
Rumah yang begitu ramai dengan penuh candaan sejak siang tadi langsung hening saat Adzan Maghrib berkumandang , Ayah Sulaiman mengajak semua orang untuk sholat berjamaah dirumah Lutfi
Saat ini Ayah Sulaiman yang menjadi imam sholat Maghrib , semua orang khusyu mendengar lantunan bacaan surat alfatihah dan surat Al kafirun di rokaat pertama serta surat Al ikhlas di rokaat kedua
Usai Sholat berjamaah , mereka melafalkan dzikir bersama dan ditutup dengan doa , , Ayah Sulaiman memanggil Lutfi untuk menghadap padanya sesaat setelah mereka membaca doa
Ayah Sulaiman sudah mempersilahkan semua orang untuk kembali ke ruang tamu terlebih dahulu , karena memang ada sesuatu hal yang harus Ayah Sulaiman bicarakan dengan menantunya
Bahkan Aulia saja tak di perbolehkan mendengar percakapan mereka
" Nak Lutfi , Ayah Titip Aulia sama kamu ya ! jaga dia , lindungi dia , jangan pernah kamu sakiti dia . Entah kenapa perasaan Ayah beberapa hari ini tak enak , Ayah hanya takut sesuatu terjadi pada Aulia "
Tentu perkataan Ayah Sulaiman serasa mengiris halus relung hatinya , ia baru saja menyesali semua perbuatan setelah ia menyadari bahwa ia memiliki istri se sholehah Aulia dan mertua yang sangat baik padanya
Lutfi hanya mengangguk , tenggorokannya terasa sakit karena menahan air mata yang berusaha menerobos keluar
" Ayah benar-benar minta tolong nak , cintai putri kesayangan kami seperti kami menyayanginya , bagi kami tak ada kebahagiaan paling berharga selain melihat Aulia bahagia nak " air mata Ayah Sulaiman menetes perlahan
Begitu pula dengan Lutfi yang juga sudah tak mampu membendung air matanya lagi
Apalagi saat mendengar kata anak , itu membuat hati Lutfi makin hancur , semua kesalahan ini berawal dari rasa bersalah pada anaknya dan hanya mencoba menebus kesalahannya pada anaknya
Namun apa yang terjadi , Lutfi justru sudah tergoda oleh rayuan Anggi . Seorang wanita yang dulu memang pernah singgah di hatinya
" Ayah percaya sama kamu " Ayah Sulaiman menepuk pundak Lutfi
Ayah Sulaiman mengusap air matanya dan pergi meninggalkan Lutfi yang masih duduk di musholla rumahnya
Saat Lutfi hendak berdiri untuk menyusul Ayah Sulaiman ke ruang tamu , tiba-tiba sebuah tangan menahan pundak Lutfi hingga akhirnya ia terduduk kembali
" Duduk kamu ! " tegas Papa Irawan
" Papa ! Kenapa Pa ? Bukankah Papa sakit , Sebaiknya Papa istirahat di kamar saja " ucap Lutfi yang seolah tak terjadi apa-apa
" Papa sudah dengar semua perkataan mertuamu , sekarang Papa tanya? Apa yang akan kamu lakukan setelah ini? " Wajah Papa Irawan nampak serius
" Maksud Papa apa? Papa kenapa kok jadi serius kayak gini " tanya Lutfi yang seolah tidak terjadi apa-apa
" Kamu gak usah ngelak lagi , Papa sudah tau semuanya . Beberapa hari ini kamu bukannya ke Blitar untuk urusan toko , tapi kamu pergi ke Bali dengan Anggi dan anakmu , iya kan ? "
__ADS_1
Lutfi melotot , ia tak percaya bahwa Papanya mengetahui semuanya , bahkan ia sudah menyuruh sekertaris nya untuk tutup mulut ,
" Kenapa ? Kamu kaget kalau Papa sudah tau semua kebusukanmu " ucap Papa Irawan sembari memegang dada kirinya
" Tenang Pa , Papa jangan terbawa emosi , kesehatan Papa sedang tidak baik " Lutfi mencoba menenangkan Papanya
Papa Irawan tersenyum sinis
Papa Irawan memang sudah mengetahui kebusukan Lutfi semenjak keberangkatannya beberapa hari lalu , hingga membuat kondisinya drop
Papa Irawan juga turut sakit hati dengan sikap putra semata wayangnya , bagaimana bisa ia selingkuh dari seorang istri sempurna seperti Aulia
