Imam Pengganti

Imam Pengganti
Panggilan Pa Pah


__ADS_3

...Lutfi dan Anggi sudah sampai disebuah rumah kecil yang bisa di bilang hanya seukuran kamar Lutfi ,,, air mata Lutfi menetes saat mendapati seorang anak laki-laki sedang merangkak di teras rumah dengan mama Hani...


...Ya .. anak laki-laki itu adalah buah hati nya ,,, seorang anak yang harus lahir tanpa sambutan dari papanya dan seruan adzan di telinganya dari papanya,,,, seorang anak yang terlihat sangat kurus dan keadaannya terlihat menyedihkan dengan baju compang-camping tak karuan...


" Lut-fi..!!!!" ucap mama Hani yang terkejut saat melihat Lutfi bersama anaknya


" Iya Tan,, ini saya ,, papa dari anak itu !!! seorang papa yang harus dipisahkan dengan anaknya hanya karena harta,,, " Lutfi menekankan suaranya pada kata Harta


" Ma-maaf Lut,,, saat itu Tante hanya..."


" Hanya tak ingin punya menantu yang biasa saja kan Tante ,,, hingga Tante tega memisahkan kami dan juga menjauhkan anakku dariku..." Lutfi menyela perkataan mama Hani,,,


...Tentu amarah Lutfi saat ini hanya tertuju pada mama Hani ,,karena semua ini atas sikapnya kepadanya dulu dan Anggi,,bukan karena kemauan Anggi sendiri untuk berpisah dengan Lutfi namun karena mama Hani lah yang memang menjauhkan mereka...


...Lutfi langsung menghampiri anaknya ,,, ia menggendong dan terus menciuminya ,,,...


" Maafkan Papa sayang,,, Papa baru bisa bertemu denganmu sekarang,,, maafkan Papa...!!!" Lutfi menangis tiada henti untuk meminta maaf pada anaknya


" Pa Pah Pa Pah.." ucap bayi kecil itu,,,


...Lutfi makin tak kuat menahan air matanya ,,, ia bahkan baru pertama kali bertemu anaknya dan sudah bisa memanggilnya dengan sebutan papa ,,, hatinya terenyuh,,, panggilan dari anaknya sungguh membuatnya merasa sangat bahagia...

__ADS_1


" Bahkan Wawan sudah mengenalimu meskipun ini pertama kalinya kalian bertemu mas...!! " Anggi menghampiri Lutfi dan Wawan


" Jadi nama anak kita Wawan ,,, nama yang bagus sayang..." ucap Lutfi memandangi wajah anaknya


" Iya maaf mas ,, aku mengambil namanya dari nama belakangmu Lutfi Irawan ,,,"


" Aku justru sangat senang dek,,, kamu bahkan masih memberikan namaku pada anak kita , bahkan saat aku tak bisa menjaga kalian dari ular berbisa itu..." Lutfi menatap tajam ke arah mama Hani


...Mama Hani hanya menunduk malu mengingat sikapnya dulu Yang sering menghina Lutfi,, seolah saat ini karma sudah menimpanya ,,, jangankan kaya !!! kini kehidupannya bahkan jauh dari kata cukup ,,,...


...Sementara Lutfi yang dulu hanya seorang anak dari pemilik toko baju sekarang bisa sukses dengan memiliki banyak cabang toko baju di beberapa kota...


...Lutfi terus mencium putra kecilnya ,,, ia bahkan mengabaikan hp nya yang sedari tadi berdering di dalam tasnya,,, Anggi pun mencoba mengingatkan Lutfi untuk melihat siapa yang menelpon karena takut ada hal yang penting namun Lutfi tetap tak perduli dan hanya ingin bersama putra kecilnya...


