
Aulia meninggalkan kamar ibu Sarah setelah ibu Sarah mulai merebahkan tubuhnya ke kasur
Aulia segera menghampiri Rio yang sedang duduk di ruang tamu
" Mas Rio , Ayo antar aku sekarang juga " Ajak Aulia dengan nada penuh amarah
" Kemana Honey ? Kamu kan baru sssem "
" Udah gak usah banyak tanya Mas , kamu mau anterin atau gak ! " Sahut Aulia sebelum Rio menyelesaikan kalimatnya
Rio segera bergegas mengejar Aulia yang sudah menuju luar rumah
Kini Aulia dan Rio sudah berada di mobil dan tanpa banyak kata , Rio mengikuti semua arahan jalan dari Aulia
Saat mereka sampai di Tol barulah Rio sadar , kemana mereka akan pergi
Rio yang sudah faham dengan jalan fikiran Aulia , kini ia melajukan mobil dengan penuh semangat dan mengulas senyum sinisnya dan penuh kebahagiaan
" Ada plakat hijau besar depan itu kita masuk kesana Mas " Ucap Aulia
Dan sampailah mereka di tujuan Aulia , Aulia segera turun dan membeli beberapa kotak
Sungguh Rio sangat terkejut dengan apa yang ia lihat
" Jadi Aulia buru-buru dan marah-marah kayak gitu, cuma gara-gara pengen beli Bakpao doang ? " Gumam Rio yang masih di dalam mobil
Ya .. Saat ini mereka berhenti di depan toko Bakpao terbesar di Malang ,
Tanpa lama-lama Aulia sudah kembali ke mobil dan memasukkan semua kantong kresek ke tempat duduk penumpang belakang, sementara Rio menatap Aulia masih dengan pandangan penuh tanda tanya
" Kenapa ? Mas mau ? " Tanya Aulia saat mendapati Rio yang terus menatapnya
" Oh gak usah Honey , buat kamu saja " Rio menggaruk rambutnya yang tak gatal
" Ya sudah kalo gitu Mas , kita lanjutin perjalanannya aja ya! nanti di perempatan depan, kita belok kanan " Ucap Aulia sembari menjulurkan tangannya ke depan
Rio hanya mengangguk menuruti perkataan Aulia
Dan Ya ... Kini mereka sudah sampai di depan Perumahan Kartika Candra
" Kita ke rumah Blok F paling ujung itu Mas " tunjuk Aulia
Tentu inilah tempat yang menjadi tujuan utama Aulia saat ini yakni Rumah Lutfi
Aulia segera masuk ke dalam serta membawa beberapa kotak Bakpao yang sudah ia beli tadi
Aulia sengaja menyuruh Rio tetap berada di dalam mobil dan menunggunya keluar
Tentu Rio hanya bisa mematuhi perintah Aulia , karena ia tak mau membuat mood Aulia Yang sudah sedikit membaik berubah menjadi garang seperti saat berangkat tadi
__ADS_1
**
" Assalamualaikum " Aulia mengucap salam dan masuk ke dalam rumah
" Waalaikumsalam , Mbak Aulia " Jawab Bik Lis penuh bahagia menyambut kedatangan Aulia
" Hai Bik , Mama sama Papa ada dirumah ? "
" Iya Mbak , sejak kepergian Mbak Aulia kemarin lusa , Pak Irawan jadi drop lagi gara-gara gak mau makan Mbak "
Aulia memberikan beberapa kotak Bakpao yang ia beli tadi pada Bik Lis
Dan karena perkataan Bik Lis , akhirnya Aulia langsung berlari menuju kamar Papa Irawan
Aulia mengetuk pintu kamar Papa Irawan
" Sayang " Ucap Mama Hani saat membuka pintu kamar
" Mama ! " Ucap Aulia
Mama Hani segera memeluk Aulia dan air matanya pun mulai menetes
" Aulia " Panggil Papa Irawan yang terbaring di ranjang dengan suara serak
" Papa ! " Ucap Aulia
Mama Hani membawa Aulia mendekat ke ranjang papa Irawan
" Maafin Lutfi Aulia , Papa mohon sama kamu , kamu mau ya maafin Lutfi demi Papa " Tangis Papa Irawan
Aulia mencoba menenangkan Papa dan Mamanya yang saat ini terus menangis di hadapannya
Aulia merasa sedih melihat keadaan mereka , tapi rasa sakit hati dan kebenciannya pada Lutfi sudah melebihi batas kesabarannya
" Iya Sayang , maafin suamimu ya , Mama yakin suamimu pasti akan berubah " Tambah Mama Hani
