Imam Pengganti

Imam Pengganti
Jahat


__ADS_3

Lutfi segera pulang setelah bertemu dengan investor baru di tokonya


Hati Lutfi terasa tak tenang saat ini , ia bahkan ingin cepat sampai rumah dan bertemu dengan istrinya


Sepanjang perjalanan , ia memikirkan cara bagaimana ia bisa meyakinkan Rio agar tak memberi tahu Aulia tentang kebohongannya selama ini


Namun hingga mobil Lutfi sudah sampai di depan pagar rumahnya pun , ia masih tak menemukan cara untuk menghadapi Rio


Lutfi segera turun dari mobil dan menuju kamarnya, ia mencari keberadaan Aulia di seluruh penjuru ruang rumahnya


" Sayang.. "


" Sayang.. "


Panggil Lutfi menyusuri rumahnya yang nampak sunyi sepi


Papa Irawan sudah pergi bekerja sejak tadi pagi jadi sudah pasti tidak ada dirumah


Bik Lis juga tak ada dirumah karena ia harus pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur atas perintah Aulia tadi


Sedangkan Mama Hani juga tak ada dirumah , jadi ia berfikir mungkin istrinya sedang pergi dengan Mamanya


" Bik Lis dan Mama juga gak ada , mungkin Aulia pergi keluar sama mereka , tapi kok tumben Aulia gak ngirim pesan dulu ke aku tadi ya ! Ya udahlah lebih baik aku tunggu istriku dikamar saja "


Lutfi segera merebahkan badannya kasar di atas kasur , ia meratapi kesalahannya , air matanya mengalir deras saat membayangkan bagaimana jika istrinya mengetahui semuanya dan memilih untuk pergi meninggalkannya


Lutfi benar-benar sudah dibuat jatuh cinta begitu dalam pada istrinya atas sikap Aulia selama ini padanya , kebaikannya , kejujurannya, ke ihklasannya dan semua hal baik tentangnya


Sedangkan ia kini menyadari telah berbuat kesalahan terbesar dalam hidupnya , yakni terjebak oleh perasaan di masa lalu nya untuk sesaat dan bahkan ia sampai berbuat hal yang sangat hina dengan Anggi sang masa lalunya


" Aku janji akan berubah mulai saat ini sayang, aku tak akan pernah mengecewakan mu , aku janji itu " gumam Lutfi dengan memejamkan matanya


Lutfi akhirnya tertidur setelah kelelahan menangis dan menyesali kesalahannya sedari tadi


**


30 menit kemudian , Mama Hani datang dengan mengendarai mobil pribadinya


Mama Hani melihat mobil Lutfi yang sudah terparkir di garasi ,


Mama Hani bergegas memasuki rumah dan menuju lantai 2 , ia hendak mengetuk pintu kamar Lutfi namun ia mengurungkan niatnya , karena ia berfikir mungkin anaknya sedang melakukan aktifitas senam ranjang dengan istrinya


" Nanti aja deh nunggu Lutfi keluar baru aku ngomong , takutnya nanti aku malah gangguin mereka " Mama Hani tersenyum senang entah apa yang sedang ia fikirkan saat ini , mungkin ia sudah punya cara untuk mengatasi kesalahan Lutfi atau justru Mama Hani membayangkan adegan ranjang anaknya dan menantunya ,hohoho entahlah hanya mama Hani yang tAu

__ADS_1


...****************...


Sebuah kabar yang sangat mengejutkan sekaligus menyakitkan


Bagaimana mungkin lelaki yang sangat Aulia cintai dan percayai tega bermain dibelakangnya selama ini


Aulia sangat menyesal karena ia bahkan harus mengabaikan orang tuanya selama ini , ia jarang datang kerumah orang tuanya demi menjaga perasaan Lutfi


Karena Aulia tau, bahwa suaminya amat sangat cemburu jika ia sampai bertemu dengan Rio , jadi Aulia lebih baik mencegahnya dengan cara untuk jarang datang ke panti


" Mas Lutfi jahat , Mas Lutfi jahat " Aulia menutup wajahnya dengan tangisan histeris disana


" Tenang .. tenang honey , masih ada aku disini " Rio memeluk Aulia


" Kenapa mas Lutfi jahat banget sama aku mas , kenapa ? " Tangis Aulia makin histeris dan memukuli dada Rio yang saat ini berusaha menenangkan Aulia di pelukannya


" Apa salahku , Mas ? Apa aku masih kurang di mata mas Lutfi ? Kenapa dia jahat banget sama aku , Mas ? " ucap Aulia ditengah-tengah Isak tangisnya


" Kamu gak salah apa-apa Honey , Kamu adalah wanita sempurna , hanya saja lelaki bangsat itu yang bodoh karena sudah mengkhianati wanita sesempurna dirimu Honey " Ucap Rio mencoba meyakinkan Aulia agar tak menyalahkan dirinya sendiri


Aulia masih menangis di pelukan Rio , ingin rasanya Rio terus memeluk Aulia akan tetapi jadwal performance Rio sudah kurang 1 jam lagi jadi ia harus bersiap-siap pergi ,


Bahkan Sella sudah menghubunginya berkali-kali sejak tadi , akan tetapi ia hanya mengirim pesan singkat agar Sella berangkat terlebih dahulu dan menunggunya di tempat acara


