Imam Pengganti

Imam Pengganti
Mengatur Strategi


__ADS_3

Usai sholat subuh , Rio tak hentinya mengucap syukur atas apa yang sudah Allah berikan padanya


Sebuah kebenaran yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya


Rio tak pernah menyangka akan mendapatkan kebenaran yang sangat penting bagi pujaan hatinya tersebut


Rio merasa seakan ada nafas baru untuk melanjutkan hidupnya bersama dengan pujaan hatinya selama ini


" Bagus , terimakasih untuk informasinya , Aku akan mentransfer bonus tambahan untuk tugasmu kali ini " ucap Rio di balik telfon


Rio berhasil mendapatkan nomor Dimas dari sang detektif suruhannya


Tanpa berfikir panjang lagi , Rio segera menelfon Dimas bahkan di waktu yang dibilang masih sangat pagi


[ Hallo ]


[ Iya hallo .. Apa Ini benar nomornya Dimas Anggara ? ]


[ Iya saya sendiri , maaf ini siapa ya ? ] tanya Dimas dengan nada serak karena memang baru saja terbangun dari tidurnya


[ Aku Rio Dewantoro , temen kuliahmu dulu ]


[ Rio Dewantoro ? ] Dimas mencoba mengingat nama itu ,


[ Astaga ... Ini Rio sang penyanyi terkenal itu kah ? ] ucap Dimas saat sudah mengingat siapa Rio


[ Halah biasa aja Bro , gimana kabarnya ? kenapa ganti nomor gak bilang-bilang sih kamu Bro ? ]


[ Sorry , aku harus ganti nomor karena sesuatu Bro , panjang ceritanya , tapi gimana nih kabarnya sang penyanyi idola para wanita saat ini ? ] goda Dimas


[ Hehehe bisa aja kamu , aku Alhamdulillah Baik Bro , kalo kamu gimana? ]


[ Syukurlah sekarang udah mulai membaik Bro ] Dimas menghela nafas kasar


Rio yang mendengar perkataan Dimas serasa terpancing untuk mengorek kisah hidup teman kuliahnya ini


Rio tentu tak mungkin langsung membahas ke intinya jadi Rio mencoba membahas hal-hal kecil agar Dimas tak curiga


[ Membaik gimana nih maksudnya ? ]


[ Ya gitulah Rio ! Keluargaku hampir aja jatuh miskin karena ulah seseorang , tapi untungnya Allah masih sayang sama keluargaku jadi kami bisa mengetahui semuanya lebih awal ]

__ADS_1


Rio semakin dibuat penasaran dengan perkataan Dimas


Rio merasa sangat yakin bahwa ini pasti ada hubungannya dengan Anggi


[ Kamu hari ini sibuk gak ? gimana kalau nanti kita ketemuan di cafe biasa kita nongkrong dulu ]


[ Sorry Bro , hari ini aku masih di Bandung buat ngurus proyek baru , mungkin lusa baru balik Surabaya ]


Rio merasa sedikit kecewa dengan jawaban Dimas , tapi Rio tak akan putus asa , meskipun tak bisa bertemu langsung setidaknya dia sudah memiliki nomor Dimas untuk mencari informasi mengenai Anggi si wanita simpanan Lutfi


[ Okelah Bro , gak papa , lain kali kalau kita sama-sama ada waktu luang , kita kan masih bisa ketemu , aku pengen ngobrol-ngobrol banyak sama kamu ]


[ Siap 86 komandan ]


Mereka akhirnya mengakhiri panggilan setelah Rio pamit untuk segera bersiap olahraga pagi


Kini semangat Rio makin berkobar , setidaknya saat ini ia sudah memiliki kunci untuk membantunya mendapatkan Aulia


Rio berniat akan pergi ke Malang nanti setelah sarapan pagi , karena memang Mama dan Papanya sudah mengirim pesan bahwa mereka sudah ada di Villa mereka yang di Malang


" Pagi Bik " Sapa Rio saat menuruni anak tangga dan melihat bik Nah sedang sibuk memasak di dapur


" Pagi mas , gimana kabar mas Rio ? udah 2 Minggu ini mas Rio gak pulang " ucap Bik Nah mengulas senyum


" Bibik mau gak bantu Rio nelfon seseorang "


pinta Rio


" Bisa aja kok mas , Emang mas mau nelfon siapa ? " tanya Bik Nah penasaran


Tentu Rio sudah mulai mengatur strategi mulai sekarang untuk membuka kedok Lutfi pada Aulia


