
Proses pemakaman berjalan begitu cepat, karena memang banyak orang yang datang untuk membantu persiapan pemakaman Ayah Sulaiman
Semasa hidupnya beliau dikenal sebagai orang yang sangat baik dan bijaksana , beliau juga sering membantu orang sekitar yang kesusahan jadi tak heran jika banyak orang yang ikut merasa kehilangan sosok Ayah Sulaiman
Ibu Sarah pingsan saat melihat keranda suaminya mulai meninggalkan rumahnya, tentu ini sudah kesekian kalinya ibu Sarah pingsan.
Bukan karena ia tak terima dengan kodrat Allah hanya saja ia merasa sangat bersalah dan menyesal karena sudah membuat suaminya marah sebelum suaminya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya
Sementara kondisi Aulia masih terkulai lemas di rumah sakit
" Mas , Ayah mana ? " Tanya Aulia saat membuka matanya
" Kamu istirahat dulu ya ! nanti kita ke tempat ayahmu kalau kamu sudah enakan "
" Tadi aku mimpi kalau ayah sudah meninggal Mas "
Rio memandang sendu wajah Aulia
" Kamu gak mimpi Honey "
" Maksud Mas Rio apa ? " Aulia langsung mengubah posisinya menjadi duduk
Aulia mulai menyadari kejadian tadi yang memang benar adanya , dan bukanlah sebuah mimpi semata
Aulia beranjak dari ranjangnya dan hendak berdiri namun karena kepalanya yang masih pusing membuatnya hampir terjatuh , Untung saja Rio dengan sigap menangkap tubuh Aulia
" Kamu mau kemana Honey ? "
" Aku mau ke ayah Mas , aku mau lihat ayah untuk yang terakhir kalinya Mas " Air mata Aulia mengalir begitu derasnya
" Kamu disini dulu sampai badanmu benar-benar pulih Honey ! "
Rio memeluk erat Aulia mencoba untuk menenangkan Aulia
" Aku mohon Mas ! antar aku pulang sekarang juga ! aku ingin meluk dan cium ayah sebelum aku benar-benar tak bisa melihatnya lagi , Mas "
Rio terus memeluk badan Aulia yang bergetar hebat disertai deraian air mata disana
" Lebih baik kamu disini saja Honey , karena ayahmu sudah selesai dimakamkan "
Rio baru saja mendapat pesan dari Papa Dedik bahwa Pak Sulaiman sudah selesai dimakamkan
Hati Aulia serasa hancur lebur mendengar perkataan Rio , bagaimana mungkin ayahnya dimakamkan tanpa kehadirannya
" Ayaaaah " Teriak Aulia
Rio makin mempererat pelukannya , ia mencoba menenangkan Aulia
Tak terasa air mata Rio pun ikut menetes , ia seolah ikut merasakan apa yang Aulia rasakan saat ini
Namun saat Rio berusaha menenangkan Aulia tiba-tiba ada seseorang yang menarik bajunya dari belakang hingga tersungkur ke lantai dan langsung memukul wajahnya
__ADS_1
" Kurang ajar kau , berani-beraninya kamu meluk istriku kayak gini ! Hah " Bentak Lutfi
Ya , Lutfi sejak tadi sudah menunggu Aulia dan Rio didepan pintu kamar Flamboyan VVIP tempat Aulia di rawat , ia sudah menunggu Rio keluar dari kamar rawat Aulia sejak sejam lalu
Namun ia sudah tak bisa menunggu lagi ,
ia memutuskan untuk masuk ke kamar rawat Aulia
Dan emosinya langsung memuncak setelah mendapati Rio sedang memeluk istrinya seperti itu hingga ia langsung menarik tubuh Rio dan memukulnya tadi
Usai memukul Rio , Lutfi mendekati Aulia dan hendak memeluknya mencoba menjadi sandaran untuk kesedihan istrinya
Justru kedatangan Lutfi bukan malah menenangkan Aulia tapi makin menghancurkan hatinya
" Pergi kamu dari sini , aku gak mau liat kamu lagi Mas , cepat pergi ! " Tangis Aulia yang tadinya mereda kini histeris kembali
Rio mulai berdiri saat melihat Aulia menangis seperti itu , ia pun langsung mendorong tubuh Lutfi ke lantai
" Kamu gak dengar apa kata Aulia ! cepat pergi dari sini Bangsat , sebelum aku panggil keamanan kesini buat nyeret kamu keluar dari sini " Ancam Rio yang sudah berada di posisi tepat di samping Aulia
Lutfi mengulas senyum penuh amarahnya dan berdiri menghampiri Rio
" Apa katamu ? Aku harus pergi dari sini ? Seharusnya yang pergi itu kamu ! Bukan aku "
Lutfi kembali memukul Rio , namun Rio tak tinggal diam , ia juga membalas pukulan Lutfi , kini mereka sudah mulai saling baku hantam
Tentu tak ada yang memisahkan mereka karena memang mereka saat ini berada di kamar VVIP di lantai 4 serta ruangannya yang tertutup
Sebenarnya Rio ingin mengakhiri baku hantamnya dengan Lutfi saat Aulia berteriak tadi , namun karena Lutfi yang masih terus memukulinya jadi terpaksa ia mengabaikan teriakan Aulia
