Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 69


__ADS_3

Keesokan harinya


Semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Emily dan Bryan sibuk mempersiapkan diri untuk sekolah. Alex sibuk di kamarnya bersiap untuk berangkat kerja. Hari ini dia tidak sabar untuk bertemu dengan Seira. Bahkan semalam lelaki itu tidak tidur karena terlalu bahagia. Rasanya dia ingin mengusir malam untuk segera berganti pagi. Namun itu tidak mungkin karena dia bukanlah pencipta dunia ini. Sedangkan Lena dan Seira sudah siap keluar kamar. Hari ini mereka akan pergi ke Alse Fashion untuk menemui Roy disana.


Kedua pintu kamar terbuka secara bersamaan. Alex dan Seira yang baru saja keluar saling menoleh. Tidak lupa melempar saling melempar senyum terindah di wajah. Lena yang melihat itu berdehem untuk menyadarkan mereka bahwa masih ada dirinya disana.


“Ekhem.” Alex menoleh ke arah Lena. Pun dengan Seira.


“Sorry, aku lapar dan harus sarapan. Perutku butuh nutrisi untuk wawancara. Mungkin Seira membutuhkan nutrisi yang berbeda agar bersemangat.” Lena menyenggol pelan bahu Seira sambil tersenyum menggoda.


“Apa sih?” bisiknya.


“Kalian lanjutkan aku akan kebawah.” Lena berjalan ke depan tidak lupa melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah belakang.


Derap langkah terdengar dari ketukan sepatu pantofel hitam milik Alex yang mengetuk-etuk lantai. Jantung Seira berdetak. Pandangan keduanya tidak terputus. Pancaran mata yang penuh cinta dari keduanya memancar. Hingga membuat wajah keduanya berseri-seri.


Alex mendorong tubuh Seira untuk masuk ke dalam kamar. Kemudian menutup pintu itu dengan salah satu kakinya. Dia menghimpit tubuh Seira dengan dengan kedua tangannya setelah menjatuhkan tas kerjanya ke lantai.


“Kau cantik sekali sayang.” Pipi Seira langsung merona mendengar kata sayang yang terucap dari bibir kekasihnya.


Cup Alex memberikan kecupan di bibir yang sejak tadi menjadi pusat perhatian lelaki itu. Seira memukul pelan bidang dada Alex dengan tangannya. Setelah itu dia memainkan jari telunjuk di atas dada Alex membentuk bulatan-bulatan kecil. Gerakan kecil itu menimbulkan sengatan di tubuh Alex.


“Stop sayang. Atau aku akan berbuat lebih.” Bisik Alex di dekat daun telinga Seira dengan begitu lembut. Hingga deru nafas terasa di kulit telinga Seira. Hal itu sukses membuat tubuh Seira tersengat aliran yang terasa aneh.


“Kak.” ucap Seira dengan parau.


“Apa sayang?” Alex kembali menjawab dengan bisikan lembut sambil memejamkan mata menahan sesuatu agar tidak meledak.


Seira mengangkat wajahnya. Hingga pandangan mereka saling bertemu. Mata Seira menatap bibir tebal Alex yang semalam dia nikmati. Dan pagi ini dia ingin menikmati kembali bibir itu. Dan tanpa pikir panjang Seira berjinjit kemudian memegang tengkuk Alex dan mendaratkan ciuman disana.


Awalnya Alex diam tidak membalas. Kedua matanya hampir saja melompat keluar karena terkejut mendapatkan sarapan yang lezat pagi ini. Tidak ingin kehilangan momen Alex pun memeluk pinggang Seira dan menariknya untuk lebih mendekat.

__ADS_1


Tok tok tok


Tautan bibir yang cukup lama akhirnya terlepas karena ketukan pintu. Karena terlalu terkejut Seira mendorong keras tubuh Alex. Dan berhasil membuat tubuh kekar itu mundur dua langkah dari tempat semula.


“Sayang sakit.” keluh Alex dengan manja. Seira mendekat kemudian memegang lengan Alex dan berkata “ Maaf kak, Seira tidak sengaja.”


“Cium dulu baru kakak maafkan.” Seira berdecak kemudian terdengar kembali ketukan pintu dari luar.


“Perusak momen. Siapa sih?” Alex berjalan hendak membuka pintu. Namun gerakan tangannya terhenti saat Seira menahannya.


“Kakak lupa ini kamar Seira.” lirihnya sebab tidak ingin siapapun yang di luar kamar mendengar mereka ada di dalam kamar yang sama.


“Oh iya ini kamar kamu ya sayang.” Cup, Alex kembali mengecup bibir Seira. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini Alex mencuri kesempatan darinya.


Tok tok tok


“Kak ditunggu mama dibawah.” teriak Bryan dengan kesal sebab sedari tadi dia mengetuk tidak ada sahutan dari dalam kamar.


