ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Jangan Membohongi Diri Sendiri


__ADS_3

Tak terasa hampir sebulan lamanya kami disini, warga sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri, santri-santri sini juga sudah tidak segan untuk berbagi cerita dengan kami.


Pade dan semua Petugas Klinik yang terasa seperti Orang tua kami.


rasanya, selama disini, kami sedikitpun tak pernah merasa kesepian, Program-program yang aku buat sedikit demi sedikit mulai kami terapkan, Penyuluhan-penyuluhan yang terlahir dari gagasan Ricky juga sudah kami kerjakan, dan senangnya akan menjadi agenda tiap bulan.


sudah beberapa hari ini Zahra pergi ke Kota untuk mengurus dokumen-dokumen kelulusannya.


Siang itu kami memanen beberapa tanaman obat yang beberapa minggu lalu kami tanam.


jahe, sambiloto dan lainnya.


rencananya kami akan langsung mengolahnya menjadi jamu.


dibantu beberapa warga kami bahu membahu mengolah semuanya, sekalian juga memberi contoh bagaimana pengolahan obat herbal yang baik dan benar.


setiap warga sangat berantusias dengan apa yang kami kerjakan, tak jarang beberapa pertanyaan-pertanyaan keluar dari tiap warga.


tak terasa hari mulai sore, kami memutuskan untuk menyudahi acara tersebut, dan akan dilanjutkan di hari selanjutnya.


warga berbondong-bondong kembali ke rumah masing-masing, sedang kami membereskan semua peralatan.


"Assalamualaikum..."


kami semua menoleh dan terlihat kyai Arif tengah berdiri persis di hadapanku, dengan reflek aku meraih tangannya lalu membalas salam yang ia lontarkan.


"Waalaikumsalam..."


"waah... lagi pada sibuk ya?" tanyanya


lalu Citra menjawabnya.


"ahhh gak juga Pak Kyai, cuma lagi beres-beres bekas kegiatan barusan.."


"Jangan lupa Sholat Maghrib ya" ucapnya

__ADS_1


Citra dan Ricky mengangguk sambil tersenyum.


"Yowis saya Ke Mesjid duluan, mari... Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


beliau berlalu dengan beberapa santri yang sedaritadi menunggunya.


"Alhamdulillah...." ucap Citra seraya berdiri


"gw duluan ya Ky, Jo.."


"gak mau nungguin kakanda kah??" tanya Ricky sembari buru-buru bangun dari tempat duduknya.


"Kakanda mata lu..."


lalu Citra berjalan mendahului kami semua.


"Ky, kalo gak salah hari ini Zahra pulang ke Pondok kan ya??"


"yakali, tar yang ada malah salah faham"


"PaDe, Zahra kira-kira pulangnya kapan??" teriak Ricky


aku dengan reflek menutup mulut Ricky dengan Tanganku lalu berkata.


"apaan sih lu Ky... bikin malu aja"


Pade Suryo menghampiri kami.


"kenapa?? udah kangen ya??" candanya


"ini Pade si Jojo barusan nanyain" ucap Ricky


"enggak Pade, Jangan Percaya.."

__ADS_1


"yoo gak apa-apa , wong cuma nanyain aja to??"


aku mengangguk, sementara Ricky Berjalan mendahului kami sambil berkata.


"Ayo PaDe, udah Adzan... nanti lanjutin lagi beres-beresnya"


"monggo duluan, PaDe nyusul sebentar lagi"


lalu beliau mendekat ke arahku, tangannya merangkul bahuku seraya berkata.


"dek Jhonathan suka sama dek Zahra??" tanyanya


aku sangat terkejut dengan pertanyaannya, lalu mencoba mengelak.


"enggak PaDe"


"iya juga gak apa-apa, tapi PaDe cuma mau pesan aja, kalo kamu memang suka, silahkan Perjuangkan apa yang pantas kamu perjuangkan, jangan sampai kamu nyesel di kemudian hari. Zahra itu anaknya baik, keibuan, gak neko-neko, dan menurut PaDe wanita seperti Zahra sudah sangat langka di Dunia ini, jadi jangan ada kata ragu lagi, jangan membohongi diri kamu sendiri.."


aku hanya terdiam mendengarkan kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut PaDe Suryo.


"kalau begitu, PaDe ke Mesjid dulu nggih"


"iya Pade Silahkan..."


"di tinggal sebentar gak apa-apa kan??"


"gak apa-apa PaDe Its ok"


beliau beranjak dari sampingku lalu berjalan menuju Mesjid.


sedangkan aku terdiam merenungkan apa yang barusan ku dengar.


setelah selesai Sholat, mereka kembali ke tempatku, lalu berbondong-bondong membereskan semua peralatan yang ada.


kami kembali ke pondok, malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur, rasanya kegelisahan meliputi kepalaku.

__ADS_1


__ADS_2