Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 4 season 2


__ADS_3

"Semalam kalian darimana?”


Deg 


Jantung Seira seakan berhenti berdetak. Gadis itu menahan nafas beberapa detik . Kemudian menatap wajah Alex yang terlihat santai. Alex memberi senyum kepada Seira yang terlihat panik. Sebelum akhirnya memberi jawaban kepada mama Naura.


“Kami dari hotel ma.”


“Hotel??” semua orang terkejut dengan jawaban Alex. Tak terkecuali Seira yang terlihat semakin panik. Dan kedua mata nya hampir saja lompat dari tempatnya. Bagaimana bisa kakaknya berkata jujur seperti itu.


Mama dan papa menatap Seira dan Alex secara bergantian. Seolah menaruh rasa curiga. Pun dengan Bryan yang sudah mengerti tempat untuk apa hotel, jika sepasang manusia berbeda jenis berduaan di dalam salah satu kamar.


“Setelah kembali dari acara prom night Seira meminta Alex untuk menjemputnya. Karena Alex sedang ada pesta dengan David dan Roy maka Alex mengajak Seira untuk bergabung. Kami berpesta sampai larut malam dan Seira sudah tertidur. Karena itu Alex memesankan kamar untuk Seira kemudian kami lanjut kembali berpesta untuk merayakan ulang tahun Alex.” Bohongnya dengan santai. Dan benar saja semua orang percaya ucapan Alex. Seira pun bernafas dengan lega.


“Sudahlah ma apa yang perlu mama khawatirkan. Mereka kan saudara bukan sepasang kekasih.” ucapan papa membuat Alex sedikit lega. Setidaknya ucapan papa dapat membantunya meyakinkan mama untuk percaya pada dirinya.


“Kakak, seminggu lagi jangan lupa ambilkan laporan akhir semester Emily ya. Kakak sudah janji kemarin sama Lily.” 


“Minta saja sama mama atau papa kenapa harus kak Alex yang ambil.” suara itu berasal dari Seira. 


“Kenapa kakak kesal aku hanya meminta kak Alex untuk mengambil raport bukan menjadi kekasihku.” ucapan Emily membuat Seira terdiam. Benar juga kenapa dia harus merasa kesal. Alex bukan hanya milik dirinya melainkan milik keluarga termasuk Emily.


“Sudahlah aku lelah ingin istirahat.” Seira pergi meninggalkan semua anggota keluarga yang masih berkumpul di ruang tamu. Alex menatap tubuh Seira yang memang terlihat lelah.


“Papa akan ke kantor dulu. Alex kau boleh cuti hari ini. Biar papa yang handle semuanya.”


“Terima kasih pa.”


Alex dan Seira hari ini beristirahat di kamar masing-masing. Jika Seira tidur maka Alex tidak. Lelaki itu tampak bekerja di depan laptopnya. Meskipun papa memberinya cuti dia tidak lantas bersantai dan berdiam diri saja. Selama ini Alex sudah mendirikan sebuah perusahaan secara diam-diam tanpa sepengetahuan semua orang.


Perusahaan Alex bergerak di bidang industry. Lebih tepatnya design sekaligus produksi peralatan dan pakaian bayi. Perusahaan itu dia dirikan didasari atas mimpi Seira yang ingin menjadi designer pakaian bayi.

__ADS_1


Cukup lama berada di depan laptop membuat mata dan tubuhnya sedikit lelah. Dia ingin beristirahat namun sebelum itu dia terlebih dahulu menyimpan berkas dalam flasfdisk. Sebelum mematikan layar laptop. Layar yang menampilkan gambar seorang gadis dengan rambut panjang dan senyum yang selalu membuatnya semangat dalam bekerja.


**Malam hari**


Semua orang sudah berkumpul di ruang makan. Terkecuali Bryan yang ijin pergi bersama dengan teman-temannya. Seira terlihat menuruni anak tangga satu per satu. Dia mengikat rambutnya keatas memperlihatkan jejak merah yang masih terlihat samar. Alex yang melihat itu panik. Dengan buru-buru lelaki itu berdiri di hadapan Seira. Menghalangi pandangan semua orang untuk melihat ke arah Seira.


Tindakan Alex yang tiba-tiba membuat semua orang bingung. Begitu pun dengan Seira. Kenapa kakaknya menghalangi dirinya, pikirnya.


