Imam Pengganti

Imam Pengganti
Amarah berujung nikmat


__ADS_3

Tamu mulai berdatangan ... mata Aulia tak henti mencari seseorang yang sangat ia tunggu-tunggu dari tadi.... Seseorang yang selama ini sudah seperti kakaknya sendiri ,,, seseorang yang selalu ia kagumi ,,,, Tentu saja seseorang yang di maksud Aulia itu adalah Rio,,


Orang tua Aulia hanya memiliki 2 anak , , Aldi dan Aulia ,,, namun saat Aulia berumur 9 tahun,, Aldi meninggal akibat kecelakaan ,,, membuat ibu Sri orang tua Aulia down dan sering sakit-sakitan,,,,


Aulia berasal dari Blitar , tapi karena ada yang menyarankan sebaiknya pindah rumah demi kesehatan ibu Sri,, akhirnya saat Aulia berumur 10 tahun mereka pindah ke pasuruan setelah mendapatkan tawaran menjaga panti asuhan dan mendapat fasilitas rumah juga


Semenjak saat itulah Aulia dan Rio saling mengenal dan bahkan sudah seperti kakak beradik


" Kamu nyariin siapa....??? " tanya Lutfi yang sejak tadi melihat mata Aulia sibuk ke kanan ke kiri mencari seseorang


" Aku nunggu mas Rio,,,mas,,,, " jawab Aulia polos


" Rio pemilik panti itu???" Lutfi dengan nada kesal


" Iya mas ,,, dia kok gak datang-datang ya!!! Padahal kan acara kita cuma 5 jam disini... " Aulia menjawab masih dengan polosnya dan matanya tetap sibuk melihat ke kanan ke kiri


" Kamu udah punya suami,,ngapain kamu nungguin laki-laki lain ???? " Lutfi mulai mendengus kesal


Aulia baru menyadari bahwa saat ini Lutfi sedang dalam keadaan marah,,, ia langsung menoleh ke arah Lutfi


" Maaf mas,,, kamu jangan salah faham,,, aku cuma menganggap dia kayak kakak ku sendiri,, gak lebih kok !!! " Aulia mengenggam tangan Lutfi

__ADS_1


" Terserah kamu mau bilang apa,,yang jelas aku gak suka kamu menyebut nama lelaki lain di depanku ,, mengerti !!... " Lutfi menatap tajam Aulia


" Iya mas ,,, maaf ,,, jangan marah ya!!! Aulia takut kalau mas marah gini... "


" Hmmmm....."


" Maaas.... Di maafin kan ???" rengek Aulia


" Hmmmm...."


" Nanti malam tak kasih double kalo mas gak marah lagi ..." Aulia mulai menggoda Lutfi


Lutfi langsung menelan salivanya kasar ,,, seketika amarah Lutfi hilang setelah mendengar perkataan Aulia yang membuat pentungan Lutfi sedikit menegang


" Beneran lho ya!! Awas kamu kalo bohong ... " senyum nakal Lutfi


*** Ya allah... Aku kok bisa bilang kayak gitu,,, malunya diriku,, membayangkan 1 kali saja sudah gak karu-karuan,, kenapa malah aku bilang boleh nambah *** monolog Aulia dalam hati


" Kok diem??? Beneran ya!! Nanti malam aku boleh nambah-nambah,,, jangan harap kamu bisa tidur nyenyak malam ini...." Bisikan Lutfi di telinga Aulia , membuat Aulia merasa- merinding tak karuan


Lutfi terkekeh melihat Aulia yang tersipu malu,,,sangat lucu dan menggemaskan

__ADS_1


...****************...


Setelah Rio memastikan keadaan mamanya baik-baik saja,,,, Rio pamit akan pergi ke pernikahan Aulia


" Kamu gak dateng juga gak papa nak,,, ada papamu disana yang mewakili keluarga kita.. "


" Aku dateng aja ma,,, aku mau memastikan apakah Aulia berada di tangan kelaki yang tepat atau tidak " suara Rio bergetar


" Naaaak...kamu jangan berbuat hal-hal yang aneh ya!!!...." mama Cindy khawatir Rio akan merencanakan sesuatu yang bisa mengganggu pernikahan Aulia


" Tenang ma,,, aku masih waras kok ma,, aku juga gak mungkin ngejatuhin reputasiku sendiri "


" Baiklah nak ,, kamu pergi sama Wulan ya!!! jangan nyetir sendiri,, ajak pak Supir buat nganter kamu...."


" Tapi Rio mau kesana sendirian aja ma..."


" Kalau kamu sendirian kesana ,,, mama gak akan ngijinin kamu pergi...." ketus mama Cindy


" Tapi ma...."


" Berangkat dengan Wulan dan sopir ,, atau gak usah berangkat sekalian...."

__ADS_1


__ADS_2