Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 6 season 2


__ADS_3

“Kakak aku rindu.”


Seira mengusap lembut layar ponsel dengan ibu jarinya. Seakan sedang membelai wajah pria yang dia rindukan. Satu dering ponsel tiba-tiba masuk membuat Seira yang sedang fokus menatap foto Alex menjadi terkejut. Seira kesal melihat nama Bryan yang tertera sebagai pemanggil.


“Dasar adik laknat perusak kesenangan saja.” sebelum menerima panggilan Seira menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


“Ada apa?” ketus Seira saat ponsel miliknya sudah dia letakkan di dekat daun telinga.


“Yaelah santai aja kali kak baru juga ditinggal kak Alex dua hari. Bagaimana kalau kau ditinggal menikah hahaa?” Bryan tertawa mengejek kakaknya.


“Apa hubungannya? Dasar aneh. Cepat katakan kenapa kau menghubungi kakak malam-malam?”


“Daripada berdiam diri terus di dalam kamar ayo kita keluar ini kan malam minggu siapa tahu kakak bertemu jodoh kakak malam ini.” ajak Bryan.


“Kakak sedang tidak tertarik untuk pergi kemanapun.”


“Ayolah kak, Bryan menunggu kakak di mobil.”


“Jangan macam-macam Bryan kau belum ada ijin untuk mengemudi.”


“Siapa yang akan mengemudi, Bryan hanya bilang menunggu kakak di mobil bukan berarti Bryan yang mengemudi.”


“Kakak lelah, kau pergi saja ajak Emily.” suara Seira terlihat melemas dari balik ponsel. Rasanya sungguh malas untuk beranjak keluar dari kamar.


“Emily pergi dengan mama dan papa ke rumah tante Mila. Ayolah kak kau lelah kenapa? Lagipula dua hari ini kau hanya berdiam diri di kamar saja tidak melakukan apapun. Kau juga hanya keluar jika lapar saja. Bryan tahu jangan-jangan kakak lelah memikirkan kak Alex yang pergi ke Bandung ya. Iya kan?” rasanya begitu menyenangkan bisa mengejek kakaknya dengan puas.


“Bryan!!” teriak Seira.


“Telinga Bryan sakit kak. Ayo cepat turun paman dan aku sudah menunggu di bawah.”


“Iya-iya kau ini kenapa cerewet sekali.” Seira mengakhiri panggilan dan mengambil sweater di dalam lemari. Meninggalkan kamar untuk menemui adiknya.


Seira menuju garasi menghampiri Bryan dan Paman Darko, supir keluarga yang sudah bertahun-tahun bekerja untuk keluarga mereka. Seira berjalan mendekati mobil yang akan membawa mereka pergi. Satu tangannya berhasil membuka pintu mobil. Segera dia mendudukan diri di kursi tengah karena kursi depan sudah lebih dulu diduduki oleh Bryan dan Paman Darko.


“Kita mau kemana?” tanya Seira saat mobil mulai meninggalkan garasi rumah.

__ADS_1


“Cari angin.”


“Hah angin kok dicari.” gerutu Seira.


“Siapa tahu angin bisa membawa kakak bertemu dengan jodoh kakak.”


“Kau itu dari tadi jodoh, jodoh, jodoh terus. Sekolah yang bener baru mikirin jodoh. Kerjaan aja belum punya udah mikir jodoh.


Bryan hanya tersenyum mendengar ocehan kakaknya. Sudah beberapa hari sejak pulang dari acara prom night kakak perempuannya menjadi tidak banyak bicara dan lebih senang berada di dalam kamar.


“Kakak ingin makan apa?”


“Kakak tidak lapar.”


“Kalau begitu kakak temani saja aku.”


“Terserah kau saja.” Seira menyandarkan tubuh pada sandaran kursi. Menatap keluar jendela. Melihat keramaian kota Jakarta yang tidak pernah sepi.


Bryan menatap ponsel melihat story Instagram milik seorang gadis yang dia sukai. Dan kesanalah dia akan pergi.


Sedangkan Bryan hanya bisa menunjukkan barisan giginya yang rapi. Bryan dan gadis itu sudah menjalin kasih. Namun secara sembunyi-sembunyi. Tidak ada yang tahu hubungan mereka kecuali Seira. Ayah dari gadis itu tidak mengijinkan putrinya untuk berpacaran karena itu dapat mengganggu konsentrasi belajar putrinya yang akan melanjutkan pendidikan di universitas ternama di luar negeri.


