Inara, My Baby Sugar

Inara, My Baby Sugar
Bab 70


__ADS_3

“Sudah.” tanya Lena yang pagi-pagi sudah menonton adegan romantis. Membuat para jomblo iri.


“Husttt.” Seira meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Lena mengisyaratkan gadis itu untuk diam.


Lena menepis jari Seira.”Tanganmu bau.”


“Enak aja.”


“Bau-bau kebucinan.” Setelah itu Lena pun tertawa terbahak-bahak. Seira terdiam melihat Lena yang tertawa hingga kedua sudut matanya mengeluarkan cairan bening. Melihat Seira yang menatapnya Lena pun menghentikan tawanya seketika.


“Kenapa? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” tanya Lena kemudian mengambil cermin dari dalam tas untuk melihat pantulan dirinya.


“Tidak ada. Aku hanya berpikir ingin mencarikanmu jodoh saja.”


“Tidak perlu, aku bisa mencarinya sendiri." Tolak gadis itu dengan ide konyol sahabatnya.


“Perlu, dan dengan senang hati aku akan mencari kandidatnya. Kau tinggal sebutkan saja laki-laki tipemu itu seperti apa. Apa dia harus tinggi,tampan,mapan atau..?” tanya Seira sengaja menggantung kalimatnya menatap wajah Lena yang sudah ditekuk. Gadis itu merasa seolah tidak laku saja sampai harus dicarikan jodoh. Meskipun Lena tidak suka dengan idenya namun Seira sudah ada beberapa calon untuk sahabatnya itu.


“Hah, mulai lagi.” Lena duduk bersandar kemudian memakai earphone untuk mendengarkan musik karena dia enggan untuk menanggapi ide konyol Seira.


“Lena.” Teriak Seira yang mulai diacuhkan dan dia membuka paksa earphone sebelah yang dipakai oleh Lena.


“Apa sih Seira?”


“Hufh.” Lena menghembuskan nafasnya dengan kasar saat melihat lelaki yang ditunjuk Seira dari dalam mobil.


“Ganteng tidak?”


“B aja.”


“What? Matamu mines ya. Ayo turun.”


“What? Untuk apa kita turun?” tanya Lena yang tidak mau harga dirinya turun hanya untuk berkenalan dengan lelaki pilihan sahabatnya itu.


“Kenalanlah.”


“Ogah, kamu aja sana.”

__ADS_1


“Kok gitu?”


“Kok gitu, ya gitulah. Kamu pikir aku gak bisa nyari pacar sendiri apa?” kesal Lena akan sikap Seira pagi ini.


“Enggak.”


“Kau.” tunjuk Lena kemudian membuang wajah ke arah lain karena kesal dengan Seira.


“Hahaha.” Kini giliran Seira yang tertawa terbahak melihat wajah Lena yang kesal.


“Ayo turun.” Seira menggenggam tangan Lena mengajak gadis itu untuk turun.


“Enggak.”


“Yakin.”


“Yakinlah.” Seira melebarkan senyum saat Lena belum menyadari bahwa mereka sudah sampai di AlSe Fashion. Perusahaan dimana mereka akan bekerja.


“Coba baca itu.” Lena membaca tulisan yang ditunjuk oleh Seira. Yang artinya bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Merasa malu karena sudah salah sangka Lena pun turun terlebih dahulu meninggalkan Seira yang masih berada di dalam mobil.


“Kak Roy.” Sapa Seira.


“Seira , ini untuk kalian.” Roy menyerahkan dua box sarapan yang sebelumnya dia pesan sesuai perintah atasannya. Siapa lagi kalo bukan si bucin Alex.


“Terima kasih. Oh iya perkenalkan ini Lena sahabat aku.”


“Lena, Alex.” Keduanya berjabat tangan setelah menyebutkan nama masing-masing. Dan garis bawahi sikap Alex dan Roy itu sebelas dua belas jika berhubungan dengan wanita. Sama-sama kulkas lima pintu jika berhadapan dengan gadis yang belum tentu dia kenal dan suka.


“Ayo aku akan antar dimana ruangan kalian.”


Ketiganya pun melewati pintu lobby yang secara otomatis terbuka sendiri. Menuju lift untuk naik ke lantai 3 dimana ruangan Seira berada.


"Gimana?" bisik Seira.


"Gimana apanya? pertanyaan aneh."


"Tampangnya,ganteng tidak? ada getar-getar gak disini?" tunjuk Seira pada dada sebelah kirinya. Lena memutar kedua bola matanya dengan malas. Menanggapi ucapan Seira yang tidak berfaedah.

__ADS_1


“Roy.”


“Dia lagi.” gerutu Roy yang didengar oleh Lena yang memang berdiri lebih dekat jaraknya daripada Seira.


“Ada apa?”


“Kau selalu saja dingin padaku.”


“Kalau tidak ada yang penting aku akan ke atas.”


“Tunggu Roy, kau tidak ingin mengenalkan mereka padaku?” Inilah yang dibenci Roy dari wanita satu ini. Selalu kepo dengan urusan orang lain.


“Seira, Lena perkenalkan dia adalah Laudya manager sekaligus pemilik sahaam 10 persen dari AlSe fashion.


Sebenarnya Alex malas harus berbagi saham dengan wanita ini namun mau bagaimana lagi itulah syarat yang harus disetujui jika si tua bangka itu mau menjual tanahnya.


“Halo, nama saya Seira. Senang berkenalan dengan anda.” Laudya tersenyum palsu menyambut uluran tangan Seira. Dan wajah palsu itu dapat ditangkap dengan jelas oleh Lena. Roy menatap Lena yang terus melihat ke arah Laudya. Dan berbisik “Kau harus menjaga sahabatmu dari penyihir itu.”


Roy tahu Lena adalah bodyguard sekaligus sahabat Seira selama di luar negeri. Lena hanya mengedipkan mata menanggapi ucapan Roy.


“Senang berkenalan dengan anda bu Laudya, nama saya Lena.”


“Ibu, kamu pikir aku ibumu.” Kesal laudya yang seolah merasa sangat tua dipanggil ibu. Bahkan dirinya menghabiskan ratusan juta hanya untuk merawat kecantikan wajahnya agar terlihat awet muda.


“Kenapa anda merasa kesal bukankah hal yang wajar jika dalam sebuah perusahaan memanggil bapak/ibu kepada senior atau atasan kita.”


“Sial benar juga nih anak.” Gerutu Laudya dalam hatinya. Kemudian meninggalkan mereka begitu saja untuk pergi menemui Alex yang letak kantornya tidak jauh dari AlSe Fashion.


“Wanita aneh.”celetuk Seira.


“Dia penggemar berat Alex dan kau harus berhati-hati. Wanita itu pasti sedang menuju ke perusahaan papamu.”


“Untuk apa dia kesana?” tanya Seira


“Tentu saja bertemu dengan idolanya. Alex, siapa lagi?”


“What???”

__ADS_1


__ADS_2