari dewa19
ON 🎶🎶🎶
Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu,
ku akan pulang
Melepas semua kerinduan yang terpendam
Kau tuliskan padaku kata cinta yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku saat ini kuingin hangat pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Takkan kulupa selamanya saat kau ada di sisiku
OFF 🎶🎶🎶
Aulia menutup mulutnya yang keceplosan , ia lupa kalau saat ini berada di rumah mertuanya , namun ternyata kesadaran Aulia terlambat karena sejak tadi Mama Hani sudah melihatnya dari ruang tengah
" Suaramu enak juga sayang , lanjutin donk " ucap mama Hani yang membuat Aulia terkejut
" Ma-maaf ma , Aulia gak tau kalau mama ada disini "
Aulia takut kalau mama mertua nya akan marah karena ia harus bernyanyi tak jelas pagi-pagi gini
Memang biasanya mama Hani di jam sepagi ini masih berada di kamarnya atau di tempat yoga, namun pagi ini ia sudah standby di ruang tengah
__ADS_1
" Kenapa kamu jadi gugup gitu , udah santai aja lah sayang, mama justru terkejut saat tau kalau suaramu sangat merdu " mama Hani menghampiri Aulia yang berdiri terpaku di depannya
Mama Hani menggandeng tangan Aulia dan mengajaknya untuk duduk di sofa ruang tengah
Aulia hanya menurut saja pada mamanya , padahal sebenarnya ia sangat buru-buru karena harus pergi ke pasar dan masak untuk suaminya yang akan pulang nanti siang
" Kamu kenapa kok pagi-pagi gini kayak bahagia banget sayang " tanya mama Hani
" Iya ma , Aulia seneng banget hari ini, soalnya mas Lutfi pulang nanti siang , urusan mas Lutfi sudah beres jadi dia langsung pulang gak usah nunggu 1 Minggu lagi Ma " Aulia tersenyum bahagia begitu pula dengan mama Hani
" Alhamdulillah syukurlah sayang, mama juga udah kangen banget sama Lutfi , kalau gitu ayo kita masakin ayam bakar rica-rica buat Lutfi " ajak mama Hani
" Iya ma , tadi Aulia juga mikir gitu , tapi stok ayam di dapur habis jadi Aulia rencananya mau beli ke pasar dulu "
Tentu semenjak Aulia berada dirumah mama Hani , Aulia lah yang mengatur segala keperluan dapur dan kadang ia langsung terjun untuk memasak ,karena memang masakan Aulia yang sangat lezat dan menggugah selera makan bagi keluarga Lutfi
Sampai-sampai mama Hani yang dulunya harus list menu untuk menu makanan tiap harinya , kini kebiasaan itu sudah tak ada lagi, karena memang Aulia selalu memasak menu-menu yang berbeda setiap harinya
" Kalau gitu , ayo kita ke pasar sekarang , kita beli ayam kampung aja sayang , Lutfi paling suka sama ayam kampung "
" Iya ma ," Aulia sedikit ragu saat mamanya bilang akan ikut ke pasar ,karena memang semenjak ia berada dirumah mama Hani , ia tak pernah melihat mama Hani pergi ke pasar
Saat Aulia menutup pintu kulkas ,, ia sangat terkejut melihat fashion mamanya
" Astaghfirullah " teriak Aulia
Bagaimana Aulia tak terkejut , tiba-tiba ia di sambut dengan baju , celana , kerudung serba hitam dan ditambah lagi memakai kacamata besar warna hitam serta masker gambar hantu untuk menutup mulutnya
Mama Hani pun tak kalah terkejut dengan teriakan Aulia , sementara Bik Lis mencoba menahan tawa melihat fashion majikannya
" Kenapa sayang ? kamu kok teriak gitu ? untung gak copot jantung mama " mama Hani tak menyadari akan keanehan pada dirinya sendiri , membuat Aulia juga bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan mama Hani
Bik Lis berniat meninggalkan dapur , ia ingin meluapkan tawa yang sudah tak bisa ia tahan lagi , namun saat bik Lis melewati mama Hani tiba-tiba langkahnya terhenti karena mama Hani yang sudah menahan badan bik Lis dengan tangannya
" Mau kemana bik? " tanya mama Hani dengan tangan memegang gagang kacamata hitamnya naik ke atas sedikit
Bik Lis tertawa terbahak-bahak dengan sikap majiakannya , sungguh ia sudah tak dapat menahan geli melihat ulah majikannya
__ADS_1
Mama Hani makin dibuat bingung dengan sikap bik Lis , baru kali ini ia melihat bik Lis tertawa sebegitu hebohnya apalagi di depan matanya seperti ini
Bik Lis langsung menghentikan tawanya saat mendapat tatapan tajam dari mama Hani
" Bibik kenapa? " mama Hani mulai memasang wajah seramnya
" Ma-maaf buk, saya cuma ngerasa lucu aja dengan sikap ibuk
Aulia mencoba menenangkan mama nya , ia segera mengajak mama Hani berangkat ke pasar sebelum keburu siang dan pasar akan tutup
Lagi-lagi bik Yem merasa diselamatkan oleh Aulia dari amarah mama Hani
Akhirnya Aulia dan mama Hani meluncur ke pasar tradisional di antar oleh pak Joko
...****************...
Rasa penasaran masih terngiang di fikiran Rio, usai sholat subuh ia langsung bergegas ke ruang resepsionis , ia menanyakan apakah ada tamu atas nama Lutfi di hotel tempat ia berada saat ini
Awalnya resepsionis menolak permintaan Rio karena memang itu hal yang bersifat pribadi namun saat Rio bilang bahwa ia sedang mencari saudaranya yang sudah hilang berbulan-bulan dan bernama Lutfi alamat Malang , sang resepsionis pun akhirnya mau untuk membuka daftar tamunya
Tentu bukan karena kasihan melihat Rio Yang sedang sibuk mencari saudaranya, akan tetapi karena ia juga berhasil mendapatkan foto bersama dengan Rio sebelum akhirnya ia membuka daftar tamu
Dan ya benar saja , disana tertulis nama Lutfi alamat Malang , resepsionis menjelaskan bahwa Lutfi menyewa 2 kamar dan datang dengan 2 orang wanita serta 1 anak kecil lalu resepsionis juga memberitahukan nomor kamar mereka
Entah apa yang Rio rasakan saat ini, bahagiakah atau sedihkah ? ia mengira wanita yang disebutkan oleh resepsionis tadi adalah Aulia ,namun ia juga bingung siapa anak kecil dan 1 wanita lagi yang ikut bersama Lutfi
Rio memutuskan untuk pergi ke kemar nomor 13 dan 14 tempat dimana Lutfi berada , awalnya ia ingin langsung menghampiri Aulia namun ia takut kalau sampai suami Aulia akan menyakiti Aulia lagi
Akhirnya Rio meminta bantuan pelayan hotel untuk memberikan paket makanan yang sudah ia pesan tadi untuk dikirim ke kamar 13 dan 14
Rio memantau kamar 13 dan 14 dari kejauhan ,dan ia sangat terkejut saat ia tau bahwa yang membuka pintu kamar itu bukanlah Aulia namun justru wanita lain yang tak ia kenal ,
Kamar nomor 13 wanita muda , sedangkan kamar nomor 14 wanita yang terlihat seumuran dengan mamanya
Disitulah Rio mulai curiga dengan Lutfi !
Akankah Rio mengetahui kebenarannya?
__ADS_1
Atau Lutfi sudah berhasil pergi dari hotel tersebut dan kebenaran pun tak terungkap ?