
Aulia memilih menerima suaminya kembali dan akhirnya ia ikut pulang ke Malang , Aulia mendapat sambutan hangat dari keluarga Lutfi , rumah tangga mereka berjalan lancar dan penuh kebahagiaan
Lutfi bersikap sangat lembut dan membuat Aulia merasakan cinta yang tulus dari suaminya, tentu itu karena Lutfi tau bahwa istrinya sudah tak berhubungan lagi dengan Rio
Aulia juga sudah jarang datang ke panti, karena ia memilih untuk tidak pergi ke panti kalau bukan suaminya yang mengantarnya
Bahkan pak Joko sendiri juga takut kalau harus mengantar Aulia ke panti lagi karena masih untung kejadian beberapa waktu yang lalu tak membuatnya kehilangan pekerjaan
**
Lutfi pun sudah menemukan rumah yang cocok untuk anaknya , Sebuah rumah mewah meskipun hanya 1 lantai akan tetapi halaman yang sangat luas terbentang didepan rumahnya , ditambah lagi taman bermain yang sudah dipenuhi beberapa mainan seperti ayunan dan prosotan disamping rumahnya
Lutfi terpaksa membeli rumah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya ,agar ia lebih mudah untuk menemui anaknya , Sebenarnya Lutfi tak ingin mama Rosi ikut tinggal bersama dengan anaknya akan tetapi karena keinginan Anggi akhirnya tak ada pilihan lain selain menyetujui permintaan Anggi
Lutfi selalu menyempatkan waktu setiap hari untuk menemui anaknya meskipun hanya sebentar , namun jika memang benar-benar sibuk ,baru Lutfi tak mampir kerumah anaknya
Ada rasa bersalah di benak Lutfi karena harus menyembunyikan soal Wawan dari istrinya ,namun ia juga tak mungkin menelantarkan darah dagingnya sendiri
Lutfi ingin menebus kesalahannya pada anaknya , dengan memfasilitasi anaknya agar bisa hidup lebih baik lagi dan mendapatkan perlakuan yang layak
**
Sudah 3 bulan mereka bersama ,bahkan kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi kebahagiaan, Lutfi yang sangat menyayangi Aulia dan menghargai Aulia bak ratu serta Aulia yang sangat menghormati dan menjunjung tinggi martabat suaminya di depan banyak orang
Akan tetapi Kebahagiaan mereka tak berlangsung lama , karena sepintar-pintarnya bangkai di tutupi pasti akan tercium juga , Ya Aulia mendapat firasat buruk saat suaminya ijin untuk menginap di Jakarta untuk mengatasi beberapa masalah di toko cabangnya , karena 1 hari sebelum kepergiannya Aulia sempat mendengar suaminya menelpon di balkon kamar , ia mendengar suaminya beberapa kali menyebut kata anak dan rindu
Ya.. tentu saja itu telfon dari Anggi yang memberitahukan bahwa anaknya beberapa hari terus memanggil manggil papanya dan menangis , karena memang sudah seminggu ia tak kerumah anaknya .
Aulia sengaja tak menampakkan rasa curiganya karena ia tak mau menuduh tanpa ada bukti ,,, jadi Aulia hanya berdoa semoga apa yang ia pikirkan itu salah .
