
Rio dan Aulia segera menuju rumah sakit setelah Mama Cindy menelfon Rio tadi
Mama Cindy memberi tahu Rio bahwa Ayah Sulaiman pingsan dan dibawa ke rumah Sakit Medika Malang
" Kita sarapan dulu ya Honey , disini ada nasi pecel yang cukup terkenal lho " Ajak Rio
" Gak usah Mas , aku mau langsung kerumah sakit saja " Jawab Aulia sembari memasang sabuk pengamannya
Rio segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , karena ia juga khawatir dengan kondisi Aulia yang masih lemas dan pucat
Tanpa banyak kata lagi , Rio menghentikan mobilnya di supermarket terdekat untuk membeli Roti dan air mineral
Sementara Aulia memilih untuk di mobil saja
Aulia mengambil hp dari tasnya , ia mengaktifkan hp nya yang sejak kemarin ia non aktifkan
Aulia melihat puluhan pesan dari Lutfi dan beberapa panggilan dari Lutfi , Aulia juga mendapati pesan dari Lila mengenai kedatangan Lutfi ke panti asuhan untuk mencarinya
Aulia memilih untuk tak membaca semua pesan yang sudah dikirim oleh Lutfi sejak kemarin karena ia tak ingin percaya lagi dengan semua perkataan Lutfi
Tak lama kemudian Rio keluar dari supermarket dengan membawa 2 kantong dan masuk ke dalam mobil
Rio membukakan 1 bungkus roti untuk Aulia
" Ini sarapan dulu Honey " Rio menyerahkan Roti sobek coklat pada Aulia
" Buat Mas saja , aku lagi malas makan apa-apa Mas " Aulia kembali menatap hpnya
" Ayolah makan dikit saja , habis itu minum obat biar demam mu gak naik lagi "
Rio memasang wajah melasnya namun Aulia tak memperdulikannya
Bukan Rio kalau tak memiliki beribu cara untuk membuat Aulia menuruti kemauannya
" Kalau kamu gak makan , aku juga gak makan " Ucap Rio dengan nada sedikit mengancam
" Gak makan ya udah gak usah makan Mas " Jawab Aulia dengan entengnya
Ya... Aulia sudah faham maksud Rio , Aulia selalu tak tega kalau Rio mengancam dengan kata-kata seperti itu sejak dulu
Namun untuk kali ini , Aulia memilih tak memperdulikan semua taktik Rio yang berusaha membujuknya untuk makan
Rio terus memikirkan cara , bagaimanapun Aulia harus makan rotinya meskipun sedikit agar Aulia bisa meminum obat
" Kalau kamu tetep gak mau makan roti ini , aku juga gak mau nganter kamu kerumah sakit "
Aulia yang mendengar perkataan Rio bukannya memakan rotinya tapi justru ia menatap Rio sendu
Aulia melepas sabuk pengamannya dan hendak turun dari mobil
" Mau kemana Honey ? " Rio meraih lengan Aulia
__ADS_1
" Lepasin Mas " Aulia menarik lengannya kasar namun Rio tak mau melepaskannya
" Kamu mau kemana ? "
" Aku mau kerumah sakit Mas , jadi cepet lepasin tanganku " Aulia mulai meneteskan air matanya
Rio sadar , bahwa ucapannya tadi justru menyakiti hati Aulia
" Honey , maaf aku gak bermaksud buat nyakitin kamu , aku cuma gak mau terjadi sesuatu lagi sama kamu , jujur aku takut banget kalau kamu sampai sakit kayak kemaren Honey " Rio menggenggam tangan Aulia
Aulia hanya terdiam , ia faham maksud Rio yang sebenarnya hanya saja ia tak ingin terlalu mengulur waktu untuk bertemu dengan Ayahnya
" Kita berangkat sekarang ya ! " Rio kembali memasangkan sabuk pengaman Aulia
Rio akhirnya memilih menyerah untuk membujuk Aulia makan roti walau secuil , karena ia tau , ia tak akan pernah menang jika berhadapan dengan Aulia
Beberapa menit kemudian , mereka sampai di rumah sakit Medika , Aulia dan Rio segera berlari menuju ruang UGD
Ibu Sarah yang melihat kedatangan Aulia langsung berlari menghampirinya
" Ayah kenapa Buk ? Kenapa tiba-tiba Ayah jatuh pingsan ? "
" Ayahmu , Ayahmu " Tangis Ibu Sarah histeris
