Imam Pengganti

Imam Pengganti
Lelaki sholeh


__ADS_3

Usai sholat subuh Wulan melihat notifikasi di hpnya , ada beberapa panggilan tak terjawab dari Yuda , Wulan sengaja menonaktifkan nada dering hpnya tadi malam agar tetap fokus mengerjakan tugas di laptopnya tanpa gangguan klunting-klunting dari hpnya yang akan membuyarkan fokusnya


Wulan mencoba menghubungi Yuda , tadinya ia melakukan panggilan suara saja namun karena permintaan Yuda jadi ia mengalihkan panggilannya ke mode video call. Yuda mengarahkan kamera pada Rio, ia juga meminta Wulan untuk tetap diam agar tak membangunkan Rio yang masih tidur.


Tapi kenyataannya Wulan langsung teriak histeris saat melihat kakaknya yang tidur diranjang dengan beberapa lebam di tubuhnya terutama di bagian wajahnya, Rio yang baru saja tidur karena pengaruh obat bius langsung terbangun mendengar teriakan adiknya


Sebenarnya Rio melarang Yuda memberi tahu keluarganya tapi Yuda tetap menghubungi Wulan karena ia takut disalahkan oleh keluarga Rio jika terjadi sesuatu yang serius dengan Rio ,


" Ada apa dengan kakak? kenapa Kakak luka-luka kayak gitu?" tanya Wulan panik


" Biasa cowok Lan, kalah tanding hahahaha " Jawab Rio mencoba menghilangkan kepanikan adiknya


" Tanding apa maksud kakak? apa kakak habis gulat di tempat fitnes? tapi kok bisa sampek kayak gitu sih kak? biasanya kan cuma luka dikit-dikit aja " Wulan tak percaya dengan perkataan kakaknya


Wulan sangat tau kualitas tinju kakaknya,bahkan kakaknya sangat rajin berolah raga demi menjaga kesehatan dan juga nafas panjangnya untuk bernyanyi, Rio tak pernah bertengkar dengan teman fitnesnya apalagi sampai berkelahi seperti itu, Wulan berfikir meskipun kakaknya kalah gulat dengan temannya, tak mungkin akan mendapatkan luka sebanyak itu,


Yuda hanya berdiri kaku di samping Rio, ia takut dengan lirikan mata Rio yang seolah ingin menerkamnya , ia berharap semoga keluarga Rio bisa segera datang agar ia bisa lolos dari kemarahan Rio


" Kamu dimana ini? kontrakan apa rumah? " tanya Rio mengalihkan pembicaraan , padahal jelas-jelas Rio sudah tau walau hanya melihat background belakang Wulan saja ,


" Ya di kontrakan donk kak ! ini hari aktif Wulan kuliah,,,, kalau gitu Wulan Telfon mama papa dulu ya kak , biar mereka bisa jagain kakak dirumah sakit "


" Jangan Lan, kakak gak papa kok, gak usah kasih tau mama papa ya!!! nanti mereka malah jadi khawatir berlebihan kayak kamu tadi , padahal kakak cuma lecet biasa aja ,,, nanti juga pasti udah boleh pulang "


Rio melarang Wulan karena ia takut ancaman papanya akan berlanjut setelah ini kalau sampai papanya tau semua ini gara-gara kelakuan suami Aulia , papanya pasti akan langsung marah jika ini berurusan dengan Aulia tanpa harus mendengar penjelasannya,,,, semenjak kejadian di hari pernikahan Aulia dulu,,, papanya memang sudah melarangnya untuk menemui Aulia demi kebaikannya juga


Rio sangat menyayangi studio musik dirumahnya serta tempat karaoke yang sudah ia rintis sejak masih kuliah dulu , banyak hal indah di studio musiknya yang tak akan mungkin rela ia hapus begitu saja

__ADS_1


" Tapi kalau kak Rio gak pulang saat gak ada jadwal manggung, mama pasti akan khawatir kak, atau gini aja !! kalau emang kakak dibolehin pulang sama dokter , sebaiknya kakak pulang kerumah aja , lagian papa kan lagi di Kalimantan, jadi aman buat kakak karena kan cuma ada mama aja dirumah ! "


" Gak ah Lan,, kakak pulang ke panti aja ,, nanti kakak akan bilang untuk mengurus beberapa hal penting di panti dan mama pasti percaya "


" Ya udah terserah kakak , intinya kalau ada apa-apa kakak harus kabarin Wulan ,janji ya!"