Aulia mulai menyiapkan beberapa pakaian suaminya untuk menginap di Jakarta selama 1 minggu , namun Lutfi hanya meminta untuk dibawakan 1 Hem dan 3 kaos Serta celana jeans panjang 1 dan celana kain selutut 2 lalu 2 sarung
Tentu Aulia merasa kurang dengan baju yang di sebutkan oleh Lutfi , bagaimana bisa menginap 1 Minggu akan tapi hanya membawa pakaian segitu saja
" Mas kan nginepnya 1 minggu ,kok bawa bajunya cuma dikit mas? " tanya Aulia
__ADS_1
" Iya sayang, gak usah banyak , nanti aku ambil dari toko aja baju lainnya , "
" Ya udah kalau gitu mas "
Aulia tetap merasa ada yang mengganjal di fikirannya , sikap suaminya beberapa hari ini juga aneh , karena sebelum bik Lis mencuci pakaian Lutfi, ia sering mengecek saku baju dan celana suaminya terlebih dahulu,
Aulia sering menemukan struk belanja kebutuhan anak dan juga beberapa kebutuhan keluarga lainnya , awalnya ia tak mempermasalahkan hal itu karena Aulia mencoba berfikir positif , mungkin suaminya sedang membantu salah seorang keluarga yang memang sangat membutuhkan uluran tangan dari suaminya
Namun karena sebegitu seringnya ia menemukan struk belanjaan di saku celananya membuatnya sedikit curiga
Kini semua perlengkapan Lutfi sudah masuk ke dalam tas besar nya dan Lutfi pamit berangkat , mama Hani dan papa Irawan pun sebenarnya menyarankan untuk mengajak Aulia akan tetapi Lutfi bilang kalau Lutfi akan sangat sibuk disana jadi kasian Aulia kalau di tinggal terus-terusan
Lutfi segera naik ke mobil dan memasang wajah sedikit tegang, ia melajukan mobilnya dengan cepat keluar dari garasi rumahnya
Tiba-tiba Aulia memecahkan vas kaca bunga yang ada di meja teras tepat di belakangnya
Piiiaarrr !!!
Aulia langsung berteriak karena sangking terkejutnya , begitu pula Mama Hani dan papa Irawan ,mereka langsung menoleh ke arah Aulia
" Ya Allah.. " ucap Aulia
" Ya Allah nak ,.udah gak usah diberesin ,biar bik Lis aja , tanganmu Sampek berdarah gitu "
" Gak papa Ma cuma luka dikit aja kok Ma "
" Udah gak usah , ayo kita masuk aja " ajak mama Hani
" Iya kamu masuk aja nak, kamu obati dulu itu lukamu " ucap papa Irawan yang melihat jari manis menantunya berdarah
Aulia pun langsung masuk bersama mama Hani, sementara Papa Irawan masih tetap berdiri didepan pintu dan merasa ada yang tidak beres dengan kepergian Lutfi kali ini
Akhirnya Papa Irawan menelfon asisten pribadinya untuk meminta bantuan sekertaris Lutfi melaporkan kegiatan Lutfi 1 Minggu ke depan ,
Papa Irawan tau ada yang si sembunyikan oleh Lutfi , karena memang ia tak mungkin bertanya pada asisten pribadi Lutfi, tentu Lutfi pasti sudah mengancam asisten pribadinya untuk selalu menuruti perintahnya kalau memang masih ingin terus bekerja
__ADS_1
Karena memang kesibukan kerja lebih banyak di Lutfi, Lutfi menghandle beberapa toko pakaiannya di luar kota juga ,sementara papa Irawan hanya lebih fokus di beberapa toko terdekat saja ,
Papa Irawan masuk dan menghampiri Aulia yang sedang di obati lukanya oleh mama Hani
" Kamu gak papa kan nak? " tanya papa Irawan
" Aulia gak papa pa , cuma luka dikit aj kok " Aulia tersenyum manis
" Ma .. tolong buatin papa jus wortel sama tomat ya Ma , papa pengen minum yang seger-seger"
" Iya Pa "
Memang untuk urusan papa Irawan , mama Hani yang akan melakukannya sendiri , ia tak pernah menyuruh asisten rumah tangganya untuk melakukan hal-hal kecil seperti itu
Papa Irawan menatap Wajah Aulia yang nampak gelisah, seolah ada hal yang sedang menganggu fikirannya
" Kamu kenapa nak? "
" Maksudnya Kenapa apanya Pa? " tanya Aulia
" Apa ada yang kamu pikirkan nak? kamu bisa bilang ke papa , papa akan berusaha membantumu nak "
Aulia menatap wajah serius papanya , ia ingin mencoba mengeluarkan unek-unek dihatinya tapi ia takut salah bicara
Papa Irawan mencoba membuat Aulia menceritakan apa yang mungkin Aulia ketahui namun Aulia hanya menjawab tak ada apa-apa dan baik-baik saja ,
Akhirnya papa Irawan menghentikan obrolannya dengan Aulia saat mama Hani sudah selesai membuatkannya jus
Aulia yang melihat papa mertuanya diam langsung mengerti, bahwa papa Irawan tak mau berdebat dengan mama Hani soal Lutfi dan mencoba membantunya
...****************...
--
--
__ADS_1