Imam Pengganti

Imam Pengganti
Hanya Sebagai Ibu


__ADS_3

Sepulangnya Lutfi dari meninjau toko cabangnya yang di Malang selatan , ia segera menemui Anggi dan anaknya


Lutfi memberi Anggi sebuah ATM yang berisi uang senilai 1 Milyar


" Bawa uang ini dan cepat pergi dari sini , kalau bisa kamu pergi keluar negri saja , kamu jangan khawatir mengenai biaya hidupmu , aku pasti akan terus mengirim uang untukmu dan Wawan " ucap Lutfi singkat


" Maksud kamu apa mas ? lalu kamu anggap apa aku selama ini ? " tanya Anggi yang merasa tak terima dengan ucapan Lutfi


" Tentu aku hanya menganggap mu sebagai ibu dari anak ku , tak lebih dari itu "


Degh...!


Bak dihantam batu besar , hati Anggi hancur lebur mendengar perkataan Lutfi


Bahkan setelah beberapa kali mereka sudah menghabiskan malam bersama


" Kamu tega mas " Air mata Anggi mengalir deras


" Aku mohon ! pergilah dari sini untuk sementara waktu , biarkan keadaan kembali aman maka aku pasti akan menemui mu dan Wawan " Lutfi merasa tak tega melihat Anggi yang menangis


Anggi tak dapat menerima permintaan Lutfi karena ia tak mungkin bisa jauh dari Lutfi lagi , apalagi saat ini Wawan sudah sangat dekat dengan Papanya


Anggi meninggalkan Lutfi yang masih duduk di ruang tamu , Anggi berlari menuju kamar di mana Wawan tidur ,


Anggi bahkan menghempaskan kartu ATM tersebut ke lantai sebelum ia berlari meninggalkan Lutfi tadi


Jujur saja Lutfi merasa sangat bersalah pada Anggi tapi Lutfi tak mau kehilangan istri sesholehah Aulia


Lutfi pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah Anggi dan meninggalkan kartu ATM di atas meja


Lutfi segera pulang dan membelikan Aulia sebuah kalung emas berbentuk hati untuk mencoba merayu istrinya


...****************...


Hari ini Aulia terus mendapat teror pesan dari nomor yang tak dikenal semalam


Aulia merasakan sesak di dadanya , ia ingin segera mempertanyakan kebimbangan dalam dirinya pada suaminya


Apakah teror pesan ini benar adanya atau memang hanya hoax semata


Bahkan Aulia sampai tak makan seharian ini karena rasa cemasnya akan kebenaran mengenai suaminya


Ceklek....!


Suara pintu kamar Aulia terbuka


Nampak Lutfi yang baru pulang kerja dengan mengulas senyum indahnya


" Assalamualaikum sayang " ucap Lutfi menghampiri Aulia

__ADS_1


" Waalaikumsalam , mas darimana saja kok baru pulang ? tanya Aulia mulai curiga


Tentu akhir-akhir ini Lutfi memang sering pulang malam untuk mampir kerumah Anggi dan anaknya ,hanya saja Aulia tak pernah memiliki rasa curiga sedikitpun , karena Aulia sangat mempercayai suaminya


Namun karena pesan teror yang terus menghantui fikirannya membuat hati Aulia jadi tak tenang


" Mas habis beliin ini buat kamu , makanya mas terlambat pulangnya " Lutfi membuka kotak merah kecil yang berisi kalung dengan gantungan bentuk hati didalamnya


Aulia terperangah dengan keindahan kalung tersebut , tentu hal itu tak mengurungkan niatnya untuk bertanya mengenai keresahan hatinya


" Mas ....Aulia mau tanya , tapi jawab jujur ya ! " Wajah Aulia mulai serius


" Serius amat sih sayang , dipakai dulu ya kalungnya " Lutfi mencoba menenangkan istrinya yang sudah mulai memasang wajah serius


Namun Aulia masih menolaknya , karena ia ingin menuntaskan kegelisahan di hatinya terlebih dahulu


" Mas beneran udah punya anak dari simpanan mas ? " tanya Aulia


" Hahahaha... Pertanyaan kamu kok aneh banget sih sayang " Lutfi mencoba mencairkan suasana yang membuatnya sangat gugup


" Iiih..beneran mas , aku mau tau semua kebenaran tentang kamu dan masa lalumu , aku gak mau kalau aku tau semuanya dari orang lain " Aulia memonyongkan bibirnya


