ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Perkenalan


__ADS_3

Langit telah bersinar kembali setelah hujan deras yang baru saja mengguyur kota Yogyakarta mereda.


Aku dan kedua orang teman ku melanjutkan perjalanan untuk menyambangi sebuah tempat dipelosok kota.



Sudah beberapa hari ini kami sengaja untuk tidak memakai kendaraan pribadi yang sudah disediakan oleh instansi pemerintahan setempat, tak lain dan tak bukan , karena kami ingin merasakan keramahan masyarakat jogja yang belum tentu bisa kami dapatkan dikota metropolitan seperti Jakarata yang setiap hari kami pijak.



sepanjang perjalanan banyak kejadian lucu, unik, menyedihkan bahkan menggembirakkan yang sudah kami temui.


dari mulai menginap di rumah warga, yang sebelumnya tak pernah kami kenal, makan di warung pinggir jalan, dan yang paling berkesan adalah menunggangi kendaraan umum, seperti andong dan becak.


__ADS_1


Benar kata turis luar negeri… “jogja dengan segala keunikan dan kesederhanaannya selalau memberikan kesan yang tak terlupakan , yang membuat siapa saja yang menginjakan kaki ditempat ini serasa dirumah sendiri….”


ini baru diperjalanan, entah apa lagi yang akan kami rasakan dan temui setibanya kami ditujuan nanti.



Jhonatan atau semua orang biasa memanggilku Jojo, saat ini aku sedang melaksanakan tugas terakhirku sebagai mahasiswa kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.


ibu dan ayahku berpisah ketika aku berusia 18 tahun. Di umurku yg masih dibilang belia dan tentunya tengah masuk kedalam fase yang sangat butuh dukungan, petunjuk dan nasihat orang tua.


kehidupanku sangatlah memprihatinkan.


tapi asal kalian tahu, aku tak pernah sedikitpun mencicipi sedikitpun, yang kucari hanya kepuasan diri, karena disinilah dan dengan merekalah aku merasa ada sosok keluarga lagi hadir di hidupku.


merekapun tak canggung untuk menerimaku disini, dan mereka juga yang menyemangatiku untuk kembali melanjutkan pendidikanku yang sempat terhenti.

__ADS_1


Sempat aku berhenti Kuliah beberapa semester karena merasa Depresi.


Namun itu semua berakhir setelah Pamanku terkena Serangan Jantung dan harus meninggalkanku untuk selamalamanya.


Yaaaa benar, pamanku lah yang merawatku ketika ibu dan ayah pergi.


Setelah semua peristiwa kelam tersebut, aku mulai berbenah menata kehidupanku yg baru, tanpa ada bimbingan seorang ibu, ayah ataupun paman.



Kini di umurku yang telah menginjak 25 tahun, aku hampir bisa menyelesaikan studi ku yg sempat terputus.


Bersama kedua sahabat yang setia menemani dalam suka maupun duka, aku akan melaksanakan tugas akhirku yaitu melakukan pelayanan kesehaatan di salahsatu kabupaten yang ada di D.I Yogyakarta


Gunung Kidul menjadi pilihan kami semua, karena menurut informasi yang kami dapatkan, gunung kidul merupakan dataran tinggi namun tergolong tandus, dan jauh dari pusat kota. sehingga pelayanan kesehatan disana pun terbatas, dan kami diberi mandat untuk mengabdi dan melayani Warga Masyarakat disana, sebelum kami benar-benar harus melakukan Praktek di Rumah Sakit Umum yang ada di Jakarta.

__ADS_1


Awalnya aku ditugaskan di daerah Banten, namun karena ada satu dan lain hal, akhirnya aku mengajukan untuk di pindah tugaskan ke GunungKidul.


Bukan karena apa, melainkan aku pernah menorehkan kenangan indah di Gunung kidul. karena kebetulan aku pernah tinggal dan bermukim di sana selama kuarng lebih 2 tahunan. Dan aku ingin kembali bernostalgia disana, meski mungkin tak ada seorangpun yang akan mengenaliku dan akupun sebaliknya. Hingga sekarang masih teringat kenangan indah yang pernah aku lalui di tempat tersebut.


__ADS_2