ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Sambutan Hangat


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju Balai Desa, Pa’De Suryo Tak henti-hentinya menceritakan semua tentang Desa dan Pondok Pesantren Ini…



dari sinilah akupun baru mengetahui bahwa Pa’De Suryo sebenarnya salah satu Mantri disini, yang tak lain dan tak bukan akan membimbing Aku beserta Ricky dan Citra selama kami mengabdi ditempat ini.



Sesampainya di Balai Desa aku melihat Citra, lalu Citra Menghampiriku yang saat itu masih bersama Pa’De Suryo.


“Loooo kemana aja sih Jo??”



Akupun menghiraukan pertanyaan Citra dan malah memperkenalkan Pa’De suryo kepada Citra.


“kenalin nih Cit, Ini Pa’De Suryo… beliau yang akan membimbing kita selama kita disini..”



Citra dengan sedikit senyum memberi salam kepada Pa’De Suryo.


“Saya Citra Pak Temannya Jhonatan”.



Pa’De Suryo bertanya kepada Citra..


“kemana teman yang satunya lagi??”



Namun sebelum dijawab Oleh Citra, Pa’De Suryo malah dipanggil oleh seorang Warga, alhasil kami hanya diam. Dan Pa’De Suryo Pun meninggalkan aku dan Citra.



“kalau begitu Pa’De duluan Njeh…. Assalamualaikum”



Kami membungkuk tanpa berkata apapun, setelah Pa’De menjauh, Citra langsung Kembali melayangkan beberapa pertanyaan kepadaku. Namun aku tak mendengarkannya… sekarang fokusku ada pada Bidadari Cantik yang tengah mengajarkan Cara Berwudhu kepada Perempuan kecil di samping Balai Desa…

__ADS_1


Zahra……memang wanita Idaman para Pria.


Namun fokusku buyar ketika aku mendengar bahwa aku bersama Ricky dan Citra akan Diperkenalkan Oleh Kyai Arif dihadapan Warga, akupun langsung bertanya kepada citra..


“yang bener aja looo Cit???” tanyaku



Citra menjawab.


“makannya jangan bengong mulu, dari tadi gw cariin lu kaga ada..”



Aku menyanggah jawaban Citra.


“gw daritadi nyariin Si Hartono…. Sumpah.”



Citra malah menyalahkanku.


“emangnya Ricky kemana?? Luu kan daritadi bareng terus sama tu anak, kenapa sekarang gak ada??”



“nanti deh gw ceritain, sekarang kita udah di panggil noh… cepetan”



Kami berdua bergegas Masuk Kedalam, kami diperkenalkan Oleh Pa’De Suryo… namun sayangnya kami tak mengerti satu patah katapun…


aku dan citra hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Warga dan Santri-Santri Pondok yang ada ditempat ini.


setelah kami diperkenalkan oleh beliau, tiba saatnya kami untuk memperkenalkan diri kami sendiri-sendiri.



Awalnya sangat canggung untuk mulai berbicara karena terkendala oleh bahasa, namun pade suryo berbisik kepada kami.


“pake bahasa Indonesia saja, mereka juga paham ko”.

__ADS_1



Akhirnya citra mengawali perkenalan kami kepada warga yang hadir.



“Assalamualaikum, perkenalkan Bu, Pak... saya Citra Swastika Ningrum mahasiswi kedokteran spesialis Bedah, dan ini teman Saya Jhonatan Alfa Mahasiswa Kedokteran Spesialis Anak.. kami ditugaskan untuk membantu warga sini dalam urusan kesehatan.. terimakasih mohon kerjasamanya.”



Ketika aku hendak berbicara, si Ricky masuk dengan tergesa-gesa dan langsung berbicara.


“Selamat malam Ibu-ibu Bapak-bapak... perkenalkan saya Ricky pake C... saya mahasiswa kedokteran juga sama seperti mereka... spesialis penyakit dalam bu... heheh... jadi kalo ibu sakit hati karena si bapak gak ngasih jatah uang belanja bisa kesaya bu, tapi jangan minta duit kesaya juga yaaa buuuu.... gak deng becanda”.



Seketika semua orang yang ada didalam ruangan tersebutpun Tertawa mendengar Joke yang ricky lontarkan.



Kala itu kami sangat senang karena bisa bertatap langsung hampir dengan semua warga desa, namun Tak terasa adzan isya telah berkumandang.. dengan demikian acara itupun berakhir dan, pade suryo mendekati kami.



“Bagaimana kesan pertama ade-ade setelah bertatap langsung dengan warga sini??”


Ricky langsung menyambar pertanyaan Pade suryo.



“Lega pakk... karena ternyata warganya baik-baik semua... selain itu Cewenya juga cantik-cantik.. heheh.. iya kan Jo!!”



Aku melirik ke Citra dan dia hanya Tersenyum, pade suryo menanggapi apa yang Ricky katakan.



“hahah kamu bisa saja.... tapi ingat!! Tugas kalian kesini buat apa??? Jangan sampai jadi Gagal hanya karena Gadis gadis di sini...”


__ADS_1


Mendengar perkataan beliau kami hanya tertawa..


__ADS_2