Imam Pengganti

Imam Pengganti
Meminta maaf


__ADS_3

Rio hanya bisa memandang Aulia dari jauh,,, sungguh pemandangan yang sangat menyakiti hatinya ,,, bagaimana tidak!! Ia melihat Aulia sedang di gendong oleh suaminya menuju mobil


Rio terus memandang mobil yang kini mulai berjalan keluar dari halaman gedung... Ingin rasanya ia berlari mengejar Aulia...Tapi ketika ia mengingat ancanam papanya tadi., membuat badannya terasa lemas seolah tak ada tenaga untuk melakukan perlawanan


" Ayo kita masuk dan meminta maaf pada keluarga Aulia... " Ajak papa Dedik berjalan dengan cepat dan disusul oleh istri serta kedua anaknya


Pak Sulaiman dan Bu Sarah sedang duduk di pojok gedung ,   mereka tak henti-hentinya saling menenangkan ,,  air mata mereka terus mengalir seolah membanjiri seluruh ruangan...


" Permisi pak.,,buk..." ucap papa Dedik


" Iya pak...." Jawab ayah Sulaiman dan ibu sarah kompak


" Maaf pak Sulaiman.. " ucap papa Dedik


" Kenapa pak Dedik kok minta maaf segala ?? " pak Sulaiman mulai mengusap air matanya


" Maaf gara-gara Rio....  Acara pernikahan Aulia jadi berantakan begini....!!!"


" Owww... Iya gak papa pak.,,, namanya juga anak muda mungkin hanya ada kesalah fahaman aja ,,iya kan mas Rio..." pak Sulaiman menatap wajah Rio


" I-iya pak maaf ,,, tadi saya cuma mau godain Aulia,, ternyata suaminya gak terima... " Rio membela diri

__ADS_1


" Goda katamu??? Kamu udah hancurin acara Aulia malah gak ada rasa bersalah sama sekali di matamu Rio..." Cecar Papa Dedik


" Hancurin gimana sih Pa??? Kan Aulia juga sekarang masih ikut pergi sama suaminya,,,  pake gendong-gendong segala lagi ,,, kalo aku hancurin ya gak mungkin Aulia ikut pergi sama suaminya Pa..." .


" Rio...jaga ucapanmu ya!!! dasar anak gak tau malu..."


Papa Dedik semakin di buat geram dengan sikap Rio yang tak mau di salahkan dan tak mau meminta maaf ,,, padahal jelas-jelas ini semua salahnya tapi ia terus mengelaknya


" Aku cuma takut Aulia salah suami Pa,,, aku mau Aulia mendapatkan suami yang sangat menyayanginya seperti diriku... "


" Rio ...sudah cukup ,,, lebih baik kamu pulang sekarang juga daripada kesabaran papa keburu habis..."


" Iya pak,,, saya sangat menyayangi Aulia ,,, saya juga sangat ingin melindungi Aulia ,,,,  apa saya salah pak???...." Wajah Rio


sendu


Plak....!!!


" Rio cukup....." bentak papa Dedik dan memukul pipi kiri Rio


" Paaa...." teriak mama Cindy

__ADS_1


" Apaaa??? Gak terima!!! sana bawa anakmu pergi dari sini sekrang juga...." Mata papa Dedik memerah tajam


Tanpa kata ,,, mama Cindy menarik tangan Rio keluar gedung ,,,  ia pun juga menarik tangan Wulan yang berdiri didekatnya


" Maaf pak atas sikap keluarga saya...." pak Dedik merasa tak enak hati.


" Gak papa pak,,, mungkin ini memang sudah jalannya begini... Mas Rio begitu menyayangi Aulia ,,kami tau itu,,, jadi kami bisamemakluminya pak "


" Terima kasih banyak atas pengertiannya pak,,, "


" Iya sama-sama pak..." senyum pak Sulaiman begitu tulus seolah memang tak ada yang tersakiti dan disakiti disini


Percakapan mereka pun berakhir.... Pak Dedik mulai pamit pulang dan meminta maaf sekali lagi pada pak Sulaiman dan Bu Sarah,,, pak Sulaiman menjawab ramah dan penuh senyuman begitu pula dengan Bu Sarah


...****************...


Aulia tertidur pulas di pangkuan Lutfi saat perjalanan menuju malang yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan ,,karena fisik Aulia yang lemah belum makan dan kecapekan


Lutfi hanya terus meneguk salivanya,,,,  ditambah lagi pentungan Lutfi seolah sudah mulai ingin menerobos keluar,,,


*** Sabar dulu ya,,, sebentar lagi kita tuntaskan semuanya di lautan istriku...*** Monolog Lutfi dalam hati

__ADS_1


__ADS_2