Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 68


__ADS_3

Tidakkah Alex salah dengar. Dia pikir pendengarannya masih normal. Lelaki itu masih terdiam mematung. Berusaha mengingat kembali apa yang diucapkan oleh Seira. Dan saat dia berusaha keras untuk mengingat itu tiba-tiba Seira mencium pipi Alex. Membuat Alex tersadar untuk menoleh ke arah samping. Dia memegang pipi yang baru saja dicium oleh Seira.


Senyum tidak dapat lagi dia tahan. Hatinya berbunga. Begitu bahagia. Gadis yang dia cintai baru saja mencium pipinya. Tanpa paksaan dan dalam keadaan sadar.


Seira tersenyum malu karena sudah berani lebih dulu untuk mencium Alex. Lelaki itu gemas dia segera menarik lengan Seira membawa gadis itu untuk masuk ke dalam dekapannya.


“Terima kasih Seira. Kakak sangat bahagia. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Alex menghadiahi pucuk kepala Seira dengan ciuman yang bertubi-tubi. Menyalurkan rasa bahagia yang teramat dalam.


“Aku juga mencintaimu kak.” Pandangan mata keduanya kembali bertemu. Memancarkan cinta yang begitu dalam. Entah siapa yang memulai lebih dulu tautan bibir kembali menyatu. Bahkan kini lebih dalam dan begitu menggebu. Seira sampai memegang tengkuk Alex untuk mengeksplor lebih dalam. Saling bertukar saliva dan lidah yang meliuk-liuk menari di dalam rongga mulut membuat keduanya ingin lebih.


Tangan Alex bahkan sudah mulai bermain di dada Seira. Ciuman yang penuh has*rat ternyata menimbulkan ga*irah lebih di dalam tubuh mereka masing-masing. Hingga sebuah ******* lolos begitu saja dari bibir Seira. Mendengar itu Alex tersadar kemudian membenarkan baju Seira yang sempat dia naikkan ke atas.


“Maaf, Kakak kelepasan.” ucap Alex sambil menyatukan kepala mereka sambil memegang kedua bahu Seira. Gadis itu sedikit kecewa namun dia juga tidak ingin melewati batas.


“Kak.” Seira menggeleng tanda bahwa itu bukan salah kakaknya.


“Kakak akan meminta restu pada mama dan papa untuk menikahimu.” Seolah Alex sudah tahu apa yang Seira khawatirkan.


“Tapi kak Bagaimana jika mama dan papa tidak setuju dengan hubungan kita?”


“Kakak akan memperjuangkanmu sampai mendapatkan restu dari mama dan papa.” Alex kembali membawa Seira ke dalam pelukannya.


“Untuk sementara kita backstreet dulu ya.” Alex menautkan kedua alisnya. Rasanya dia tidak ingin menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi. Dia ingin dunia tahu bahwa gadis di hadapannya adalah miliknya. Bukan tanpa sebab Seira yang sekarang jauh lebih cantik dari Seira yang dulu. Dia takut banyak lelaki akan tertarik dengannya. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Seira adalah miliknya dan selamanya akan begitu.


“Aku ingin fokus mencari pekerjaan dulu dengan Lena. Kasihan dia merasa tidak enak jika terus tinggal disini. Dia ingin menyewa apartemen untuk dia tempati namun sebelum itu dia harus memiliki pekerjaan tetap terlebih dahulu.” ucap Seira saat melihat kekecewaan di mata Alex.


“Besok datanglah ke AlSe Fashion Indonesia. Temuilah Roy disana. Kau masih ingat Roy kan teman kakak?” pertanyaan Alex diangguki oleh Seira.


“Rasanya aku tidak ingin pagi datang. Aku ingin menghentikan waktu supaya tidak berputar. Aku ingin terus bersamamu seperti ini.” Alex terus memeluk Seira tanpa ingin melepaskan gadis itu. Seira tersenyum rasanya dia pun juga ingin menghentikan waktu.

__ADS_1


Klek klek


Suara gagang pintu terdengar diputar dari luar. Membuat Seira mendorong Alex untuk segera melepaskan pelukannya. Dan itu sukses membuat Alex merasa kesal. Lelaki itu berdecak.


“Perusak momen.” Seira memukul pelan bidang dada Alex saat mendengar gumaman lelaki itu.


Tok tok tok


Suara pintu terketuk dari luar. Baik Seira maupun Alex tidak menjawab. Keduanya diam menatap ke arah pintu secara bersamaan. Terdengar sayup-sayup suara Lena yang terdengar dari dalam kamar.