Rio mengeluarkan hp dari saku celananya


Rio menjelaskan semua yang harus Bik Nah katakan saat menelfon nanti


Rio mulai menelfon sebuah nomor yang hanya diberi nama R di hp Rio


Rio mengeraskan suara di hpnya untuk memberikan isyarat jawaban pada Bik Nah jika memang diperlukan


Sudah hampir 15 menit Bik Nah melakukan panggilan suara pada nomor si R , kini telfon mereka pun sudah berakhir

__ADS_1


" Siapa tadi itu mas ? kenapa mas Rio mau ketemu sama dia ? " Tanya Bik Nah


" Dia musuh bebuyutannya Aulia Bik hahaha " Jawab Rio dengan gamblangnya


" Musuh bebuyutan mbak Aulia , maksudnya mas ? " Bik nah makin dibuat penasaran dengan ucapan Rio


" Sebentar lagi bibik pasti akan tau semuanya , untuk sekarang lebih baik jadi rahasia dulu ! yang penting bibik jangan sampai bilang ke Mama Papa soal telfon barusan ya! dan makasih banyak udah mau bantuin Rio " Rio mengulas senyum manisnya


" Iya mas sama-sama , bibik pasti akan bantuin mas Rio selagi bibik bisa , kapanpun mas Rio butuh bantuan , mas Rio langsung bilang saja sama bibik " Bik Nah mengangkat jempol tangannya


" Siap Bik "


Rio meninggalkan Bik Nah agar bisa melanjutkan kesibukan masaknya lagi


Rio menuju ke taman depan rumahnya untuk berolahraga dengan memasang senyum penuh kebahagiaan di wajahnya , ia menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri , menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan serta berlari kecil di tempat


Rio sudah tak sabar lagi ingin segera bertemu dengan seseorang di Malang nanti sebelum ia bertemu dengan Aulia


Waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi , sudah waktunya Rio sarapan setelah lelah berolahraga pagi ini dan tentunya untuk menambah semangat kegiatannya hari ini


Usai sarapan Rio segera membersihkan diri dan memakai kaos oblong warna abu-abu serta celana jeans selutut berwarna hitam , tak lupa ia juga memakai kacamata besarnya serta membawa topi dan masker untuk berjaga-jaga saat ia berada di tempat umum


Rio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , karena ia ingin sampai di Malang sesuai dengan jam yang sudah ia tentukan untuk menemui seseorang di tempat yang sudah ia siapkan


" Aulia ... tunggu aku berhasil mengungkap kebusukan tentang suamimu baru aku akan menjemputmu pulang dan membawa mu pergi bersama ku " gumam Rio dengan senyuman sinis saat mengingat wajah Lutfi


Sudah hampir 3 jam lebih Rio mengendarai mobilnya , kini ia sudah sampai di tempat ia membuat janji tadi , Sebenarnya bukan ia yang membuat janji , lebih tepatnya Bik Nah yang membuat janji lewat telfon tadi pagi atas permintaan Rio


Rio tersenyum sinis saat melihat Mama Rosi yang sudah duduk santai di depan pintu masuk hotel Araya


Rio segera menghentikan mobilnya tepat di depan Mama Rosi sedang duduk saat ini ,


Rio membuka kaca mobilnya dan menyuruh Mama Rosi untuk segera masuk ke dalam mobil


Tentu langkah-langkah yang Rio ambil adalah untuk kebaikan Aulia , ia sengaja mengatur rencana sebaik mungkin untuk mengungkapkan kebusukan Lutfi


Seseorang yang di telfon oleh Bik Nah tadi pagi adalah mama Rosi , ya mama Rosi adalah target kedua setelah Dimas untuk membantunya menyelesaikan misinya kali ini


Karena 1 jam sebelum Rio meninggalkan hotel yang di Bali kemarin , Manager hotel sempat bilang pada Rio soal Mama Rosi yang ingin meminta hasil rekaman pertengkaran antara dirinya dan Lutfi


Bahkan menurut Detektif suruhan Rio kemarin bahwa Mama Rosi adalah seorang wanita yang gila harta , sejak saat itu Rio tau maksud dari permintaan Mama Rosi mengenai rekaman pertengkaran nya kemarin pasti semua itu untuk uang

__ADS_1


Disitulah Rio mulai mengatur rencana selanjutnya


----0----0----0----0----


__ADS_2