Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 7 season 2


__ADS_3

Mendengar suara kursi yang bergesekan dengan lantai membuat mama Naura yang sedang mengadon kue menghentikan langkah Seira yang hendak meninggalkan meja makan. Dahi wanita baya itu mengkerut dalam. Biasanya sehabis sarapan anak gadisnya selalu membantu membuat kue. Tapi kenapa pagi ini tidak?


“Seira tunggu.” panggilan mama Naura menghentikan langkah kaki Seira.


“Ada apa ma?” kedua mata Seira menatap mamanya yang juga sedang menatap balik dirinya.


“Kau mau kemana sayang?” tanya mama Naura sambil menuang terigu ke dalam panic stainless. Seira terdiam sejenak memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan untuk mamanya.


“Ehm, Seira mau ke indoApril di ujung komplek ma.” tuturnya.


“Oh kalau begitu mama titip soda kue ya sayang. Soda kue mama kebetulan habis.”


“Iya ma.” tanpa mereka sadari Alex yang berdiri di ujung tangga mendengar percakapan antara ibu dan anak.


Mengetahui Seira yang pergi sendiri ke minimarket membuat lelaki itu mengkerutkan dahi. Biasanya gadis itu akan meminta asisten rumah tangga untuk membeli jika hanya ke indoApril di ujung komplek.


Tanpa sepengetahuan Seira, Alex mengikuti gadis itu dari belakang. Mencari tahu apa yang ingin dibeli oleh adiknya. Alex masuk ke indoApril setelah Seira lebih dulu masuk. Berpura-pura mencari barang yang posisinya tidak jauh dari Seira. Karena tidak terlalu ramai Alex memilih bersembunyi di balik rak barang sebelah Seira. Sambil terus mengawasi apa yang diambil oleh gadis itu.


“Mbak.” panggil Seira yang terdengar oleh Alex. Alex menajamkan indera pendengarannya agar bisa mendengar percakapan Seira dengan kasir indoApril.


“Iya kak, ada yang bisa saya bantu?” tutur kasir dengan ramah.


“Ehm, saya ingin membeli sensitive 2. Apa ada?” ibu-ibu online yang sudah menikah pasti sudah tahu apa itu sensitive. Tapi jika ada yang belum tahu author kasih tahu ya. Sensitif adalah alat tes kehamilan. Jadi untuk memastikan kamu sedang hamil atau tidak, bisa menggunakan alat ini. Alat ini dapat dibeli di apotek atau supermarket terdekat dengan jenis dan variasi yang berbeda.


Kasir itu tersenyum ramah kemudian memberikan benda yang sebelumnya tersimpan di rak barang belakang kepada Seira.


“Ini kak.” Kasir memberikan benda yang dicari oleh Seira.


Seira lebih dulu melihat benda itu. Saat dirasa sudah benar bahwa benda itu yang dia butuhkan maka tanpa berlama-lama Seira langsung membayar di kasir beserta soda kue yang sebelumnya dia ambil terlebih dahulu.


Melihat Seira yang sudah pergi, Alex menghampiri kasir yang tadi sempat melayani Seira.

__ADS_1


“Mbak.” panggil Alex melihat kearah luar minimarket memastikan Seira sudah menghilang.


“Iya, ada yang bisa saya bantu pak?” tutur kasir dengan ramah melihat penampilan Alex yang memakai setelan kemeja lengkap dengan jas yang melekat di tubuhnya dan dasi yang melingkar di leher.


“Mbak, tadi gadis itu beli apa ya?” kasir itu terlihat mengkerutkan dahi mendengar pertanyaan Alex.


“Maksud saya tadi istri saya beli apa disini?” imbuhnya supaya kasir indoApril tersebut bersedia memberitahu informasi apa yang dibeli oleh Seira.


“Oh, kakak tadi beli soda kue dan alat tes kehamilan pak.” masih dengan senyum yang ramah kasir memberitahu apa yang dibeli oleh Seira.


“Alat tes kehamilan?” ulang Alex di depan kasir.


