Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 1 Season 2


__ADS_3

Hallo readers setiaku pertama-tama author ucapkan terima kasih ya sudah membaca karya author yang jauh dari kata bagus dan sempurna ini. Tanpa kalian author tidak akan semangat untuk menulis dan tanpa kalian penulis tidaklah ada artinya.


Setelah bersemedi di dalam kamar, haha😊 becanda. Akhirnya author putuskan untuk menulis kisah Seira dan Alex disini. Jadi jangan lupa tinggalkan like, komen dan masukkan ke daftar favorite kalian ya. Satu orang menambahkan ke daftar favorite membuat author tambah bersemangat untuk menulis. 😊


Plis jempol tolong digerakkan untuk tap tombol like dan goyangkan jari kalian untuk mengetik komentar di setiap bab😊. Terima kasih sekebon duren yang lagi musim😊


Delapan belas tahun kemudian…


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan Seira kini tumbuh menjadi gadis yang cantik. Banyak lelaki yang menyukainya namun sampai sekarang dia belum juga memiliki kekasih. Tahu kenapa?


Semua itu karena Alex. Kakak angkat yang begitu protektif pada dirinya. Hingga membuat lelaki yang mendekatinya merasa takut. Dan tidak sedikit dari mereka yang harus masuk rumah sakit karena Alex. Bahkan kakaknya itu semakin hari semakin protektif saja membuat Seira susah untuk bergerak bebas.


Dan sekarang Seira sedang berfikir keras bagaimana caranya dia bisa menghadiri acara prom night nanti malam tanpa pengawalan yang ketat dan atau tanpa kehadiran kakaknya, yang bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman.


“Bagaimana? Kau sudah dapat ide belum untuk menghadiri acara nanti malam.” Dona ingin memastikan jika Seira akan datang ke acara prom night sekolah mereka.


“Aku sedang memikirkan caranya.” Seira memegang kedua sisi kening dengan tangan mencari ide untuk terbebas dari kakaknya. Atau setidaknya malam ini saja.


“Ini kan acara perpisahan sekolah kita Ra, masa kamu melewatkannya begitu saja. Acara itu tidak akan terulang kembali untuk kita tahu.” tutur Dona.


“Iya aku tahu.Sudahlah aku pusing, nanti aku akan memikirkannya.” Seira menggeser kursi, dia ingin pergi ke kantin untuk makan. Karena lapar membuat otaknya tidak dapat berpikir.


“Ayo ke kantin.” Seira menarik lengan Dona agar mengikutinya. Dona ikut saja. Kalau Seira yang mengajak sudah pasti dia akan makan gratis.


Dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh manis sudah tersedia di depan Seira dan Dona. Asap yang terlihat masih mengepul membuat aroma bakso menyeruak masuk ke indera penciuman mereka.


“Harumnya membuat perutku semakin lapar.” Dona hanya tersenyum menanggapi ucapan Seira. Keduanya pun mengambil sendok dan garpu untuk menikmati setiap gigitan bakso yang berbentuk bola dengan daging urat yang begitu enak dan gurih di lidah.


“Kenyangnya.” Seira mengelus lembut perutnya yang terasa kenyang. Dona melihat satu cowok yang sedang menatap kearah mereka. Seolah cowok itu sedang berbicara dengan Dona lewat sebuah tatapan yang hanya dipahami oleh mereka berdua.


sore harinya…


Seira menunggu Alex di sofa ruang tamu sambil membaca novel online di aplikasi ponselnya. Sejak siang dia sudah berpikir bagaimana cara meminta ijin kepada Alex, kakaknya. Karena meminta ijin pada Alex lebih sulit daripada meminta ijin kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Suara deru mobil yang datang membuat senyum terbit di kedua sudut bibir Seira. Gadis itu bangkit hendak membukakan pintu untuk kakaknya. Pakaian casual yang Seira pakai saat di rumah memang terlihat sedikit terbuka. Yaitu celana pendek diatas lutut dan tangtop yang sedikit terawang.


“Astaga.” Alex terkejut saat pintu terbuka dan menampakkan sosok gadis yang sedang memakai masker wajah membuka pintu secara tiba-tiba.


Seira menarik lengan Alex menuntunnya untuk duduk di atas sofa. Kemudian membuka masker wajah yang sebelumnya dia pakai beberapa menit yang lalu.


“Ada apa?” tanya Alex dingin.


“Kak.” lirih Seira dengan sedikit gugup.


“Tidak boleh.” Apa-apaan kakaknya ini. Belum juga bicara sudah berkata tidak boleh.


“Kak.” nada suara Seira sedikit meninggi mendengar penolakan Alex.