Papa Irawan bahkan tak berani menampakkan wajahnya di hadapan orang tua Aulia
" Setelah ini kamu bisa apa ? Cepat atau lambat kebusukanmu akan terungkap juga . Papa yakin kamu akan menyesali kesalahan ini seumur hidupmu "
Tubuh Lutfi bergetar , badannya tiba-tiba panas dingin karena perkataan papanya
" Pa .. Lutfi mohon , jangan bilang soal ini ke Aulia , Lutfi janji akan menjauhi Anggi setelah ini "
Rasa percaya Papa Irawan pada anaknya sudah pudar , bagaimana mungkin satu-satunya anak kebangaan sudah berbuat hal yang sangat memalukan
Papa langsung berdiri setelah mendengar Aulia memanggil - manggil suaminya
" Papa harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini secepat mungkin , karena Papa gak mau kehilangan menantu sebaik Aulia "
Tentu Papa Irawan sangat menyayangi Aulia , begitu pula dengan mama Hani , karena kehadiran Aulia dirumah mereka membawa suasana baru dan penuh kebahagiaan
Tugas Mama Hani pun terasa lebih ringan semenjak kehadiran Aulia , Aulia yang justru rela berkorban banyak untuk keluarga Lutfi
" Mas... " Aulia menghampiri Lutfi
" Iya sayang " jawab Lutfi serak dan mengusap air matanya
" Mas nangis ? Kenapa? Apa Ayah bicara macam-macam? " tanya Aulia yang melihat mata Lutfi merah
" Gak kok sayang , Mas hanya kelilipan aja "
" Beneran? "
__ADS_1
" Iya sayang " Lutfi mencium bibir Aulia yang tepat berdiri didepannya
" Mas , Ah , kalau ada yang liat gimana ? " Aulia memukul dada Lutfi pelan
Lutfi hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang nampak memerah ,
Lutfi segera ke ruang tamu setelah Aulia mengatakan bahwa mertua dan orang tua Rio akan pamit pulang
" Ayah sama ibuk kenapa gak nginep disini aja ? " tanya Lutfi
" Gak usah nak terima kasih , kami sudah terlanjur ada janji " jawab ibu Sarah
Setelah Lutfi melakukan beberapa bujukan pada mertuanya , tetap saja mertuanya menolak untuk menginap dirumahnya
Dengan berat hati Aulia dan Lutfi akhirnya menghormati keputusan mereka
Setelah mobil orang tua Aulia dan orang tua Rio keluar dari halaman rumahnya , Lutfi segera pamit ke kamarnya untuk istirahat
Namun berbeda dengan Aulia , Aulia masih harus menyiapkan bubur untuk makan malam Papa Irawan sebelum minum obat
Tentu selama papa Irawan sakit , Aulia yang selalu setia merawat dan mengurus semua kebutuhan Papanya sedangkan Mama Hani harus mengurus kepentingan toko
Kini semua tugas Aulia sudah selesai , Aulia juga sudah melaksanakan sholat isya di mushollah rumah
Saat ia masuk ke kamar , nampak ada raut kecewa di wajah Aulia , tentu ia berharap suaminya akan menunggunya datang dan melakukan olahraga malam di ranjang dan ternyata ya..Lutfi sudah tidur
Dengan wajah cemberut Aulia merebahkan pelan tubuhnya di samping suaminya , Aulia rindu sentuhan hangat suaminya akan tetapi melihat wajah lelah suaminya membuatnya tak tega untuk membangunkannya
Aulia meraih ponselnya yang sejak tadi ia letakkan di laci sebelah tempat tidurnya
Aulia membuka pesan dari nomor yang tidak dikenal
" Aulia kamu harus tau sebuah kebenaran , bahwa Lutfi sudah kembali dengan mantan kekasihnya dan mereka juga sudah memiliki anak " lirih Aulia membaca isi pesan tersebut
Aulia sangat terkejut dengan isi pesan tersebut , begitu pula Lutfi yang juga mendengar ucapan Aulia , karena memang Lutfi hanya pura-pura tidur bukan benar-benar tidur
Siapakah yang sudah mengirimkan pesan singkat itu kepada Aulia ? Mungkinkah Rio sudah tidak sabar untuk memberi tahu kebenaran tentang Lutfi hingga ia harus mengirim pesan di malam hari tanpa menunggu besok untuk bertemu dengan Aulia secara langsung !!!
.
__ADS_1