Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 16 season 2


__ADS_3

Flasback on


Melihat Lena yang melangkah meninggalkan ruangan Seira pun ingin mengekor di belakang sahabatnya. Melihat pergerakan Seira dari ujung matanya membuat Alex menutup buku. Menyandarkan tubuh pada sandaran kursi. Menatap Seira dan berkata “Kau mau kemana? Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?”


“Tapi Mr.”


“Kemari.” titahnya yang tidak ingin dibantah.


“Sudah sana aku bisa mencarinya sendiri.” Bisik Lena tepat di dekat daun telinga Seira. Kemudian bergegas keluar meninggalkan bos dan sahabatnya. Dia tahu bosnya ingin memiliki waktu untuk berduaan dengan Seira.


Seira melangkah dengan pelan namun jantungnya berdegup dengan kencang. Ditatapnya wajah Alex yang semakin tampan dengan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di kumis dan dagunya.


Alex tidak berkedip melihat Seira. Tatapan mereka saling bertemu. Jantung sudah tidak dapat diatur dengan baik. Berdetak semakin tidak beraturan. Seira sengaja berdiri jauh dari tempat Alex agar lelaki itu tidak mendengar detak jantungnya yang berdegub kencang.


Alex bangkit langkahnya mendekat ke arah Seira. Dan tubuh kekar itu langsung memeluk tubuh Seira dengan erat. Tidak menolak dan tidak membalas itulah yang Seira lakukan.


“Kakak.” lirih Seira.


“Sebentar saja, kakak mohon.” Seira mengangguk membiarkan Alex memeluk tubuhnya.


Aroma shampo Seira membuat pikiran Alex yang tadinya kacau menjadi tenang. Begitu banyak hal yang harus dia selesaikan dalam sebulan terakhir ini. Ditambah dia harus kembali ke Indonesia untuk waktu yang lama.


“Ayo ikut kakak.” Alex menarik tangan Seira mengajak gadis itu untuk jalan-jalan sebentar.


“Tapi kak aku belum ijin jika harus pergi.”


“Nanti kakak yang urus ke penjaga asrama.” Mendengar jawaban Alex, Seira diam dan mengikuti langkah kakaknya pergi.


Cukup lama berkendara akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen di kota Paris. Alex memarkirkan mobil namun tidak mematikan mesin agar Ac mobil tetap menyala. Seira masih terlelap di kursinya. Dia belum menyadari mobil yang mereka tumpangi sudah sampai tujuan.


Alex mendekatkan wajahnya. Semakin dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Sebelum akhirnya sebuah kecupan mendarat di kening Seira.


Seira melenguh membuat Alex menarik tubuhnya kembali ke sandaran kemudi. Berpura-pura membalas pesan. Seira membuka mata merasakan mobil sudah tidak bergerak.

__ADS_1


“Dimana kita kak?” pertanyaan Seira mengalihkan tatapan Alex dari ponsel. Kemudian mendekat kearah Seira. Gerakan itu kembali membuat jantung Seira berdetak tidak menentu.


“Sudah, ayo turun.” Ternyata Alex hanya membuka seatbelt yang masih membalut tubuh Seira.


Hembusan nafas Seira yang Alex rasakan di permukaan wajahnya membuat lelaki itu berdesir. Dia tidak ingin melakukan hal lebih. Seira adalah adik yang harus dia jaga. Namun sekaligus wanita yang dia cintai. Terbelenggu dalam hubungan ini membuat Alex tersiksa. Namun dia belum menemukan cara untuk bisa membebaskan dirinya dari perasaan itu.


Alex turun dari mobil kemudian membuka pintu mobil untuk Seira. Turun dari mobil Seira melihat sekeliling.


“Bukankah ini apartemen? Apa kakak tinggal disini selama ini?”


“Ayo kita bicara di dalam saja.” Alex kembali menggenggam tangan Seira. Membawa gadis itu untuk masuk ke dalam. Masuk ke dalam lift dan naik ke lantai tujuh belas. Tempat dimana Alex tinggal selama ini. Dia lebih memilih tinggal di apartemen daripada di mansion mewah peninggalan daddynya. Sebab disana masih ada istri daddynya. Istri kedua setelah mommy Sandra.


Alex mambawa Seira masuk ke dalam setelah menekan beberapa nomor sandi untuk membuka pintu. Alex meletakkan jas kerjanya di sofa ruang tamu. Lelaki itu berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman.


