
Lutfi terbangun dari tidurnya , ia bahkan melewatkan sholat Dzuhurnya tadi karena begitu lelapnya
" Ya Allah .. Aku ketiduran sampek jam segini ! " Ucap Lutfi sembari melihat layar hpnya ,
Terpampang angka 16.50 di hp , membuatnya terperanjat dari tempat tidurnya dan segera mandi lalu melaksanakan sholat ashar dan mengkodho' ( mengganti ) sholat Dzuhurnya yang terlewat tadi
Usai sholat Lutfi segera keluar kamar untuk mencari keberadaan istrinya , ia dengan langkah terburu-buru menuju ke kamar mamanya , karena ia sudah sangat merindukan istrinya
" Ma... Mama ... " Lutfi mengetuk pintu kamar Mamanya
" Iya , masuk aja sayang " Ucap Mama Hani dari dalam kamar
" Ma.. istriku mana ? " Tanya Lutfi
" Istrimu ? Bukannya dari tadi dia dikamar sama kamu ? " Mama Hani malah tanya balik pada Lutfi
" Gak kok Ma , dari tadi Lutfi dikamar sendirian , tak kirain dia keluar sama mama tadi " Ucap Lutfi
" Mama keluar sendirian sayang , tadi istrimu juga masih dirumah waktu mama belum keluar "
Lutfi mulai panik dengan jawaban Mama Hani , ia segera berlari ke lantai 1 untuk menemui Bik Lis
" Bik... "
" Bik Lis ... "
" Bik Lis...."
Lutfi teriak-teriak memanggil-manggil Bik Lis
Bik Lis yang mendengar panggilan dari Lutfi segera berlari keluar dari kamar mandi
Padahal jelas-jelas tadi Bik Lis masih dalam kondisi membuang hajatnya
" Iya mas , ada apa ? " Tanya bik Lis yang sedikit takut dengan panggilan Lutfi
" Aulia mana Bik ? "
" Mbak Aulia ! Saya gak liat mbak Aulia sejak pulang dari pasar tadi mas " Jawab Bik Lis
" Jadi bibik juga gak tau dimana istri saya sekarang ? "
" Gak tau mas , tak kirain tadi sama mas Lutfi di kamar ! "
" Kenapa gak ada yang tau keberadaan istriku ? " teriak Lutfi dan meremas rambutnya kasar
Bik Lis dibuat kaget dengan teriakan Lutfi , dan karena hal itu membuat hajatnya yang belum terselesaikan tadi seolah ingin menonjol keluar
Lutfi segera berlari keluar untuk bertanya pada 1 orang lagi , yakni pak Slamet supir keluarga mereka
Tanpa banyak kata , Bik Lis langsung kembali ke toilet untuk menuntaskan pembuangan hajatnya ketika Lutfi berlari keluar
" Pak Slamet... "
" Pak Slamet.."
__ADS_1
Panggil Lutfi sambil berlari penuh kepanikan , tanpa sadar ia menabrak papanya yang baru saja pulang dari toko
" Kamu kenapa lari-lari terus teriak-teriak kayak gitu ? " tanya Papa Irawan
" Aulia Pa , Aulia .. "
" Aulia , Ada dengan Aulia ? " Tanya Papa Irawan penasaran
" Aulia gak ada dirumah sejak tadi pagi Pa "
" Apa ? gak ada dirumah ? terus kemana dia ? " Papa Irawan tak kalah panik dengan Lutfi
Karena memang papa Irawan sangat menyayangi Aulia seperti Putri kandungnya sendiri
" Terus ini kamu keluar mau kemana ? " tanya Papa Irawan
" Lutfi mau tanya ke Pak Slamet, mungkin dia tau Aulia dimana , Pa "
" Pak Slamet sejak pagi udah sama papa , jadi gak mungkin pak Slamet tau dimana Aulia "
Wajah Lutfi makin panik , karena ini kali pertama Aulia melakukan hal seperti ini
Lutfi berlari ke kamarnya untuk mengambil hpnya dan mencoba menelfon Aulia
Namun hp Aulia tidak aktif , membuat Lutfi makin panik tak karuan
Lutfi bahkan memberanikan diri untuk menelfon Ayah Sulaiman , karena Lutfi berfikir mungkin Aulia sedang berkunjung ke rumah orang tuanya
Lutfi : Assalamualaikum Yah
Tanpa banyak basa-basi Lutfi langsung bertanya pada Ayah Sulaiman
Lutfi : Yah , Apa Aulia sekarang ada dirumah ayah ?