** Ya Allah istriku nelpon sampai 9x ,,,ada apa ini??? apa terjadi sesuatu padanya? kenapa dia sampai menelponku sebanyak ini...** monolog Lutfi dalam hati saat melihat beberapa panggilan telpon tak terjawab di hpnya


...Anggi yang melihat ekspresi Lutfi mulai menyadari,,, mungkin itu tadi mungkin telpon dari istrinya ,,, hingga Lutfi terlihat sangat panik saat ini,,, Anggi juga melihat Lutfi mulai melakukan panggilan pada seseorang namun tak di angkat...


" Kenapa mas?? " tanya Anggi yang penasaran


" Gak papa,,ternyata dari tadi itu ,,,istriku yang nelpon ,,,, tapi kenapa dia nelpon sampai sebanyak ini y?? " ucap Lutfi dan masih terus melakukan panggilan

__ADS_1


...Ada rasa cemburu di hati Anggi ,,bagaimana tidak,,, sampai sekarang ia masih mencintai Lutfi dan tak pernah ada lelaki lain yang bisa menggantikan posisi Lutfi di hatinya...


...Sementara mama Hani terkejut ,,, saat mendengar Lutfi menyebut kata istri,,, tentu mama Hani mengira kalau Lutfi belum menikah dan berharap anaknya bisa menikah dengan Lutfi agar ia menjadi kaya lagi ,,, namun harapannya pupus sudah...


" Aku balik dulu y!!! aku takut ada apa-apa sama istriku,,, Oya ini ada ATM ,,didalamnya ada sekitar 300 jutaan,,, kamu pergi cari rumah yang lebih besar lagi ,, jangan biarkan anak ku tinggal dirumah seperti ini,, aku pasti akan merasa sangat berdosa padanya ,,, "


" Tapi mas...!!! "


" Gak usah tapi tapi,,, aku cuma ingin yang terbaik untuk anakku ,,,aku melakukan ini hanya demi anakku ,,,, dan tak ada maksud yang lain,,,, nanti kalau uangnya kurang kamu bisa menghubungiku kapan saja pasti aku transfer ,,dan jika aku ada waktu senggang,, aku pasti akan mengunjungi anakku..."


...Anggi faham apa yang di maksud Lutfi,, ia merasa sangat sakit hati namun Lutfi tak berhak disalahkan,, wajar saja ia mencintai wanita lain setelah 1 tahun lebih mereka berpisah karena ulah mamanya...


...Akhirnya Lutfi mengurungkan niatnya pergi ke Blitar ,, ia bergegas pergi ke Pasuruan untuk menjemput istrinya ,,,karena setelah beberapa panggilan dari istrinya yang tak di jawab ,,, ia sungguh merasa bersalah,, di tambah lagi saat ia menelpon balik istrinya tak di angkat,,, hp pak Joko pun tak dapat di hubungi...


...Saat ini ia hanya mencintai istrinya,, baginya Anggi adalah masa lalunya dan Aulia adalah masa kini dan masa depannya ,,, namun ia juga tak dapat memungkiri bahwa rasa cintanya pada Anggi tak sepenuhnya hilang,,, hanya saja ia akan mencoba menjaga hati ini demi istri Sholehah nya...


...Lutfi mampir ke sebuah masjid untuk sholat Maghrib ,,, Karena jika ia terus melanjutkan perjalanan ke Pasuruan ,,, waktu sholat Maghrib yang mepet akan ia lewatkan jika tak sholat d masjid terdekat saja...


...Usai sholat Lutfi mempercepat jalan mobilnya ,,, karena rasa resah dihatinya makin berkecambuk,,, dalam hatinya ia merasa bersalah karena harus bertemu dengan mantan dan putra kecilnya namun ia tak akan mampu menceritakan semua ini pada Aulia...


" Sayang...kamu kenapa?? kamu menelponku segitu banyaknya ,,, dan kenapa kamu juga tak mengangkat telpon dariku... ?!? gumam Lutfi yang sedang fokus menyetir

__ADS_1


-----0----0----0----


__ADS_2