“Tante, sedang apa di depan kamar Seira?” Lena takut bosnya dan Seira masih didalam. Dia harus berpikir dengan cepat mencari alasan agar tante Inara mau pergi.


“Tante hanya ingin melihat Seira. Tante pikir pintunya tidak terkunci karena kamu diluar.”


“Bagaimana ini alasan apa yang harus aku berikan supaya tante tidak curiga. Apa aku bilang saja kalau aku bawa kunci tapi bagaimana kalau tante minta dibukakan pintu.” Gumam Lena sambil memijat salah satu pelipisnya. Dia merasa sedikit pusing akibat jetleg tadi pagi.


Seira terlihat panik. Dia berjalan mondar-mandir dengan khawatir. Jujur dia masih belum siap untuk mengungkapkan hubungannya dengan Alex. Dia belum siap ditolak oleh mamanya. Dia juga belum siap jika hal buruk terjadi di masa depan terlebih jika dia harus berpisah dengan Alex. Padahal belum tentu hal yang dia khawatirkan akan terjadi. Namun Seira harus berpikir hal buruk yang akan terlebih lebih dahulu. Dia ingin menikmati cintanya bersama Alex.


“Kak, bagaimana bisa kau senyum seperti itu. Diluar ada mama.” Kesal Seira saat melihat Alex tersenyum melihat dirinya yang sedang kebingungan.


Alex menarik lengan Seira hingga gadis itu jatuh di pangkuan Alex yang sedang duduk di pinggiran Kasur. Dia merapikan beberapa anak sulur rambut milik Seira ke belakang daun telinga Seira. Kemudian memeluk pinggang Seira. Matanya menatap wajah gadis yang saat ini terlihat lebih menggemaskan saat sedang panik.


“Apa yang sedang kau cemaskan? Bukankah balkon kita bersebelahan. Kakak tinggal melompat saja dari balkon kamarmu.” Seira menepuk keningnya tidak berpikir sampai kesana.


“Kakak benar. Sekarang cepat kakak keluar. Aku akan membukakan pintu untuk mama.” Seira menarik lengan Alex dengan paksa mendorong tubuh kekar kakanya menuju balkon.


Alex merentangkan kedua tangannya. Menahan tubuhnya untuk tidak keluar melewati pintu balkon.


“Kak.”

__ADS_1


“Kakak akan pergi tapi dengan satu syarat.” Alex menarik kedua sudut bibirnya. Seira menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“Baiklah cepat katakana apa syaratnya.” Alex menepuk bibirnya dua kali dengan jari telunjuk. Mengisyaratkan Seira untuk menciumnya. Dan tanpa berpikir lama Seira pun mengecup bibir Alex dengan cepat.


“Sudah.”


“Bukan begitu tapi begini.” Alex memegang tengkuk Seira. Melu*mat bibir Seira dengan rakus. Setelah puas dia beru keluar balkon dan melompat ke balkon kamarnya. Seira yang memastikan Alex selamat hingga di kamarnya segera menutup balkon dan menarik gorden kamar.


“Tante, Lena…”


Ceklek


Terdengar pintu kamar dibuka. Menampakkan Seira yang sudah berdiri disana. Membuat Lena bernafas dengan lega. Sahabatnya datang disaat yang tepat.


“Mama.” Sapa Seira dengan ramah.


Lena membelai lembut dadanya sambil bergumam dalam hati."Selamat-selamat."


“Apa mama mengganggumu sayang?”


“Tidak ma, ayo masuk.” Seira mempersilahkan mamanya untuk masuk ke dalam. Diikuti oleh Lena dibelakangnya.


Beberapa langkah masuk mama Inara menghentikan langkah kakinya. Dia seperti mencium bau parfum yang sangat dia kenal. Dia melihat setiap sudut kamar putrinya. Mencari apa yang menjadi kecurigaannya.


“Kenapa ma?” tanya Seira yang melihat mamanya mengamati sekeliling kamarnya. Mama Inara menggeleng sebelum akhirnya melangkah kembali dan duduk di pinggiran kasur tepat dimana Alex sempat duduk tadi.


“Hangat... dan parfum ini. Apa jangan-jangan…” mama Inara menatap putrinya dengan penuh arti.


"Halo teman-teman kasih saran author ya lewat komen, kalian suka konfliknya dari orang ketiga atau dari keluarga ya kira-kira?” Author tunggu komen kalian ya sebab komen kalian menentukan alur cerita selanjutnya😊”

__ADS_1


__ADS_2