“Iya pak.” Alex mematung sesaat. Otaknya seakan butuh waktu untuk bisa berpikir.


Kemudian dia pergi keluar minimarket setelah mengucapkan terima kasih kepada kasir indoApril. Hati Alex berdesir saat mendengar kata hamil. Pikirannya seakan tidak tenang. Dia harus tahu hasilnya. Dia juga harus berpikir langkah apa yang harus dia ambil jika adiknya itu hamil.


Seira memberikan soda kue pesanan mama Naura sebelum dirinya kembali ke kamar. Melihat Alex yang datang membuat mama Naura sedikit bingung.


“Alex, kau balik lagi nak?” tanya mama Naura sambil menuang soda kue sesuai dengan takaran yang dibutuhkan ke adonan kue.


Ceklek


“Untung tidak dikunci.” gumam Alex.


Kedua mata Alex menyapu seluruh ruangan mencari sosok yang dia cari. Namun tidak ada Seira di dalam kamar. Dan Alex yakin saat ini Seira pasti sedang di dalam kamar mandi. Dia pun memutuskan untuk berdiri di dekat pintu untuk menunggu gadis itu keluar.


Sementara di dalam kamar mandi…


Dengan perlahan dia mengeluarkan alat tes kehamilan. Kemudian mencelupkan alat strips tersebut hingga batas MAX ke dalam wadah yang berisi urin. Yang sebelumnya sudah Seira siapkan.


“Tuhan semoga hasilnya negative.” doa Seira dalam hati merekatkan jari jemari tangannya di depan dada. Berbanding terbalik dengan Alex yang berharap Seira mengandung benihnya.

__ADS_1


“Tuhan semoga hasilnya positif.” doa Alex menatap ke atas langit-langit kamar sambil memejamkan kedua mata.


Butuh waktu beberapa detik untuk dapat mengetahui hasilnya. Mata Seira tidak berhenti menatap alat tersebut. Terlihat satu garis merah yang menyala terang. Jantung Seira berdegup semakin kencang. Pun dengan nafasnya yang dia hentikan beberapa detik.


“Syukurlah.” Seira tersenyum dia mengucap syukur saat apa yang dia khawatirkan tidak terjadi. Sehingga dia dapat pergi ke luar negeri tanpa beban. Dan disanalah dia akan mulai melupakan kakak sekaligus melupakan cinta pertamanya.


“Aku harus segera membuang jauh benda ini sebelum orang rumah tahu.”


“Astaga.” Seira terkejut saat keluar kamar mandi mendapati sosok Alex yang berdiri tepat di depan pintu.


“Kakak membuatku terkejut saja. Sedang apa kakak di kamar Seira?” Alex tidak menjawab dia masih berdiri di tempat yang sama saat Seira melewati tubuhnya begitu saja.


“Tunggu Seira.” Alex menarik lengan Seira. Dia ingin tahu bagaimana hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan itu.


Seira dan Alex saling menghadap dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Pandangan mata mereka terkunci. Tatapan inilah yang akan Seira rindukan kelak pun dengan Alex.


“Ada apa kak?” tanya Seira memecah keheningan diantara mereka.


“Bagaimana hasilnya?”


Deg


Seira tersenyum pasti kakaknya mengikuti dirinya tadi. Seira maju dua langkah mengikis jarak diantara mereka kemudian memberikan hasil test pack kepada Alex.


“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kak. Hasilnya negatif.” Ada rasa kecewa di dalam hati Alex dengan hasil itu.


Dan kini dia sadar mungkin Seira memang bukanlah wanita yang ditakdirkan oleh Tuhan untuk dirinya. Jadi dia akan berusaha untuk mengikhlaskan gadis kecilnya mulai saat ini. Merelakan dia untuk menuntut ilmu di negeri orang. Dan mungkin harus merelakan dia untuk lelaki lain.


Namun apakah dia sanggup melihat wanita yang dia cintai bersanding dengan lelaki lain?


Entahlah….

__ADS_1


Alex sedang tidak ingin membayangkannya. Karena itu membuat dadanya terasa sesak.


“Sedang apa kalian disini?”


__ADS_2