Hingga akhirnya Aulia terjatuh saat hendak turun dari ranjang
Rio dan Lutfi langsung berlari ke arah Aulia saat mereka melihat Aulia terjatuh dan mengeluarkan darah di bagian tangan yang di infus
" Jangan sentuh aku , cepat pergi dari sini " Teriak Aulia saat Rio dan Lutfi hendak membantunya untuk berdiri
Tentu hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi Aulia , ia kehilangan cinta pertamanya yaitu ayahnya dan bahkan ia tak sempat mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya padanya
Ditambah lagi dengan kedatangan Lutfi yang langsung berbuat onar
Tentu Hati Aulia saat ini bukan hanya serasa hancur lebur namun sudah hancur lebur berkeping-keping
Rio yang melihat Aulia kesakitan langsung menekan tombol merah di atas ranjang Aulia untuk memanggil perawat
Tak lama seorang perawat atas nama Sita pun datang
Sita langsung berlari saat melihat darah Aulia yang mengalir dari tangannya
Ia membantu Aulia untuk naik ke atas ranjang dan pamit mengambil alat medis terlebih dahulu
" Tolong bawa mereka keluar dari sini juga Sus ! " Ucap Aulia sembari meringis menahan rasa sakit di tangannya
__ADS_1
" Honey , aku gak mau ninggalin kamu disini sendirian " Ucap Rio menolak
Begitu pula dengan Lutfi
" Sayang , aku suamimu , jadi jangan usir aku dari sini ya ! aku akan temenin kamu disini "
Sita pun dibuat bingung dengan perkataan dua lelaki yang ada dihadapannya , satu manggil Honey yang bisa di artikan sebagai pacar dan yang satunya lagi manggil sayang dan ada embel-embel suami di belakangnya
* Mbak ini maksudnya punya suami terus punya pacar juga gitu ! makanya kok wajah mereka pada bonyok kayak gini , pasti mereka habis bertengkar gara-gara mbak ini * Monolog Sita dalam hati
" Aku mau sendiri dulu Sus , aku gak mau di ganggu siapapun , jadi tolong bawa mereka dari hadapan saya sekarang juga " Pinta Aulia
Sungguh Sita makin di buat bingung dengan sikap Aulia , bagaimana mungkin Aulia malah mengusir 2 lelaki yang ada dihadapannya saat ini , bukankah seharusnya ia merasa bersalah karena ketahuan selingkuh tapi justru 2 lelaki itu yang terlihat takut pada Aulia
Tanpa banyak kata dan sebelum makin banyak pertanyaan dalam hatinya , kini Sita meminta pada Rio dan Lutfi untuk keluar dari ruangan demi kesehatan pasien
Rio dan Lutfi yang mendengar perkataan dari Sita mengenai kesehatan Aulia , akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dan meninggalkan Aulia sendirian di ruangannya
Perawat mengambil peralatan medis untuk menangani tangan Aulia yang berdarah
Sementara Lutfi dan Rio saling menatap tajam , mereka seolah saling bicara dari tatapan mereka
Ingin rasanya mereka menuntaskan baku hantam yang tertunda tadi , namun mengingat kondisi Aulia saat ini , mereka memilih untuk tetap diam dan menunggu Aulia di luar kamar rawatnya
Selang beberapa menit , Perawat pun keluar dari kamar rawat Aulia
Rio dan Lutfi langsung berebut berlari kearah perawat
" Gimana kondisi My honey ku Sus ? Tanya Rio yang sudah sampai terlebih dulu
Dan langsung disusul oleh pertanyaan Lutfi yang juga sudah berada tepat di depan Sita saat ini " Gimana keadaan istri saya Sus ? "
" Kondisi Mbak Aulia sudah membaik , darahnya juga sudah tidak keluar lagi " Jawab Sita menjelaskan
" Syukurlah kalau gitu Sus , kalau gitu saya masuk dulu Sus " Ucap Rio pada Sita
Sementara Lutfi juga berusaha ikut masuk namun Sita langsung menghentikan langkah mereka yang saat ini sudah siap menggeser pintu
" Mbak Aulia tadi bilang ,kalau dia ingin istirahat dan gak mau di ganggu , dia juga melarang siapapun untuk masuk , jadi saya mohon pengertiannya demi kesehatan pasien " Tutur Sita
Rio dan Lutfi pun langsung melangkah mundur dan kembali duduk di tempat duduk mereka masing-masing setelah mendengar penuturan dari Sita
Tentu Sita masih merasa sangat penasaran dengan hubungan kedua lelaki tersebut dengan Aulia
Karena seorang perawat pun juga manusia jadi sudah sewajarnya kalau ia juga terkadang kepo dengan urusan orang lain
" Beruntung banget ya mbak Aulia, bisa dicintai 2 orang sekaligus dan bahkan sangat nurut sama mbak Aulia " Gumam Sita saat berjalan menuju tempat duduk kerjanya
...****************...
**
__ADS_1
**