" Kamu ikut aku ke kontrakan Wulan aja ya ! aku harus segera berangkat ke tempat kuliahnya Wulan , aku udah tanda tangan kontrak buat ngisi acara disana , aku pastikan akan pulang cepat dan langsung menyusul mu ke kontrakan Wulan setelah acara selesai , gimana ? "


" Aku gak mau mas , aku gak mau kemana-mana, aku juga gak tau harus gimana lagi saat ini " Aulia tetap dengan tangisnya disana


Rio melepas pelukannya dan memegang lembut kedua pipi Aulia , ia mengarahkan pandangan Aulia padanya


" Aku mohon Honey , dengarkan perkataan ku kali ini saja , kamu ikut aku ke kontakan Wulan dulu , nanti sepulangnya aku dari manggung , aku akan ngajak kamu ke suatu tempat yang bisa menenangkan fikiranmu , kamu percaya sama aku kan ? "


Aulia terdiam sejenak menatap mata Rio yang terlihat begitu tulus


Dan akhirnya Aulia pun mengangguk


Rio dan Aulia berjalan menuju mobil , Rio menggenggam tangan Aulia dengan erat untuk meyakinkan Aulia bahwa Rio akan selalu bersamanya dan selalu menjadi pelindungnya


Rio bersama dengan supir dan 2 bodyguard nya di dalam mobil , sedangkan 2 lainnya membawa sepeda motor Aulia menuju kontrakan Wulan


Kini Aulia sudah sampai di kontrakan Wulan , Rio mempersilahkan Aulia untuk masuk , namun Aulia dan Rio dikejutkan dengan keberadaan Ibu Sarah yang sudah menunggu Aulia disana


Rio tak menyangka bahwa Ibu Sarah juga berada di kontrakan Wulan saat ini , karena memang itu bukan bagian dari rencananya saat ini

__ADS_1


" Ibuk "


" Sayang... " Ibu Sarah berlari ke arah Aulia


Ibu Sarah langsung memeluk Aulia , pecah tangis ibu Sarah disana


" Ibuk kenapa ? " Aulia nampak keheranan


Sementara ibu Sarah masih meluapkan tangisannya tanpa menjawab perkataan Aulia


Aulia menuntun ibunya menuju sofa dan terus mencoba menenangkannya


" Ibuk .. ibuk yang tenang , ibu kenapa ? " Aulia mulai curiga mungkinkah ibunya mengetahui soal perselingkuhan suaminya saat ini


Aulia melirik tajam ke arah Rio , saat ia menyadari penyebab kesedihan ibunya saat ini


Rio yang faham akan lirikan tajam Aulia segera pamit , tentu bukan karena ia takut dengan lirikan Aulia tapi memang waktu performance yang sudah hampir tiba


Kini Rio sudah berlalu pergi menuju tempat ia akan performance , Rio pamit pada Aulia dan ibu Sarah namun tak ada 1 pun dari mereka yang menjawab pamitnya Rio


" Ibuk kenapa ? " tanya Aulia sembari melepas pelukannya


" Sudahlah nak , jangan pura-pura baik-baik saja, ibu sudah tau semuanya sayang "


" Maksud ibuk apa ? " Aulia masih mencoba tenang dan seolah tak terjadi apa-apa


" Sayang , kamu jangan menyembunyikan perasaanmu saat ini , menangislah jika itu bisa membuatmu tenang nak " Ucap ibu Sarah menggenggam kedua tangan Aulia


Aulia yang mendengar perkataan ibunya hanya berusaha menahan air matanya yang mencoba menerobos keluar


" Meskipun ibu tak pernah mengalami hal ini , tapi ibu juga wanita nak , ibu bisa merasakan apa yang kamu rasakan , jadi ibu mohon , jangan kamu pendam rasa ini sendirian nak , masih ada ibu disini , menangislah nak "


Banjir air mata membasahi pipi Aulia , ia sudah tak dapat menahan air matanya yang sedari tadi sudah ia tahan


Ya... Aulia meluapkan semua kesedihan dan sakit hatinya atas penghianatan suaminya di pelukan ibunya saat ini


Ingin rasanya ia menjerit agar dapat membuang sesak di dadanya akan tetapi ia masih menahannya karena ia sadar rumah kontrakan Wulan terletak di tengah-tengah rumah lain jadi ia tak mau membuat orang sekitar terusik dengan teriakannya


Sementara mama Cindy yang sedari tadi berada di dapur , segera menghampiri Aulia dan ibu Sarah dengan membawakan mereka air minum hangat agar bisa lebih tenang


Ya Mama Cindy sengaja mengajak ibu Sarah tetap di kekontrakan Wulan sedangkan papa Dedik dan Ayah Sulaiman sudah pergi ke Villa mereka yang di Malang tadi pagi


Mama Cindy berharap ibu Sarah bisa lebih tenang dan tak terus mencari alasan tiap kali ayah Sulaiman bertanya akan keadaannya yang diam saja sejak tadi malam

__ADS_1


Dan sungguh sangat kebetulan , ternyata Rio juga membawa Aulia ke kontrakan Wulan juga


__ADS_2