Imam Pengganti

Imam Pengganti
Bunuh Diri


__ADS_3

Lila yang harus bertanggungjawab penuh untuk acara doa dihari pertama meninggalnya Ayah Sulaiman


Karena kondisi ibu Sarah yang masih belum terlalu pulih


" Kamu butuh apa lagi Lil " Tanya Yuda sembari menyerahkan beberapa kantong kresek belanjaannya


Yuda baru saja datang dari pasar untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah di list oleh Lila tadi


Ya hubungan Lila dan Yuda akhir-akhir ini lebih baik dan bahkan makin dekat


Tentu sangat berbeda dengan kondisi hubungan mereka dulu yang selalu saja bertengkar bak tikus dan kucing


Kini mereka lebih sering bercengkrama dan sering menghabiskan waktu bersama saat ada waktu luang


" Ini semua sudah cukup Mas , terima kasih " Lila mengeluarkan dan mengecek semua hasil belanjaan Yuda dari kantong kresek


" Kamu sudah makan , dari tadi aku gak liat kamu makan ? " Tanya Yuda


" Nanti dulu mas , ini masih sibuk banget " Jawab Lila yang mulai melanjutkan aktifitasnya


Sementara Suci yang saat ini sedang membantu Lila dan juga duduk di depan Lila langsung menatap Lila dengan penuh rasa cemburu


Ya , Suci sangat mengagumi sosok Yuda dan juga menaruh hati pada Yuda


Suci merupakan salah satu guru yang juga bekerja di panti asuhan saat ini , ia sudah bekerja di panti asuhan kurang lebih 3 bulanan dan selama itu pula ia menyukai Yuda karena sikapnya yang baik hati dan juga sholeh pastinya


...****************...


Kini sudah waktunya pergantian shift jaga bagi para perawat


Sita dan shift jaga malam mulai berkeliling untuk menjelaskan hal-hal apa saja mengenai pasien


Saat Sita dan rekan-rekannya keluar dari ruangan Aulia , semua mata tertuju pada Rio dan Lutfi yang sedang duduk berjauhan di depan ruangan Aulia


Tentu Sita sudah menjelaskan kepada mereka semua , tentang Aulia yang tak ingin di temui oleh siapapun terutama 2 lelaki yang sedang duduk di depan ruangan Aulia tersebut


Rio segera beranjak dari tempat duduknya menuju musholla saat mendapati notifikasi adzan Maghrib di hpnya


Dan Lutfi pun juga langsung bergegas menyusul Rio saat melihat Rio menuju musholla


Tak lama merekapun kembali ke tempat duduk mereka masing-masing


Perut Rio keroncongan karena memang seharian ini ia belum makan sama sekali , jadi ia segera memesan makanan online ,


Tak butuh waktu lama , makanan pun datang dan Rio segera melahap habis makanannya


Lutfi pun hendak memesan makanan online juga namun saat ia memilih menu yang akan ia pesan tiba-tiba ia mendapat telfon dari Mama Rosi


Lutfi : Apa ? Terus sekarang mereka ada dimana ?


Wajah Lutfi nampak sangat panik

__ADS_1


Lutfi segera berlari menuruni tangga


Rio yang melihat Lutfi pergi langsung bisa bernafas lega setidaknya ia bisa menjaga Aulia sendiri saat ini


Rio tentu penasaran apa yang membuat Lutfi hingga sepanik itu tapi baginya saat ini Aulia adalah orang yang lebih penting dari siapapun


**


Kini Lutfi sudah sampai di depan ruang UGD , dan disana terlihat Mama Rosi sedang menangis histeris


Tentu telfon dari Mama Rosi lah yang membuat Lutfi harus berlarian dan panik tadi


" Katakan apa yang terjadi ? Kenapa Anggi dan Wawan sampai masuk UGD seperti ini ? " Tanya Lutfi sembari menggoyang-goyangkan tubuh Mama Rosi yang sudah lemas


" Cepat katakan " Bentak Lutfi karena tak mendapati jawaban dari pertanyaannya


" Aku gak tau ! Saat aku pulang dari Mall tadi , aku liat mulut Anggi dan Wawan sudah berbusa " Ucap Mama Rosi dengan deraian air matanya