“Kau harus membayar mahal kakak untuk ini.”


“Oke, sekarang kakak pikirkan caranya bagaimana Bryan bisa berdua dengan dia.”


“Apa? Kau gila? Disitu ada ayah dia. Mukanya saja serem kayak begitu kalau kemarin-kemarin hanya ibunya kakak bisa handle.”


“Ayolah kak. Bryan kasih tiket konser Blackpink di BSD. Bagaimana?” Bryan mengeluarkan dua tiket dari dalam saku celananya. Dia yakin kakaknya tidak akan menolak jika itu tentang blackpink.


Seira melebarkan pupil mata. Tidak percaya jika Bryan bisa memiliki tiket tersebut. Sudah beberapa hari dia ingin membeli namun semua tiket yang dijual secara online maupun offline sudah terjual habis.


Tangan Seira bergerak ingin mengambil tiket. Namun ditahan oleh Bryan.


“Kakak harus bantu Bryan dulu. Baru tiketnya Bryan kasih.” Seira menghembuskan nafas dengan kasar. Jika sudah begini dia harus berpikir lebih keras lagi. Bagaimana membawa gadis itu untuk pergi sebentar dengan dirinya.

__ADS_1


“Baiklah.”


“Thank you kakakku yang cantik. I love you.”


Dan malam itu Seira pun membantu Bryan untuk bisa bermalam mingguan dengan kekasihnya. Meskipun harus bersandiwara sedikit di depan kedua orang tua gadis itu. Demi tiket konser blackpink yang sangat dia inginkan.


** Keesokan harinya**


Karena pulang terlalu larut, Seira masih tertidur lelap dalam balutan selimut yang hangat. Menikmati mimpi yang membuatnya tersenyum dalam tidur. Hingga tidak menyadari saat seseorang masuk ke dalam kamarnya. Melihat senyum gadis yang dia rindukan dua hari ini. Membuat Alex bahagia. Meskipun dia tidak tahu siapa yang membuat Seira tersenyum dalam mimpi.


“Bagaimana aku bisa menjalani hidup? Jika di hidupku adalah dirimu.” tangan Alex mulai membelai lembut pipi Seira.


Ceklek


Pintu terbuka memperlihatkan Byan disana. “Maaf sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat.” ucapnya kemudian menutup kembali pintu kamar kakaknya.


“Dasar anak itu.”


Alex hendak pergi meninggalkan kamar Seira namun sebelum itu dia mencium kening Seira cukup lama. Menyalurkan kerinduan yang dia rasakan di dalam hati. Seira sedikit terusik dengan apa yang dilakukan Alex. Namun tidak sampai membangunkan gadis itu.


Beberapa hari berlalu seharusnya ini tanggal dimana Seira mendapat tamu bulanan. Dia terlihat cemas sebab tamu yang datang setiap bulan itu belum juga menghampirinya. Untuk berjaga dia akan pergi ke apotek untuk membeli sesuatu.


Setelah membersihkan diri Seira keluar kamar dengan pakaian casual. Yaitu celana jeans dan kaos V neck berwarna putih. Dengan rambut yang diikat tinggi di belakang. Memperlihatkan leher putih Seira yang mulus.


Menuruni anak tangga dia berjalan menuju meja makan. Disana sudah ada semua anggota keluarganya.


“Selamat pagi semua.” sapa Seira kemudian menarik kursi di sebelah Emily untuk dia duduki.


“Pagi sayang.” Sapa balik mama Naura dengan hangat.


Setelah kedatangan Seira semua orang langsung menikmati sarapan pagi mereka. Dengan diselipi beberapa obrolan kecil diantara anggota keluarga yang lain. Dalam makannya Alex lebih sering memperhatikan Seira yang semakin hari semakin cantik menurut dirinya.


Seusai sarapan papa segera pergi bekerja. Bryan dan Emily pergi sekolah. Menyisakan Mama di dapur dan Alex yang kembali ke kamar mengambil ponsel miliknya yang tertinggal disana.


Seira menggeser kursinya dia ingin pergi ke apotek untuk membeli sesuatu. Dan memastikan sesuatu sebelum dirinya pergi ke luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2