Lutfi bingung harus bicara apa lagi , karena ia berharap istrinya akan kegirangan dengan kalung pemberian nya dan memilih untuk tak membahas soal ini ,,


Namun kenyataannya Aulia justru tak mempan dengan sogokan kalung seperti itu


" Kamu bilang gak penting mas , bagiku ini penting banget " Aulia mulai kesal dengan sikap suaminya yang tak serius sama sekali


Lutfi memandang wajah Aulia yang kesal , terbesit dalam hati Lutfi untuk berkata jujur pada Aulia mengenai kebenaran tentang mas lalunya


Namun ia masih belum siap jika harus kehilangan istrinya karena masa lalunya


Sebelum Lutfi mulai membuka mulutnya, tiba-tiba Aulia mendapat telfon dari nomor yang terus menerornya sejak tadi malam


Aulia menjawab telfon tersebut dan menuju balkon kamarnya


[ Iya ... ]


[ Iya ... ]


[ Iya ... ]


Lutfi yang memperhatikan Aulia dari kejauhan hanya melihat Aulia mengangguk-anggukkan kepalanya saja , membuat Lutfi makin penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Aulia dan seseorang yang menelfonnya tadi


Aulia masuk dengan wajah sendunya , entah apa yang baru saja ia dengar , tapi tentu itu hal yang mungkin sangat mengganggu fikirannya


Lutfi mencoba bertanya pada Aulia , namun Aulia hanya terdiam dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur lalu tarik selimut dengan kasar


" Sayang ... " Panggil Lutfi namun tetap tak mendapat jawaban dari Aulia

__ADS_1


Hati Lutfi makin cemas , mungkinkah yang telfon barusan adalah Rio


Lutfi tak dapat membayangkan bagaimana nasibnya kalau sampai Aulia mengetahui semua kesalahannya dari Rio


Lutfi memilih untuk pergi dari kamar dan turun ke bawah untuk mencari udara segar di teras rumah


***


Mama Hani menghampiri Lutfi yang sedang duduk terdiam di teras


" Sayang " panggil Mama Hani


" Mama " jawab Lutfi dengan wajah melasnya


" Kamu kenapa ? Mama perhatikan sikapmu beberapa hari ini aneh , apa ada sesuatu yang terjadi sayang ? " Mama Hani duduk di samping Lutfi


Lutfi menghela nafas panjang dan membuangnya kasar


Lutfi sudah tak ada pilihan lagi selain membicarakan masalahnya tentang Anggi dan Wawan , lagipula papanya juga sudah mengetahui kebenarannya jadi ia sudah tak punya alasan lagi untuk menutup-nutupi soal Anggi dan Wawan pada Mamanya


" Anggi udah punya anak Ma " ucap Lutfi perlahan


" Terus hubungannya denganmu apa ? "


Sebenarnya Mama Hani sudah menebak apa yang akan Lutfi katakan , hanya saja Mama Hani ingin mendengar langsung dari bibir anaknya


" Anak Anggi adalah anak Lutfi , Ma " Lutfi meneteskan air matanya


Mama Hani benar-benar tak menyangka bahwa pesan yang ia terima waktu itu benar adanya , andaikan Lutfi belum menikah mungkin Mama Hani akan berusaha menerima Anggi dan anaknya


Akan tetapi untuk saat ini , Mama Hani tak mau kehilangan seorang menantu sebaik Aulia


" Terus apa masalahnya sayang ? Lagipula Anggi kan cuma masa lalumu , Toh Aulia juga gak tau soal ini kan ? "


" Lutfi mau jujur sama mama , tapi mama janji gak akan menyela perkataan Lutfi sampai Lutfi selesai mengatakan semuanya ya Ma "


Mama Hani mengangguk tanda setuju


Lutfi menceritakan semuanya dari awal , awal mula ia bertemu dengan Anggi hingga ia pergi ke Bali bersama Anggi dan anaknya


" Kamu kelewatan Lutfi , mama gak nyangka kamu bisa berbuat seperti itu pada istrimu , kamu benar-benar sudah menyakiti hatinya , bahkan Mamapun juga ikut sakit hati saat mendengar tentang ini semua " tentu ini kali pertama Mama Hani semarah itu pada Lutfi


Mama Hani juga seorang wanita , ia juga tak akan terima jika diperlakukan seperti itu oleh suaminya


...****************...


--


--

__ADS_1


__ADS_2