" Siap adekku sayang, " ucapan Rio membuat Wulan serasa ingin menangis ,ini baru kali pertama Rio memanggilnya adek sayang, biasanya juga adek yang bawel atau semacamnya ,,, WAkarena panggilan sayang hanya ditujukan pada Aulia sejak dulu


Percakapan mereka pun berakhir, kini saatnya Yuda yang harus menghadapi situasi berat dalam hidupnya , ia harus menerima kemarahan Rio karena sudah memberitahu Wulan tentang keadaannya


" Cepat ambil hp mu !!! sebelum aku banting kelantai nih! " Ucap Rio dengan tangan yang sudah siap untuk melempar hp Yuda


" Eh...eh... Jangan mas , saya gak punya uang buat beli lagi " jawab Yuda dengan polosnya dan segera mengambil hpnya dari tangan Rio


Rio tersenyum dengan ucapan Yuda , Rio tau dan merasakan ada ketakutan dalam diri Yuda padanya, seolah melihat hantu yang bermuka seram


Namun Prasangka Yuda salah total, Rio tak marah sedikitpun pada Yuda , ia justru berterimakasih pada Yuda karena sudah membuatnya lolos dari amarah Lutfi serta membawanya kerumah sakit tepat waktu, kalau tidak ia pasti sudah kehilangan wajah tampannya karena pukulan dari Lutfi yang bertubi-tubi


" Udah , sekarang kamu pergi cari makan dan beli hp baru yang bagus sana , ganti hp mu yang jadul itu,,, buat VC aja gak jelas banget gambarnya " ucap Rio


Yuda sangat malu dengan ucapan Rio, ia merasa terhina tapi memang itulah adanya , ia hanya seorang anak yang harus hidup mandiri tanpa bantuan dari ayah dan ibu tirinya , jangankan beli hp, beli pulsa saja harus bayar tiap habis gajian alias kasbon hehehehe


Rio memberikan ATM nya pada Yuda , Yuda tak tau maksud Rio,


" Ini buat apa mas? "


" Ya buat beli hp kamu ituh, sama cari makanan yang enak biar tenaga mu fit habis gendong aku tadi malam "

__ADS_1


" Apa mas? beli hp? " Yuda mengulangi perkataan Rio


" Iya ,,,,Hp kan saat ini sangat penting sementara hp mu sudah ketinggalan jaman, jadi kamu beli hp sana..." .


" Gak usah mas makasih, saya pamit keluar beli makan saja ya mas!!" pamit Yuda tanpa mengambil kartu ATM yang dari tadi masih di tangan Rio


Rio sangat terkesan dengan sikap Yuda , Sejak lama Rio sangat mengagumi sosok Yuda , lelaki Sholeh yang pastinya menjadi idaman para wanita Sholehah , lelaki yang apa adanya dan sangat bisa menjaga sikapnya , bahkan Rio tak pernah sekalipun melihat Yuda marah


Terkadang papa Dedik juga sering membandingkannya dengan Yuda , papa Dedik selalu membangga-banggakan Yuda di depannya , seolah Yuda adalah anaknya ,dan Rio anak angkat baginya


" Ayolah Yud , terima aja pemberianku kali ini, aku benar-benar hutang Budi sama kamu , kalau kamu gak nerima pemberianku sama aja kamu tak menganggap ku disini" Yuda menghentikan langkahnya karena mendengar ucapan Rio


" Bukan gitu mas , cuma ...!" Yuda melangkah menuju ranjang Rio


" Gak usah cuma-cuma, sekarang kamu pergi ke counter dan beli hp yang RAM nya 8/12 gitu ,biar sekalian bisa buat ngerjain laporan panti di hp jadi lebih praktis "


Rio memberikan ATM nya pada Yuda ,, ia sangat senang karena Yuda mau menerimanya ,,,, Rio memang sudah terbiasa membelikan orang-orang terdekatnya ,,, sesuatu yang bisa bermanfaat untuk kehidupan mereka ,,


" Baik saya terima mas,, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kasih mas.."


" Iya sama-sama,,, nomor PINnya 1001,,, kamu sekalian beli keperluan lainnya juga , misal perdana , kartu memori sama casing hp gitu,, atau beli kebutuhan lain juga boleh..."


" Iya terima kasih mas,,," Yuda tersenyum manis dengan perkataan Rio yang seakan mimpi baginya


Yuda terlahir dari keluarga yang dibilang sederhana jadi ia sangat menghargai uang dan memanfaatkan uang sebaik mungkin,,, sedangkan Rio terlahir dari orang kaya namun tak pernah bersikap angkuh dan pastinya dermawan


...****************...

__ADS_1


--


--


__ADS_2