Ayah Sulaiman : Ayah belum pulang ke Pasuruan nak , ini ayah masih di Malang , memangnya kenapa nak ? "
Fikiran Lutfi makin tak karuan , kemana perginya istrinya saat ini , tak mungkin pula Aulia pulang kerumahnya kalau orang tuanya saja masih di Malang
Lutfi : Ya udah Yah , Lutfi matikan dulu ya telfonnya , Assalamualaikum
Lutfi tak menjawab pertanyaan Ayah Sulaiman membuat ayah Sulaiman bertanya-tanya ada apalagi antara anaknya dan suaminya
Ayah Sulaiman : Waalaikumsalam
" Ada apalagi dengan Aulia dan suaminya ? Kenapa suaminya malah menelfon ku dan tanya keberadaan Aulia saat ini " batin ayah Sulaiman
Ayah Sulaiman keluar dari kamar , hari ini ia merasa sangat resah dan gelisah , bukan hanya tingkah istrinya yang hanya diam saja sejak semalam , tentu ada hal lain yang serasa mengganjal dalam hatinya , di tambah lagi dengan telfon Lutfi yang menanyakan keberadaan anaknya membuatnya semakin tak tenang
" Ada apa Pak ? " Tanya papa Dedik yang saat ini sedang duduk di depan tv
" Gak tau Pak , ini perasaan saya kok gak enak ya dari kemarin " Jawab ayah Sulaiman sembari duduk di samping Papa Dedik
" Apa bapak mau kembali ke kontrakan Wulan saja Pak ? " tawar Papa Dedik
Papa Dedik merasa tak enak hati karena tadi pagi sudah menganjaknya untuk ke Villanya karena memang itu atas permintaan istrinya
__ADS_1
Sedangkan Mama Cindy dan ibu Sarah masih tetap di kontrakan Wulan ,
Alasan Mama Cindy dan ibu Sarah tetap d kontrakan Wulan adalah untuk ikut Wulan ke acara di tempat kuliahnya Wulan ,
Padahal jelas-jelas itu adalah acara khusus mahasiswa dan mahasiswi disana , Andai boleh pun tentu Mama Cindy dan Ibu Sarah juga tak akan datang karena memang saat ini mereka masih syok mengenai perselingkuhan suami Aulia
" Yaaa kalau Bapak gak keberatan , saya mau ke kontrakan Wulan saja Pak , Saya lebih nyaman kalau ada istri saya di samping saya pak " Jawab Ayah Sulaiman
" Ya sudah , kalau gitu habis sholat Maghrib , kita ke kontrakanan Wulan , soalnya ini nanggung kalau berangkat sekarang Pak , bentar lagi juga maghrib "
" Iya Pak "
Adzan Maghrib pun berkumandang , mereka segera melaksanakan sholat berjamaah
Usai sholat mereka bergegas berangkat ke kontrakan Wulan , Papa Dedik dan Ayah Sulaiman sepakat untuk tidak menelfon istri mereka terlebih dulu karena memang mereka berniat memberi kejutan pada istri mereka
Saat memasuki gank menuju rumah kontrakan Wulan , Papa Dedik merasa tak asing dengan mobil yang baru saja berpapasan dengan mobilnya
Karena memang kondisi gelap jadi Papa Dedik tak bisa melihat dengan jelas siapa orang yang berada dalam mobil tersebut
Kini Papa Dedik dan Ayah Sulaiman sudah sampai di kontrakan Wulan
Mama Cindy dan ibu Sarah yang masih berdiri di teras dikejutkan dengan kedatangan suami mereka , mereka takut suami mereka mengetahui apa yang baru saja terjadi
" Assalamualaikum" ucap Papa Dedik dan Ayah Sulaiman kompak
" Waalaikumsalam , Ayaah.. " panggil Ibu Sarah saat melihat Ayah Sulaiman turun dari mobil
" Waalaikumsalam ,Paa " Panggil Mama Cindy pula pada papa Dedik yang juga baru turun dari mobil
Mama Cindy dan ibu Sarah benar-benar dibuat menganga dengan kejutan yang diberikan oleh suami mereka
" Mama sama Bu Sarah ngapain kok berdiri di teras gini ? " tanya Papa Dedik
Mama Cindy dan ibu Sarah nampak gugup , mereka bingung harus menjawab apa , tak mungkin mereka menjawab apa yang sebenarnya terjadi
" Kami lagi nungguin Wulan pulang Pah "
Syukurlah Mama Cindy dengan cepat menemukan jawaban untuk pertanyaan suaminya
Tentu itu jawaban yang tepat karena memang Wulan yang belum pulang dari kuliahnya ,
Wulan masih harus menyelesaikan tugasnya sebagai panitia di acara panggung Rio tadi , serta para panitia juga sedang makan-makan untuk merayakan kesuksesan acara hari ini
Tentu jawaban Mama Cindy memang bisa di percaya, tapi melihat raut wajah Mama Cindy dan ibu Sarah yang nampak tegang membuat suami mereka sedikit curiga ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan
" Oya Ma , tadi Papa liat mobil ..." Ucap Papa Dedik
Mama Cindy langsung menyela Papa Dedik sebelum menyelesaikan kalimatnya
" Mobil apa sih Pa ? " Mama Cindy mengedipkan matanya ke arah suaminya
" Ya udah ayo masuk , udaranya tambah dingin kalau kelamaan diluar gini " ajak Mama Cindy
Sementara ibu Sarah masih terdiam tak dapat berkata apa-apa , ia sungguh tak menyangka suaminya akan datang tanpa memberi kabar seperti ini
__ADS_1
Kini mereka semua masuk ke dalam rumah , namun banyak pertanyaan di hati mereka , membuat mereka saling bungkam