Imam Pengganti

Imam Pengganti
Tawaran Menarik


__ADS_3

Aulia merasa ada yang aneh dengan sikap suaminya , tak biasanya suaminya berangkat ke toko sepagi ini dan sedikit terburu-buru


Mama Hani pun merasakan hal yang sama seperti yang Aulia rasakan saat ini


" Lutfi kenapa sayang ? " Tanya Mama Hani pada Aulia setelah kembali dari mengantar Lutfi yang akan berangkat kerja ke depan rumah


" Aulia juga gak tau Ma , sejak semalam sikap mas Lutfi aneh , bahkan tadi Aulia bangun sekitar jam 2 malam , Aulia mau sholat tahajjud , tapi mas Lutfi udah gak ada dikamar Ma " jawab Aulia yang mulai sedikit cemas


" Kok aneh ! emang dia kemana coba malam-malam gitu ? "


" Aulia juga gak tau Ma , yang bikin anehnya lagi , sebelum sholat tahajjud kan Aulia mandi dulu Ma , ternyata pas Aulia selesai mandi , mas Lutfi udah ada di kamar aja lagi tiduran Ma "


" Lho kok bisa , katamu tadi pas bangun gak ada , kok kamu selesai mandi malah Lutfi udah tiduran " Mama Hani nampak bingung


Aulia juga tak mengerti kenapa suaminya tadi tiba-tiba sudah ada dikamar padahal tadi jelas-jelas saat bangun tidur ia tak melihat suaminya di kamar


" Makanya Aulia juga bingung Ma , Aulia coba deketin mas Lutfi malah udah mendengkur , padahal Aulia yakin banget , kalau tadi mas Lutfi gak ada dikamar Ma " jelas Aulia


Kini mereka saling menatap bingung , tentu Mama Hani sangat mengenal anaknya , Lutfi pasti sedang dalam masalah besar , Mama Hani dapat melihat dari sorot mata Lutfi sebelum berangkat kerja tadi pagi.


Lutfi juga tak melakukan rutinitas yang selalu ia lakukan setiap pagi pada Aulia


Tentu Lutfi selalu mencium bibir Aulia saat bangun tidur , dilanjut bermanja-manja sebelum Aulia mulai beraktifitas memasak dan yang lebih utama adalah Lutfi selalu mencium kedua pipi ,jidat dan di tutup dengan ciuman di bibir Aulia , Lutfi selalu memeluk Aulia setiap kali Aulia mengantarnya ke teras rumah


Tapi pagi ini , sikap Lutfi pada Aulia benar-benar dingin , ia sama sekali tak mencium Aulia , ia hanya memeluk Aulia sebelum berangkat kerja tadi


" Ya sudah kamu tenang dulu, mungkin suamimu lagi ada masalah dipekerjakannya jadinya sikapnya aneh kayak gitu sayang " ucap Mama Hani mencoba membuyarkan fikiran buruk Aulia pada Lutfi


" Iya Ma , " hanya itu yang bisa Aulia katakan


Toh percuma juga berdebat soal suaminya dengan mama mertua nya ,.karena sudah jelas mama mertuanya akan selalu membela Lutfi

__ADS_1


Sekilas Aulia teringat isi pesan singkat tadi malam , entah fikirannya saat ini sedang tak karuan , hatinya gelisah seolah ingin menangis untuk meluapkan kekacauan di hatinya


" Apakah semua itu benar ? " gumam Aulia


" Benar apanya sayang ? " tanya Mama Hani yang hanya mendengar kata benar dari bibir Aulia


" Gak papa Ma , Aulia cuma nebak-nebak aja , apa sikap mas Lutfi ada hubungannya dengan pesan yang yang Aulia terima tadi malam ya Ma ? "


" Pesan ? maksud nya pesan gimana sayang ?


tanya mama Hani penasaran "


Aulia ijin pamit pada Mama Hani untuk mengambil hpnya yang masih berada di laci kamarnya


Aulia berniat memberitahukan isi pesan dari nomor tak dikenal tadi malam pada mama Hani


Sesampainya Aulia diruang tengah tempat mama Hani berada saat ini , Aulia membuka pesan tersebut dan memberikannya pada mama Hani