Lutfi menghempas kasar tubuh Mama Rosi ke lantai


Lutfi tak bisa berfikir jernih , fikirannya tak karuan , ia takut akan terjadi hal buruk pada anaknya


Setelah beberapa menit akhirnya Dokter keluar dari ruang UGD


Lutfi segera berlari dan menghampiri Dokter tersebut


" Gimana kondisi anak saya , Dok ? "


" Kondisi anak Bapak masih kritis dan harus dilakukan tindakan operasi , sedangkan istri anda sudah melewati masa kritisnya dan hanya menunggu sampai siuman "


Tentu dokter mengira Anggi adalah istri Lutfi , karena Lutfi yang sudah menyebut kata anak pada dokter tersebut


Lutfi menangis histeris mendengar perkataan dari Dokter , ia sangat takut kalau sampai ia harus kehilangan anaknya


" Mereka kenapa Dok ? Kenapa mulut mereka mengeluarkan busa seperti itu? " Tanya Mama Rosi yang kini juga berada tepat di samping Lutfi


" Dari hasil pemeriksaan , mereka telah meminum sabun deterjen dan kemungkinan besar ada niatan untuk bunuh diri " Dokter menjelaskan


" Bunuh diri ? " Ucap Lutfi dan Mama Rosi serentak


" Iya , Pak , Buk ! Untuk mengetahui kebenarannya , anda bisa menunggu istri anda siuman untuk bertanya " Tutur Dokter


Dokter pun pamit undur diri sedangkan Lutfi masih mematung mendengar perkataan Dokter


Ada rasa menyesal dalam benaknya , mungkinkah Anggi berniat bunuh diri dan juga membunuh anaknya karena perkataannya kemaren


Padahal bukan itu yang Lutfi maksud , ia hanya meminta mereka untuk pergi sementara bukannya pergi untuk selamanya


**


Kini Anggi sudah dipindahkan ke kamar rawat inap lantai 3

__ADS_1


Lutfi terus mendampingi Anggi sampai Anggi siuman


Dan tak butuh waktu lama , Anggi pun sudah siuman dan terkejut mendapati Lutfi yang sudah duduk di disampingnya saat ini


" Mas Lutfi ? Kenapa aku belum mati ? " Ucap Anggi saat ia menyadari bahwa ia masih di dunia , bukannya di tempat yang ingin ia tuju


Ya .. Anggi berharap bisa pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya dengan anaknya


" Syukurlah kamu udah siuman ! Apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa kamu malah coba bunuh diri kayak gini "


Anggi mengabaikan pertanyaan Lutfi dan langsung mempertanyakan keberadaan anaknya


" Mana Wawan , Mas ? "


Lutfi hanya diam , ia tak tau harus menjawab apa


" Mas , Wawan dimana ? Apa dia baik-baik saja ? "


Tentu Lutfi masih memilih diam , ingin rasanya ia marah pada Anggi karena sudah berniat bunuh diri dan juga berusaha membunuh anaknya


Tapi ia tak tega melihat air mata Anggi yang saat ini mulai bercucuran


" Maaas , Jawab ? " Anggi memegang tangan Lutfi


Lutfi menatap sendu ke arah Anggi , dengan perlahan ia mengatakan mengenai kondisi Wawan yang masih kritis dan harus menjalani operasi


Tangis Aulia makin histeris mendengar perkataan Lutfi


" Semua ini gara-gara kamu , Mas " teriak Anggi


" Kalau sampai ada apa-apa dengan Wawan , aku gak akan pernah maafin kamu " Ucap Anggi disela-sela Isak tangisnya


Lutfi hanya terdiam


Tentu saja Anggi lebih berhak marah pada Lutfi karena memang semua ini adalah murni kesalahan dari Lutfi


" Kamu yang tenang , aku sudah meminta dokter untuk melakukan apapun yang terbaik untuk Wawan , jadi aku minta maaf atas keegoisanku padamu dan juga Wawan " Lutfi meraih tubuh Anggi dan memeluknya


Anggi membalas pelukan Lutfi yang mencoba menenangkannya


Anggi tak sepenuhnya marah pada Lutfi karena memang alasan utama Anggi melakukan bunuh diri ini adalah ulah dari orang lain bukannya Lutfi


Siapakah dalang di balik bunuh diri Anggi ?


Apakah Wawan akan selamat ?


...****************...


**


**

__ADS_1


__ADS_2