“Alex ada perlu sebentar dengan Seira.” Tanpa menunggu jawaban, Alex berbalik badan dan mendorong kedua bahu Seira untuk menjauh dari semua anggota keluarga.


“Ada apa kak?” Seira merasa bingung saat Alex tiba-tiba melepas ikatan rambutnya.


“Kau ingin semua orang melihat ini dan ini.” tunjuk Alex pada leher Seira.


“Astaga.”


“Tidak perlu panik. Sekarang pergilah ke kamar dan samarkan itu dengan foundation atau bedak.” tanpa menunggu lama Seira melakukan apa yang diperintahkan oleh Alex. Dia juga tidak ingin orang tuanya berfikir macam-macam karena melihat tanda di lehernya.


“Seira sedang datang bulan tadi celananya berwarna merah karena itu kakak memintanya untuk berganti pakaian.” bohong Alex yang masih terdengar samar-samar di telinga Seira.


“Oh.”


**Keesokan paginya**


Ini akhir pekan semua orang berada di rumah. Papa Sean , Alex dan Bryan terbiasa bangun pagi. Seperti pagi ini mereka bertiga sedang olahraga lari di sekitar komplek mereka. Sebagian tetangga merasa kagum dengan ketampanan tiga pria beda generasi itu.


“Lihat itu pak Sean walau sudah tua semakin berkharisma ya.” Ibu-ibu komplek yang berbelanja sayur mulai bergosip.


“Iya apalagi anaknya yang bernama Alex. Selain tampan dia juga mapan. Andai aku punya anak perempuan akan aku jodohkan dengannya.”


“Tapi dengar-dengar dia cuma anak angkat lo bu. Kalo anak angkat kan dapat warisannya sedikit.” ejek salah satu ibu-ibu yang memandang rendah status anak angkat.

__ADS_1


Alex yang mendengar perkataan ibu itu hanya tersenyum kecil. Berbeda dengan Sean yang memikirkan ucapan ibu itu. Pun dengan Bryan bagaimana pun kakaknya dia tetaplah kakak pertama mereka. Memiliki hak yang sama pula.


“Ayo pulang papa sudah lelah.” baik Bryan maupun Alex mengikuti langkah kaki papanya untuk kembali ke rumah mereka.


Lelaki tua itu langsung menuju dapur mengambil air putih satu gelas penuh. Kemudian meminumnya hingga tandas. Membuat Naura istrinya menyipitkan mata melihat suaminya yang terlihat kesal sepulang berolah raga.


“Ada apa dengan papa kalian?” bisik Naura diantara Alex dan Bryan.


“Entahlah.” Bryan berlalu pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


“Aish anak itu kalo ditanya bukannya jawab malah pergi.” gerutu Naura.


Sementara Alex menarik kursi untuk duduk di sana. Diikuti oleh Sean dan juga Naura yang penasaran dengan apa yang baru saja terjadi.


“Alex.” panggil Sean.


“Alex baik-baik saja pa.” jawaban Alex semakin membuat Naura bingung. Sebenarnya apa yang terjadi pikir Naura.


“Sebenarnya ada apa pa?” jiwa keingintahuan Naura membuatnya harus segera bertanya.


“Ibu-ibu komplek membicarakan kita ma. Mereka bilang Alex hanya anak angkat kita. Dan mereka juga berkata kalo anak angkat hanya akan mendapatkan warisan sedikit.” gerutu Sean.


“Hahahaa.” Naura tertawa bahkan tawanya membuat Alex tersenyum.


“Ma…” kesal Sean karena ditertawakan oleh istrinya.


“Lagian papa dengerin ibu-ibu komplek yang hobinya bergosip. Dan sejak kapan seorang Sean mendengarkan ucapan ibu-ibu komplek. Papa ada-ada saja.” Naura menggeleng melihat kelakuan suaminya.


Benar juga sejak kapan seorang Sean pemilik perusahaan besar mendengarkan ghibahan ibu-ibu komplek.


Namun karena omongan ibu-ibu tadi Sean menjadi memikirkan sesuatu. Sesuatu yang harus dia lakukan untuk kebaikan anak-anaknya kelak. Bagaimana pun Alex sangat berjasa di dalam kemajuan perusahaanya. Meskipun usianya masih begitu sangat muda namun kecerdasannya membuat perusahaan Sean semakin berkembang pesat.

__ADS_1


__ADS_2