“Jika kau haus ambil saja minuman di dalam kulkas. Tidak perlu sungkan anggap saja seperti rumah papa Sean. Kakak mandi dulu. Oh iya, kakak sudah pesan makanan jika bel berbunyi itu pasti pengantar makanan yang datang.” Seira mengangguk.


“Sandinya adalah hari ulang tahunmu.” ucap Alex sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


Alex tidak membangunkan Seira melainkan mengangkat tubuh gadis itu untuk dia pindahkan ke dalam kamar. Sudah beberapa hari Seira tidak bisa tidur dengan nyenyak. Alex menyelimuti tubuh Seira. Sebelum akhirnya dia ikut berbaring di samping gadis itu. Sama dengan Seira, Alex beberapa hari terakhir juga kurang tidur. Hal itu karena terlalu banyak yang dia pikirkan dan yang harus dia lakukan.


Menjelang petang


Seira terbangun dia menatap langit-langit kamar mengingat dimana dirinya berada sekarang. Tatapannya beralih ke samping dimana Alex masih memejamkan mata. Seira menatap wajah lelaki yang begitu dia rindukan selama ini. Lelaki yang terlihat tenang dalam tidurnya.


Cukup lama Seira menatap hingga dia memberanikan diri untuk semakin mendekat. Ukiran indah yang membentuk wajah Alex sangatlah mendekati sempurna.


“Kakak.” teriak Seira saat Alex tiba-tiba memeluk dirinya yang hendak beranjak dari tempat tidur.


“Kau mau kemana.” Suara bariton khas bangun tidur membuat Seira terdiam. Suara yang menenangkan hati, menyejukkan indera pendengarannya.


“Aku lapar.” Alex langsung membuka mata saat Seira berkata bahwa dia lapar. Mereka telah melewatkan makan siang karena tertidur.


“Kakak panaskan dulu makanannya. Sekarang pasti sudah dingin makanan yang kakak pesan tadi siang.”

__ADS_1


Keduanya kini berada di dapur. Alex memanaskan makanan dan Seira membuat minuman. Dia ingin jus jeruk. Dan Alexpun sama. Dia ingin minum minuman yang dibuat oleh tangan Seira.


Makanan diletakkan diatas meja pun dengan dua gelas jus jeruk yang baru saja selesai dibuat oleh Seira. Alex meneguk minuman berwarna orange tersebut sambil menatap sang pembuatnya.


“Manis.” Ucapnya setelah hampir separuh jus itu dia minum dengan sebuah sedotan berwarna putih. Seira tersenyum mendengar pujian dari kakaknya.


Seira berdiri di balkon setelah menyelesaikan makan malamnya. Tadinya dia ingin mencuci piring namun dilarang oleh Alex.


Seira terlonjak kaget saat sebuah tangan kekar memeluk dirinya dari belakang. “Kakak.”


“Apa yang kakak lakukan?”


“Biarkan seperti ini Seira, sebentar saja.” Seira terdiam sejujurnya dia begitu senang dengan hal-hal yang dilakukan oleh kakaknya. Namun hanya dia rasakan dalam hati.


“Kakak sedang ada masalah?” Alex terdiam dia begitu enggan menceritakan masalah yang dia alami kepada adiknya.


Alex membalik tubuh Seira. Hingga mereka saling berhadapan. Pancaran kedua mata mereka menunjukkan rasa cinta tanpa berani untuk mengungkapkan. Dalamnya cinta yang mereka rasakan mampu membuat mulut mereka terkunci rapat. Alex kembali memeluk Seira. Mencari kenyamanan disana. Seira hanya diam tidak membalas dan tidak menolak.


“Seira boleh kakak meminta sesuatu?”


“Apa ? jika Seira mampu Seira pasti akan memberikannya.”


“Ini.” Tanpa menunggu jawaban dari Seira bibir Alex sudah langsung menempel di bibir Seira yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Alex.


Lagi-lagi Seira tidak membalas namun dia menikmati ciuman itu hingga meremas kedua lengan Alex dengan lembut.


“Terima kasih.” Ucap Alex setelah pagutan mereka terlepas. Seira hanya mengangguk pelan bersamaan dengan ibu jari Alex yang mengusap bibirnya yang basah karena ulah kakaknya.


“Ayo aku antar kau pulang ke Asrama.”


“Aku masih ingin bersamamu kak.” Kalimat itu hanya mampu Seira ucapkan dalam hati


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2