ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Dekat?


__ADS_3

Setelah zahra tak terlihat, aku kembali ke bangku tersebut dan meneruskan pekerjaanku untuk membuat program yang akan kami pakai di desa ini.


Namun tiba-tiba aku sempat memikirkan apa yang tadi zahra bicarakan, dibalik senyum nya yang ceria, ternyata ia menyimpan kesedihan sama sepertiku.


tak terasa matahari sudah mulai kembali pulang ke peraduannya, langit sore nan jingga mulai tergerus gelapnya malam.


Akhirnya aku memutuskan untuk kembali saja kepondok, dan melanjutkan pekerjaanku di lain waktu.


Sesampainya di pondok Ricky langsung menghampiriku.


“Joooo nih... gw punya ide , gimana kalo sambil nunggu programlu yang gak jadi-jadi”


Aku sempat kesal dengan apa yang ricky ucapkan...


“jangan ngomong gitu dong ky... gw juga lagi usaha nih..” protesku.


“ehhhhh dengerin dulu, gimana sementara ini kita bikin penyuluhan dulu aja ke warga sekitar” ucap ricky sambil menenangkanku.


“maksudnya???” tanyaku


“jadi gini, kan warga sini masih belum paham tuh gimana caranya hidup sehat biar gak gampang terinveksi penyakit... nah kita penyuluhan aja tuh gimana caranya hidup sehat, apa manfaatnya jika kita hidup sehat... pokoknya gitu deh.... “


Aku mencerna semua yang ricky katakan, dan memang ada benarnya juga.


“bener juga sih lo ky, tumben otak lu bisa se cemerlang itu..” ucapku


“sialan lu...”


“okkk deh ntar abis Isya kita ke Pa’De Suryo buat diskusiin ini semua”


“siappppp, ajakin Citra gak nih??” tanyaku


"ajakin dong, kan kita Tim" jawabnya


"Tim apa Tim... hahah"


Ricky hanya tertawa.

__ADS_1


Setelah itu aku teringat kepada zahra dan tiba-tiba ingin menemuinya untuk memberitahu apa yang akan kami lakukan.


“kalo gitu gw pergi dulu ya ky..”


“mau kemana lagi luuu Jo” teriak Ricky


“sebentaaaaar ada urusan” jawabku sambil berlari


“ini program lu selesein duluuuu”


Namun aku mengabaikannya dan terus berlari,


Aku segera mencari zahra, setiap santri yang aku temui ku tanyai satu persatu.


tapi ternyata Zahra sudah kembali ke Pondok Putri.


Setelah Isya, aku dan Ricky menemui Pa'De Suryo di kediamannya.


"Assalamualaikum...." ucap kami berdua.


namun tak ada suara yang menyahut.


selang beberapa menit Pade Suryo datang bersama keluarganya.


"Assalamualaikum..." ucap beliau


"Waalaikumsalam..."


kami berdiri dan meraih tangannya.


"dek Jhonathan sama dek Ricky ngapain to di luar malam-malam begini, kenapa gak masuk saja.."


"gak papa Pade, lagian kita juga belum lama ko."


"yowis mari masuk..."


kami beranjak masuk.

__ADS_1


"monggo duduk, sudah pada makan belum?" tanya beliau


"belum Pade" jawab Ricky


"kalau begitu ayo kita makan dulu saja" ajaknya


"gak usah Pade, gak usah Repot-repot" jawabku


"ehhhhh ndak apa-apa, siapa juga yang merasa direpotkan, mari sama-sama.."


pade merangkulku dan berjalan menuju dapur.


kami semua duduk dilantai beralaskan tikar anyaman pandan, lalu makan bersama dengan keluarga Pade Suryo, alangkah indahnya momen kebersamaan seperti ini, meski dengan lauk seadanya tapi terasa sangat Istimewa..


semuanya makan dengan lahap termasuk aku.


setelah selesai kamipun kembali ke bangku di depan rumah Pade Suryo untuk membicarakan maksud awal kami menyambangi Rumah Pade.


"jadi begini Pade, Program yang dibuat Jhonathan kan belum selesai-selesai, jadi saya berniat untuk sementara waktu bagaimana kalau kita bikin semacam acara penyuluhan aja Pade, jadi kita datang ke rumah-rumah warga terus kita jelasin lah, gimana hidup sehat, apa manfaatnya, pokonya yang gitu-gitu deh, menurut Pade gimana??"


Ricky menjelaskan dengan sangat Rinci, sedangkan aku hanya mengikuti apa yang ia bicarakan.


Pade Suryo dengan seksama juga sangat memperhatikan kata demi kata yang keluar dari Mulut Ricky.


"yooo silahkan, itusih terserah kalian aja, Pade cuma bisa membantu seperlunya kalian aja, jadi yang kalian butuhkan kira-kira apa aja??" tanya Pade


"naaahhh kita belum memikirkan sampai dengan itu Pade, makannya kita mau minta saran Pade.." ucap Ricky


"hmmmm... saran Pade lebih baik kalian bicarain dulu, kalau perlu bicarakan juga sama Zahra, taun lalu Zahra juga sempet bikin acara semacam Penyuluhan"


"siap Pade" ucapku dengan lantang


"dihhhh giliran ke Zahra aja gercep lu jo"


aku menunduk lalu Pade melanjutkan perkataannya.


"nanti Pade juga bantu bicarain ke yang lainnya.."

__ADS_1


malam itu kami banyak bertukar fikiran, sampai malam mulai larut, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah Pade Suryo.


__ADS_2