Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 13 Season 2


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Alex dan Seira berada di kota yang sama yaitu Paris. Jika Seira tinggal di asrama berbeda dengan Alex yang tinggal di sebuah mansion mewah di sana. Lebih tepatnya itu adalah warisan yang ditinggalkan oleh daddynya untuk dia.


Sebelum meninggal Daddy Alex menemui papa Sean. Mengucapkan terima kasih karena telah mendidik putranya menjadi orang yang hebat. Selain iti Daddy Alex juga menitipkan permintaan maaf untuk Alex karena telah mengabaikannya putranya selama ini.


Daddy Alex beberapa kali mencoba menemui Alex namun selalu ditolak oleh Alex. Setiap melihat wajah daddynya Alex selalu teringat bagaimana pertengkaran mommynya dengan daddynya yang selalu berujung dia menjadi sasaran mommynya ketika kalah berdebat dengan daddynya.


Sean meminta daddy Alex untuk memaklumi sikap putranya. Dia berjanji akan membujuk Alex untuk mau bertemu dengan dirinya. Namun sayang hingga ajal menjemput Alex tidak mau bertemu dengan daddynya. Alex hanya datang ke pemakaman daddy-nya tanpa ingin melihat wajah orang yang selama ini dia rindu dalam dia. Karena terlalu kecewa dengan sikap orang tua seperti kedua orang tuanya. Yang seolah tidak pernah menginginkan dirinya di dunia ini


Sebelum meninggal Daddy Alex meninggalkan semua hartanya untuk Alex sebab dengan istri keduanya dia tidak memiliki keturunan. Awalnya Alex menolak itu namun karena bujukan mama Inara akhirnya dia mau menerima itu semua.


Dan saat dia datang ke perusahaan daddynya untuk pertama kali sungguh keadaan perusahaan sangat memprihatinkan. Bahkan hampir bangkrut. Sebab ditinggal oleh Daddy Alex karena sakit. Dan sebulan ini Alex begitu sibuk dengan urusan perusahaan. Dia tidak sempat mengawasi Seira secara langsung. Namun dia selalu menempatkan seorang pengawal disisi Seira. Tanpa sepengetahuan gadis itu.


Lena pengawal yang ditugaskan Alex untuk menjaga Seira. Bahkan Alex memasukkan Lena ke dalam fakultas yang sama dengan Seira. Dan kini keduanya justru menjadi akrab karena menjadi teman satu kamar.


“Seira, siapa dia?” tanya Lena yang menemukan sebuah foto anak tampan berusia 13 tahun.


“Lena.” Seira berusaha mengambil foto tersebut dari tangan Lena.


“Beritahu dulu siapa dia, baru aku akan mengembalikannya.” Lena bergerak kesana kemari untuk menghindari kejaran Seira yang ingin mengambil foto yang berada di tangannya.


“Dia…” Seira terdiam.


“Apa dia kekasihmu?” tebak Lena.


“Bukan.”

__ADS_1


“Lalu?”


“Dia hanya orang yang mengisi seluruh hatiku.” kemudian mendudukkan diri di tepi tempat tidur. Sudah sebulan ini Alex tidak ada kabar. Bahkan sudah sebulan dia tidak melihat wajah kakaknya. Rindu dan sedih itulah yang dirasakan Seira saat ini. Namun semua yang dilakukan Alex adalah atas keinginan dirinya. Dia meminta Alex untuk menjaga jarak dengannya. Dan terbukti Alex benar-benar menjaga jarak dengannya. Bahkan satu pesanpun tidak pernah dia dapat dari Alex selama di Paris.


“Sudahlah jangan mellow seperti itu, ini aku kembalikan.” Lena memberikan foto itu kepada Seira.


“Aku harus melapor kepada bos tentang ini.” gumam Lena menatap Seira yang terus memandang foto anak dalam gambar itu.


“Seira aku ingin ke toilet sebentar apa kau mau ikut?”


“Idih ogah. Ngapain ke toilet ngajak-ngajak.”


“Hahaha siapa tahu kamu tertarik mengantarku ke toilet.” Lena menaik turunkan alisnya menatap Seira yang terlihat kesal.


“Tidak. Pergi sana pasti kamu mau BAB.”


“Apa kau tidak ingin titip sesuatu padaku?” tanya Lena saat sudah diambang pintu untuk keluar tidak lupa dia membawa ponsel di tangan.


“Ada apa di toilet memangnya? Dasar aneh?”


“Mungkin ini.”


Jepret


Satu foto berhasil Lena dapat untuk dia kirim ke Alex.


“Lena!!!” teriak Seira saat gadis itu selalu iseng terhadap dirinya. Tidak lupa dia melempar bantal untuk meluapkan kekesalan di hati. Namun sayang bantal itu selalu mengenai pintu. Karena Lena sudah mengantisipasi apa yang akan gadis pujaan bosnya itu lakukan.

__ADS_1


Tring


Sebuah pesan masuk di ponsel milik Alex. Pesan yang dia selalu tunggu setiap malam. Pesan yang membuat dirinya bersemangat untuk bekerja dan menjalani hidup.


Alex tersenyum melihat wajah lucu yang muncul di layar ponsel miliknya saat pesan gambar dari Lena berhasil dia buka. Wajah gadis yang satu bulan ini hanya dia lihat melalui gambar.


“Bos tadi aku menemukan sebuah foto milik Seira yang bergambar seorang anak laki-laki tampan berusia sekitar 13-15 tahun. Anak itu memakai baju berwarna pink dan terlihat kesal saat difoto. Namun sepertinya foto itu hanya Sebagian sebab ada bekas sobekan di sampingnya.”


“Apa kau mengambil gambar foto tersebut.” Balas Alex dengan cepat.


“Tidak bos. Maaf.”


“Tapi kalau bos mau aku akan mengambil foto itu nanti saat Seira tertidur.”


“Lakukanlah dengan hati-hati jangan sampai Seira curiga.”


“Baik bos.”


Setelah selesai melapor Lena pun langsung kembali ke kamar. Dia mendapati temannya sudah tertidur. Namun satu yang menjadi pusat perhatian Lena. Sepertinya Seira habis menangis. Sebab salah satu sudut matanya masih terlihat berair.


“Kenapa dia?” gumam Lena kemudian mengambil foto yang masih dalam genggaman Seira. Mengambil potret foto tersebut dan mengirimkannya kepada Alex.


Dalam keterangan gambar yang dia kirim Lena tidak lupa melapor jika Seira seperti habis menangis. Namun Lena tidak tahu penyebab Seira menangis.


Alex yang masih berada di ruang kerjanya menerima kembali sebuah pesan dari Lena. Pesan tersebut berisi dua gambar. Gambar pertama foto anak yang memakai baju pink. Dan yang kedua foto Seira yang tertidur dengan sudut mata yang masih terlihat basah seperti habis menangis.


“Apa kau merindukan kakak Seira?” lirih Alex membelai layar ponsel miliknya yang menampilkan gambar Seira.

__ADS_1


“Aku rindu kakak.” Igau Seira dalam mimpinya.


__ADS_2