" Maaf Ma , Pa , Aulia sudah terlanjur amat sangat sakit hati sama Mas Lutfi. Bahkan karena ulah mas Lutfi, Ayah Aulia sampai meninggal setelah mengetahui mengenai perselingkuhan mas Lutfi ini "
Mereka terdiam mendengar perkataan Aulia
Mereka tau betul posisi Aulia saat ini
" Maaf Papa sama Mama masih belum bisa ta'ziyah karena kondisi Papa masih kurang sehat Lia "
" Iya gak apa-apa Pa , Ma "
Tentu mereka tau kabar meninggalnya Ayah Sulaiman dari Lutfi kemarin ,
Aulia pun mewakili Ayahnya untuk meminta maaf pada mertuanya jika ada kesalahan ayahnya baik yang di sengaja maupun tak disengaja
__ADS_1
Tentu tujuan Aulia datang kerumah mertuanya adalah untuk meminta maaf dan pamit pada mereka , karena ia sudah masuk ke keluarga mereka dengan baik-baik jadi ia berharap bisa keluar dari rumah mereka dengan baik-baik juga
Papa Irawan dan Mama Hani terus memohon agar Aulia tetap tinggal dirumah mereka namun Aulia masih tetap kekeh dengan pendirian nya
Mama Hani mencoba menelfon Lutfi agar segera pulang untuk meminta maaf pada Aulia serta membujuk Aulia agar tetap berada dirumah mereka
Mama Hani : Lut , kamu dimana ? Cepat pulang , Aulia sekarang ada dirumah
Lutfi : Lutfi gak bisa pulang sekarang Ma , ada hal penting yang harus Lutfi lakukan , soal Aulia, biar nanti Lutfi urus belakangan aja Ma ,
Tentu Aulia juga mendengar perkataan Lutfi karena memang volume hp Mama Hani sangat terdengar jelas bahkan tanpa harus di tempelkan ke telinga
Aulia tersenyum sinis menahan rasa sakit hati mendengar perkataan Lutfi jadi ia segera pamit pada Papa Irawan dan Mama Hani sebelum merasakan sakit hati yang lebih parah lagi
Aulia juga tak lupa untuk pamit dan minta maaf pada Bik Lis dan Pak Slamet
Aulia segera berlari menuju mobil Rio yang terparkir di depan gerbang rumah Lutfi
" Kamu kenapa Honey ? Apa Lutfi nyakitin kamu ? " Tanya Rio yang melihat Aulia menangis tersedu-sedu saat masuk ke dalam mobil
" Kita pulang sekarang Mas " Ajak Aulia
Aulia tak menjawab pertanyaan Rio karena memang ia ingin segera pergi dari rumah ini
Air mata Aulia terus mengalir membasahi pipinya tiap kali mengingat kata-kata Lutfi yang menyebutkan namanya hanya belakangan saja , tentu ia sadar bahwa saat ini ia bukanlah prioritas utama bagi Lutfi
Ingin rasa hati Rio membawa Aulia ke suatu tempat untuk menenangkan diri namun waktu sudah hampir Maghrib dan acara kirim doa ayah Sulaiman dilaksanakan habis Maghrib
" Aku sudah dapat Pengacara Honey "
" Benarkah Mas , kalau gitu kapan aku bisa ketemu sama beliau ? " Tanya Aulia sembari mengusap air mata dipipinya
Aulia nampak semangat mendengar perkataan Rio
Ya saat dirumah Aulia tadi , Rio menghubungi Sella untuk minta tolong agar mencari pengacara terbaik
Dan ternyata baru saja Sella menghubunginya mengenai pengacara yang ia minta
" Sebisamu saja Honey , orangnya biar ngikutin kamu jadwalnya "
" Gimana kalau besok Mas ? "
" Baiklah , aku akan hubungi pengacaranya saat ini juga "
" Makasih banyak Mas , hanya kamu yang selalu ada untukku "
" Sama-sama Honey " Rio mengulas senyum manisnya
Aulia menutup matanya , ia menyandarkan tubuhnya di kursi yang sudah ia ubah dengan posisi sedikit tidur , Aulia menghela nafas panjang dan membuangnya kasar , ia lakukan itu berulang kali
__ADS_1
" Aku akan selalu ada untukmu Honey, sampai kapanpun, dan aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan mu Honey" monolog Rio sembari melirik ke arah Aulia