" Ayah kenapa Buk ? "
" Ibuk , Ayah kenapa ? "
" Apa Ibuk sudah ngasih tau Ayah tentang mas Lutfi ? "
" Buk , jawab Buk " Aulia makin dibuat takut dengan sikap ibunya
Ibu Sarah hanya menjawab semua pertanyaan Aulia dengan tangisannya saja
Saat Aulia terus mempertanyakan keadaan ayahnya , tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD
" Maaf permisi ! Apa disini ada yang bernama Aulia ? " Tanya Dokter
" Iya saya , Dok " Aulia berlari ke arah dokter
" Silahkan anda masuk , karena pasien terus menyebut nama anda sejak tadi " Dokter membukakan pintu UGD dan mempersilahkan Aulia untuk masuk
Aulia segera masuk dan menghampiri Ayahnya yang sudah dipenuhi alat medis di badannya
" Ayaaaah ! " Tangis Aulia pecah melihat keadaan ayahnya yang terbaring lemah seperti itu
" Ma-maaf , ma-maaf , ma-maaf " ucap Ayah Sulaiman terbata-bata
Ya.. Hanya Kata-kata itu yang terus terucap dari bibir Ayah Sulaiman
" Ayah ! Ayah kenapa minta maaf , Ayah gak salah apa-apa sama Aulia , jadi Ayah gak perlu minta maaf kayak gini Yah "
__ADS_1
Aulia memeluk erat tubuh Ayahnya dengan penuh deraian air mata
Suara ayahnya pun makin lama makin melemah begitu pula dengan detak jantungnya
Dan ya... Kini komputer pendeteksi jantung Ayah Sulaiman juga sudah mulai kehilangan iramanya ,
Dokter dan para perawat segera melakukan tindakan dengan menggunakan alat pacu jantung pada Ayah Sulaiman
Aulia yang melihat Ayah Sulaiman dalam kondisi seperti langsung teriak menangis histeris , Rio yang mendengar teriakan Aulia langsung masuk ke dalam UGD dan menghampiri Aulia
Dokter pun sudah berusaha semaksimal mungkin , namun semuanya tetap kembali pada yang maha kuasa
" Innalillahi wainna ilaihi rojiun " Ucap dokter yang menangani Ayah Sulaiman
Aulia yang mendengar perkataan dokter langsung lemas dan menangis histeris
" Ayah.. "
" Ayah , jangan tinggalin Aulia , Yah ! "
Aulia teriak histeris dan langsung pingsan saat itu juga
Dokter pun segera keluar untuk memberitahukan kabar duka tersebut pada keluarga yang menunggu di luar
Alhasil kabar itu juga membuat tubuh Ibu Sarah terhempas ke lantai dan tak sadarkan diri
Mama Cindy dan Papa Dedik mulai menggendong ibu Sarah di tempat duduk ruang tunggu
Sementara Rio menggendong Aulia ke atas ranjang pasien karena memang kondisi Aulia yang masih lemas dan sedikit demam
Rio meminta dokter untuk memastikan kesehatan Aulia dan Ibu Sarah
Namun dokter menyarankan untuk memasang infus pada Aulia karena kondisinya yang cukup lemah sementara Ibu Sarah hanya disarankan untuk lebih di tenangkan saja
Papa Dedik menuju kasir untuk pelunasan biaya Ayah Sulaiman agar bisa segera dibawa pulang dan dikebumikan
Sementara dibalik tembok besar yang menghadang antara ruang UGD dan kasir , Papa Dedik hanya melirik ke arah Lutfi yang sedang memantau ruang UGD
Ya Tentu saja Lutfi tadi ikut mengantar Ayah Sulaiman ke rumah sakit hanya saja Ibu Sarah melarang Lutfi untuk dekat-dekat dengannya dan juga suaminya , jadi Lutfi memilih untuk duduk di ruang tunggu depan kasir
Lutfi hanya bisa memandangi Aulia dari kejauhan sejak kedatangannya tadi ,
Lutfi dibuat geram dengan adanya Rio disamping Aulia , tapi saat ini ia lebih memilih untuk diam karena memang tak memungkinkan baginya untuk memberi pelajaran pada Rio di depan Aulia
" Lihat saja kau Rio , gara-gara kamu , Aulia sampai nekat pergi dari rumah , aku gak akan lepasin kamu gitu aja " tangan Lutfi meremas sandaran kursi yang ada didepannya
...****************...
**
**
__ADS_1