“Iya.” ucap Seira saat membuka pintu. Alex yang berdiri di belakang Seira melambaikan tangan pada Bryan dengan senyum yang terus terukir di wajah lelaki itu.


“Bryan, Bryan ini tidak seperti yang ada di dalam pikiranmu.” Seira berusaha mengelak dan mencari alasan kenapa mereka bisa berdua di dalam kamar.


“Memang kakak tahu apa yang ada di dalam pikiran Bryan?”


“Ehm…”


“Sudahlah tidak perlu dijelaskan Bryan sudah dewasa. Lagipula dia berada di pihak kita.” Kata-kata itu keluar dari mulut Alex. Dia menggenggam tangan Seira untuk mengajaknya keluar. Namun gadis itu menolak. Membuat Alex mengkerutkan dahi.


“Kakak tidak lupa kan dengan kesepakatan kita.” Alex berdecak ini yang dia tidak suka melakukan hubungan secara sembunyi-sembunyi. Alex tidak menjawab dia mengambil tas kerjanya kemudian keluar melewati Bryan begitu saja. Seira menatap punggung Alex yang mulai menuruni anak tangga hingga menghilang dari pandangan matanya.


“Apa dia marah?” lirihnya namun tertangkap oleh indera pendengaran Bryan.

__ADS_1


“Wajar, sebab dia mencintai kakak. Dan ingin dunia tahu bahwa kakak miliknya.” Seira menatap Bryan penuh tanya.


Bryan tersenyum kemudian berbalik badan untuk turun ke bawah. Sarapan bersama keluarga mereka.


“Tunggu Bryan.” Seira mengejar adiknya dan mensejajarkan langkah kaki untuk bertanya.


“Kenapa, kakak mau bertanya kenapa aku bisa tahu?” ucapan Bryan diangguki oleh Seira.


“Apa kakak tidak bisa melihatnya selama ini. Jika perhatian yang kak Alex berikan lebih dari seorang kakak ke adiknya. Lebih tepatnya seperti seorang kekasih yang menjaga pasangannya.” pikiran Seira memcari kenangan-kenangan yang pernah dilakukannya bersama Alex. Bagaimana Alex menjaganya, Bagaimana Alex melindunginya, Bagaimana Alex memperlakukannya dengan istimewa dibanding dengan Emily dan Bryan.


Menuruni tangga satu per satu yang pertama kali ingin Seira lihat adalah wajah Alex yang terlihat kesal. Membuat Seira merasa bersalah. Sejujurnya Alex tidak benar-benar kesal dia hanya ingin tahu bagaimana Seira akan membujuknya.


“Ma, Pa Seira berangkat dulu ya. Ayo Lena.” ajak Seira saat melihat Lena sudah menghabiskan sarapan di piringnya.


Alex langsung mengangkat kepala melihat Seira saat kekasihnya memutuskan untuk melewatkan sarapan. Dan itu sukses membuat Alex khawatir. Dia takut maag Seira kambuh jika terlambat makan.


“Sayang kamu kan belum sarapan.” ucap mama Seira.


“Seira bawa roti aja Ma nanti sarapan di jalan. Seira takut macet dan terlambat.” bohong Seira. Alex terus menatap Seira berharap gadis itu juga menatap dirinya. Alex ingin protes dengan apa yang dilakukan Seira namun dia urungkan. Lebih baik dia meminta Roy membelikan sarapan untuk Seira.


“Apa kamu tidak ingin papa antar Sei ?”


“Tidak pa, Seira akan naik taksi online saja. Kalo begitu Seira pamit ya Ma, Pa.” Lena dan Seira secara bergantian mencium punggung tangan mama Inara dan papa Sean. Kemudian keluar rumah. Seira menarik tangan Lena.


“Apa ada masalah?”


“Kau tunggu dulu di taksi, aku harus memberi sesuatu agar seseorang tidak lagi marah denganku.” Lena paham dan dia pun menunggu Seira di dalam taksi yang sebelumnya sudah dipesan oleh Seira.


“Alex berangkat ya Ma, Pa.” dengan cepat Alex menghabiskan makanan saat mendengar Seira tidak sarapan bersama. Dan dia ingin segera menyusul kekasihnya itu. Mengambil tas kerja miliknya Alex langsung berpamitan dengan kedua orang tua yang telah mengasuhnya sejak kecil.


Begitu keluar dari pintu rumah. Seseorang menarik lengan Alex dan kemudian mendaratkan sebuah ciuman dengan sedikit memaksa. Awalnya Alex ingin memberontak namun saat melihat siapa yang menciumnya dia tersenyum dalam hati.

__ADS_1


Berbeda dengan seorang gadis yang melihat interaksi mereka berdua. Dia begitu kesal. Bertahun-tahun mengejar Alex. Kini datang seorang gadis yang baru hadir dan menghancurkan semua rencananya.


“Tidak. Aku tidak akan biarkan siapapun merebut Alex dariku.”


__ADS_2