Mama Hani sangat terkejut dengan isi pesan tersebut , ia teringat waktu beberapa hari sebelum pernikahan Lutfi dengan Aulia berlangsung , ia juga menerima pesan dari nomor tak dikenal bahwa ia sudah menjadi seorang nenek


Mama Hani mencoba membuang fikiran negatifnya , ia mencoba meyakinkan Aulia bahwa pesan itu adalah berita hoax


Aulia hanya mengangguk percaya denga perkataan mama mertuanya


----0----0----0----0----


Rio dan Mama Hani sudah berada di dalam kamar nomor 666 di Hotel Araya tempat mereka membuat janji temu


Tanpa basa-basi Rio segera menjelaskan tujuan nya untuk bertemu dengan mama Rosi


" Saya tau Tante adalah Mama dari Anggi , mantan kekasih Lutfi sekaligus ibu dari darah dagingnya, saya berharap Tante mau bekerjasama dengan saya untuk mengungkapkan kebusukan Lutfi pada Aulia agar Anggi juga bisa kembali lagi dengan Lutfi " ucap Rio

__ADS_1


Mama Hani menyerap perkataan Rio , Tentu ia sangat berharap Lutfi bisa menjadi menantunya , karena semenjak kedatangan Lutfi , mama Hani merasa hidupnya sangat lebih baik dengan terpenuhi semua kebutuhannya


" Kerjasama seperti apa dulu nih ? " ucap Mama Rosi pada Rio


" Tante fotoin atau videoin saat Lutfi datang kerumah Tante , akan lebih bagus lagi kalau Tante bisa merekam saat mereka melakukan adegan di ranjang " tutur Rio


Mama Rosi tersenyum sinis dengan perkataan Rio barusan


" Kamu fikir aku bodoh ! apa kamu fikir dengan membongkar hubungan Lutfi dan Anggi akan menguntungkan bagiku , aku rasa ini sepertinya hanya akan menguntungkan di pihakmu saja " Ucap mama Rosi


" Maksud Tante hanya menguntungkan dipihakku saja gimana? ya pastinya kita Saling menguntungkan donk Tan , kan tante jadi bisa punya mantu kaya kalau Anggi dan Lutfi bersatu lagi " jelas Rio


Mama Rosi terdiam , ia merasa tak ada gunanya berada di hotel tersebut


Mama Rosi memilih untuk menolak penawaran kerjasama nya dengan Rio dan hendak pergi meninggalkan Rio


Namun Rio tak kehabisan akal , tentu ia sudah mengantisipasi apa yang akan ia lakukan jika penawaran pertama nya gagal


Rio mengambil sebuah ATM dari dalam dompetnya ,


" Di dalam ATM ini ada uang 50 juta , kalau tante setuju untuk kerjasama silahkan ambil ATM ini tapi kalau Tante masih tidak setuju dengan penawaran ku kali ini , maka Tante boleh pergi dari sini sekarang juga " tutur Rio


Tentu Rio juga sudah mengetahui info mengenai mama Rosi dari sang Detektif , mama Rosi tak akan menolak jika apa yang ia lakukan ada hubungannya dengan uang


Mama Rosi kembali ke tempat duduknya tadi , mendengar angka yang ada didalam ATM Rio membuatnya tergiur


" Dengan uang segini , aku akan memberikan foto atau video Lutfi dan Anggi saat beradu di atas ranjang tapi kalau kamu mau ngasih tambahan bonus , aku akan melaporkan semua kegiatan Lutfi dan Anggi sama kamu setiap harinya " tawar Mama Rosi


Tentu hal itu membuat Rio kesal , memang benar kata sang detektif bahwa mama Rosi orang yang cukup licik apalagi mengenai soal uang


Rio tersenyum puas dengan bertambahnya dukungan baginya , ia berhasil membuat mama Rosi setuju untuk bekerjasama walau harus mengeluarkan uang yang lumayan besar

__ADS_1


Tentu dukungan mama Rosi sangat berpengaruh besar bagi Rio , karena memang Mama Rosi bisa lebih leluasa untuk membantunya mendapatkan bukti yang akurat mengenai Anggi dan Lutfi


----0----0----0----0----


__ADS_2