“Kakak bilang tidak boleh Seira.” Alex menatap tajam kedua mata Seira. Gadis itu hanya diam. Dia harus menggunakan rencana kedua jika sudah seperti ini. Sungguh kakaknya ini seperti benteng Cina yang susah untuk dirobohkan.


“Kakak dengarkan Seira dulu. Lima menit plis. Tidak lebih.” Seira mengatupkan kedua tangan di depan dada membuat pandangan Alex terarah ke tempat yang tidak semestinya. Yang kini berkembang semakin besar. Dan bisa saja membuat lelaki normal berdesir hanya dengan melihatnya saja.


“Kakak tidak lupa kan dengan janji kakak dua hari yang lalu?” mendengar ucapan Seira membuat Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Dua hari yang lalu Seira berulang tahun. Dan Seira tidak meminta kado apapun dari kakaknya. Namun dia meminta satu permintaan sebagai gantinya. Dan permintaan itu akan dia minta jika waktunya sudah tiba. Dan hari ini Seira akan menggunakan kesempatan untuk memakai kartu As nya.


“Jadi apa permintaanmu?” tatapan Alex yang tajam tidak menyurutkan niat Seira untuk mengatakannya.


“Ijinkan Seira pergi ke prom night malam ini.” Seira mengangkat tangan membuat Alex yang ingin bicara menjadi terdiam. Lagi pula belum ada tiga menit jadi Seira berhak melarang kakaknya untuk diam.


“Seira janji akan menjaga diri. Dan kakak tidak boleh ikut. Tidak juga ada pengawal yang banyak di sekitar Seira.”


“Tapi Seira…”


“Kak, bukankah kakak sudah janji akan mengabulkan satu permintaan Seira . Dan inilah yang Seira minta.” karena sudah berjanji maka mau tidak mau dia harus mengabulkan keinginan adiknya.


“Seira, tidak bisakah kau jangan pergi. Apa kau tidak ingat besok hari apa? Lagipula itu acara sampai larut malam. Berbahaya untuk anak gadis seperti dirimu.” semoga Seira mengingat besok hari apa dan mau membatalkan rencananya untuk pergi.

__ADS_1


“Kak.” Seira tetap kekeh ingin pergi apapun yang terjadi. Dia tidak ingin melewatkan momen yang terjadi satu kali dalam hidupnya. Bahkan demi acara malam ini dia sampai melupakan hari ulang tahun Alex.


“Baiklah, tapi tetap ada satu pengawal yang akan menjagamu. Ini perintah.” tegas Alex yang tidak ingin dibantah oleh Seira.


“Baiklah. Terima kasih kakak.” Terlalu senang membuat Seira berhambur memeluk Alex. Membuat kedua benda di dada Seira bergesekan dengan tubuhnya. Menciptakan desiran yang membuat tubuh Alex memanas.


“Cukup Seira. Kakak akan ke kamar.” Alex tidak tahan jika harus berlama-lama dipeluk oleh Seira yang sudah beranjak menjadi wanita dewasa. Bagaimanapun mereka tidak sedarah. Wajar jika ada cinta yang tumbuh diantara mereka.


“Dan ingat Seira kau jangan minum apapun yang diberikan orang lain. Walaupun itu dari temanmu sendiri.” Setelah mengatakan itu Alex pergi ke kamar untuk melakukan sesuatu yang membuat kepalanya tidak pusing lagi.


“Iya-iya kakak bawel sekali.”


“Aku harus menghubungi Dona.” Seira mengambil ponsel yang sempat dia letakkan diatas sofa. Mencari kontak dengan nama Dona dan menghubunginya segera.


Tut tut panggilan berdering namun belum diangkat oleh Dona.


“Hallo.” sapa Dona.


“Darimana saja kau ditelepon tidak diangkat-angkat.” gerutu Seira.


“Aku di kamar mandi. Ada apa jangan memberiku kabar buruk karena aku tidak ingin mendengarnya.”


“Kau ini berprasangka buruk saja. Kau tahu kakakku sudah mengijinkanku untuk datang ke acara prom night nanti malam.” ucap Seira dengan penuh semangat.


“What? Serius Ra?” Dona seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Seira.


“Seriuslah masa aku bohong. Apa untungnya coba?”


“Bagus. Sampai jumpa nanti malam Seira. Bye.” Dona menutup panggilan secara sepihak membuat Seira menggerutu karena kesal.


Dona tersenyum membayangkan dia akan memperoleh begitu banyak uang. Yang akan dia gunakan untuk biaya kuliahnya nanti.


“Aku akan menghubungi dia untuk menyampaikan kabar baik ini. Dan aku akan mendapat banyak uang.”

__ADS_1


__ADS_2