Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 20 season 2


__ADS_3

“Kalian saudara yang memiliki hubungan terlarang?” tebak Lena.


“What?”


“Kenapa? Apa tebakanku benar ?”


“Tidak.”


“Lalu?” Lena mulai mengambil ponsel kemudian menyalakan fitur rekam suara. Dia sengaja memancing Seira untuk berbicara mengenai bosnya. Dia sudah tahu hubungan persaudaraan seperti apa diantara Seira dengan bosnya.


Seira menghela nafas panjang. Dia berpikir sejenak haruskah dia bercerita atau tidak. Beberapa detik kemudian Seira mulai memposisikan dirinya untuk duduk. Dia mengambil sebuah bantal lalu meletakkannya diatas paha. Dengan kedua tangan bertumpu diatas bantal sambil menggenggam ponsel miliknya. Menatap sejenak layar yang menampilkan foto mereka berdua yang telah diedit dalam bentuk anime kartun.


“Dia adalah kakak angkatku. Namanya Alex. Papa dan mama merawat kak Alex dari usia 5 atau 6 tahun. Mama dan papa sudah menganggap kak Alex seperti anaknya sendiri. Dan mereka juga menganggap kak Alex adalah putra pertama mereka. Saat usiaku 7 tahun aku sudah tertarik dengan kak Alex. Aku tidak tahu itu rasa sayang adik ke kakak atau rasa kagum dengan seorang lelaki. Tapi saat usiaku mengijak 13 tahun aku baru tahu kalo ternyata aku jatuh cinta dengan kak Alex. Aku tahu itu salah karena tidak seharusnya aku memiliki rasa itu. Dan aku berusaha untuk tidak memupuk cinta itu agar tidak tumbuh besar. Namun seiring berjalannya waktu dan perhatian-perhatian yang kak Alex berikan justru semakin memupuk cinta itu. Membuat cinta yang seharusnya hilang di dalam hati justru berkembang hingga tidak ada celah untuk lelaki lain memasuki hatiku”


“Lalu apa kau pernah mengungkapkan rasa cintamu?” tanya Lena masih dengan merekam semua percakapan mereka dengan ponsel miliknya tanpa sepengetahuan Seira.


“Tidak. Aku pikir apa yang dia lakukan itu hanya rasa cinta dan rasa tanggung jawab saja sebagai seorang kakak.”


“Bagaimana kalau dia juga mencintaimu? Bukankah kalian tidak ada hubungan darah? Jadi sah-sah saja kalau kalian nanti menikah .” mendengar ucapan Lena membuat Seira menjadi berpikir. Benar juga apa yang Lena katakan. Kami tidak ada hubungan darah,jadi pasti tidak masalah kalo sampai menikah. Tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya? Apakah mama dan papa akan merestui hubungan kami nantinya?


Memikirkan hal itu membuat Seira bertambah pusing. Terlebih tugas yang diberikan oleh dosen tadi sudah membuatnya pusing. Hingga Seira merebahkan tubuhnya kemudian memejamkan mata untuk mengurangai rasa pusing di kepalanya.


“Hei kenapa kau malah tidur jawab dulu pertanyaanku?” Lena menggerak-gerakkan tubuh Seira agar bangaun.

__ADS_1


“Besok saja aku akan jawab, sekarang biarkan aku tidur. Rasanya kepalaku hampir pecah gara-gara dosen killer itu.” Lena pun membiarkan Seira tidur. Sebenarnya dia juga sudah mengantuk namun sebelum itu dia terlebih dahulu mengirimkan rekaman percakapan dirinya dengan Seira kepada bosnya.


“Jangan lupa bonus bos 😊.” Tulis Lena dalam pesannya. Dan setelah itu dia meletakkan ponsel miliknya di samping tempat tidur kemudian menyusul Seira yang lebih dulu sudah masuk ke alam mimpi.


Malam hari di salah satu hotel bintang lima di Jakarta.


Dua orang lelaki tampan beda usia baru saja turun dari sebuah mobil mewah yang baru saja mengantar mereka hingga depan pintu lobby hotel. Kedatangan mereka pun menyita perhatian sebagian besar tamu undangan. Terlebih para gadis yang terpesona dengan ketampanan Alex. Inilah yang Alex tidak suka jika pergi ke sebuah pesta. Tatapan para gadis yang membuatnya risih.


“Hallo pak Sean, apa kabar?” sapa rekan bisnis papa bersama seorang gadis muda di sampingnya. Gadis itu tidak berkedip menatap Alex. Dan Alex pura-pura tidak melihat hal itu.


“Kabar baik pak Aldo, apa ini putri pak Aldo?” tanya papa Sean yang langsung mendapat tatapan tajam dari putranya.


“Basa-basi Alex.” bisik papa Sean yang mengerti tatapan Alex.


“Papa tidak dapat dipercaya.” kesal Alex membalas bisikan papa Sean.


“Selamat malam om.” Laura mengulurkan tangan dengan senyum lebar di bibir namun pandangannya tertuju pada Alex.


“Malam Laura. Perkenalkan ini Alex putraku.” Papa Sean menyenggol lengan Alex untuk menjabat tangan Laura. Dan dengan malas Alex pun menerima uluran tangan gadis itu.


“Oh ya pak Sean mari kita bicarakan kerjasama kita disana.” ajak pak Aldo sengaja ingin memberi ruang untuk anaknya agar bisa mengenal lebih jauh dengan Alex.


“Alex kau temani Laura sebentar papa akan membahas bisnis terlebih dahulu dengan pak Aldo.”

__ADS_1


“Tapi pa…” tidak ingin mendengar protes Alex papa Sean pergi begitu saja dengan pak Aldo membuat Alex semakin kesal.


“Lain kali aku tidak akan mau menemani papa lagi.” batin Alex sambil menatap punggung papa Sean yang mulai menghilang di keramaian pesta.


“Alex, mau minum.” tawar Laura mengambil dua gelas minuman dari pelayan yang lewat dengan sebuah nampan yang berisi beberapa minuman.


“Terima kasih.” Alex mengambil minuman itu namun tidak berniat untuk meminumnya.


“Apa kau sudah memiliki kekasih ?” tanya Laura.


“Belum.” jawaban Alex membuat Laura tersenyum lebar.


“Apa kau tidak ingin memiliki kekasih?”


“Tidak.”


Dari jauh sepasang mata menatap kearah mereka dengan kedua tangan yang terkepal kuat. Merasa tidak terima melihat interaksi yang terjadi dengan Alex dan Laura.


“Ini tidak bisa dibiarkan.” Laudya mengambil segelas minuman berwarna merah kemudian selangkah demi selangkah melangkah menuju dimana Laura berdiri. Saat sudah dekat Laudya mempercepat tempo berjalan dan dengan sengaja menumpahkan minuman tadi di baju Laura yang berwarna putih.


“Ah, maaf nona. Maafkan saya. Saya tidak sengaja.” ucap Laudya berusaha ingin membersihkan baju Laura dengan tangannya.


“Stop. Jangan sentuh. Kalau jalan itu pakai mata.” kesal Laura. Karena yang Laudya lakukan membuat bajunya semakin kotor.

__ADS_1


“Bukankah kalau berjalan itu pakai kaki ya nona. Kalau mata itu gunanya untuk melihat.” jawab Laudya dengan santai dan tenang.


“Kau!!!”


__ADS_2