ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Minggu Pertama


__ADS_3

Sambil tersenyum Pria tersebut Menghampiri kami.


“Assalamualaikum”



Sontak ricky langsung kembali Duduk Disampingku.



Lantas pria tua tersebut melanjutkan perkataannya.


“Kalau mau dapat sinyal harus kedeket Balai Desa dek… kalau disini susah.” Ucap Pria tua tersebut.



Sambil duduk ia memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan… saya Muhammad AL-Arif, santri sini Biasa manggil saya Kyai Arif”



Benar dugaanku Ternyata beliau Kyai yang dimaksud Sahil. dan berarti beliau lah ayahanda Zahra



“Jadi Bapak ini, maksud saya Kyai Ini Ayahanda dari Zahra??” tanyaku.



Dengan sedikit terkejut Kyai Arif malah balik bertanya kepadaku.


“Jadi sudah bertemu Zahra Toh….”



Tiba-tiba terdengar suara Zahra dari pintu belakang, sambil berjalan menghampiri kami dan berkata.


“Maaf Nunggu Lama… Mas, Mbak Bapaknya Nda Ada di Belakang Mungkin Lagi di ladang… Tunggu sebentar Yaaa saya cariin dulu."



Zahra meninggalkan Kami lagi.


Dengan sedikit bingung, aku bertanya kepada Kyai Arif.


“Bukannya Itu Zahra, Putri Kyai??”



Sambil tersenyum Kyai Arif menjawab pertanyaanku.


“  iya itu Zahra, Putri saya… dia Memang begitu. ”

__ADS_1



Tak lama Zahra kembali, dan Sekarang Zahra telah menyadari keberadaan Kyai Arif.


“Lohhh ko Bapak ada disini??? Zahra Cari di belakang Ndak ada, barusan diladang juga Ndak ada ternyata ada disini Toh..”



Kyai Arif malah tertawa mendengar pertanyaan Putrinya, dengan sedikit Bingung Zahra kembali bertanya.


“bapak kenapa ketawa Toh??”



Kyai Arif Menjawabnya sambil tersenyum.


“wong daritadi juga Bapak udah ada disini, kamu nya saja yang ndak Liat.."



Zahra malah bertanya kepada kami..


“apa Bener To Mbak, Mas??”


Namun kami hanya Tersenyum mendengar Pertanyaan Zahra tersebut..



Ku lihat Wajah Putihnya berangsur menjadi keMerah-merahan.



Dengan sedikit menunduk Zahra berjalan Ke Arah Dapur.


Sedang kami mulai memperkenalkan diri, dan menjelaskan dengan detail maksud dan tujuan kami datang ke desa ini.



"Saya Jhonathan Mahasiswa Kedokteran ngambil spesialis Dokter Anak pak.." ucapku seraya memberikan salam.



"Jadi maksud dan tujuan kami datang kesini adalah, untuk memberikan, maksud saya membantu pelayanan kesehatan di desa ini.. ini teman-teman seangkatan saya.."



Citra lalu menyambung perkataanku.


"Saya Citra Sama seperti Jhonatan Mahasiswi kedokteran ngambil spesialis Bedah"



"wahhhh calon calon dokter semua toh" ucap pak Kyai Arif

__ADS_1



Belum selesai pak Kyai berbicara, Ricky lantas memotongnya.


"Kalo saya Ricky pak R I C K Y"



Citra nyeletuk dengan spontan.


"Biasa di panggil Hartono pak"



"Dihhhh sirik aja...."


Kami pun tertawa melihat prilaku Ricky dan Citra.



Zahra datang dengan Nampan diatas tangannya, lalu menyuguhkan Teh hangat beserta kudapan yang belakangan ku ketahui namanya, yaitu Jenang.


"monggo mas, mbak, di cicipi"


Zahra duduk disamping pak Kyai tepat dihadapanku, aku hanya tertunduk malu kala itu, sedangkan Zahra dengan santai berbincang dengan Citra dan Ricky.



Setelah cukup lama kami berbincang-bincang, akhirnya Kyai Arif mengantar kami ke tempat istirahat yang beliau janjikan.



“kalau begitu biar saya antar Nak Jhonatan Beserta Teman ke Kobong (sebutan Kamar yang ada di pesantren) dulu, biar bisa Beristirahat …. Perjalanan menuju sini jauh tooooh??” Ucap Kyai Arif.



Sambil bergegas Meninggalkan kediaman Beliau kami Berbincang sambil menuju Kobong yang di sebut oleh Kyai.


Diperjalanan Ricky sedikit melontarkan beberapa pertanyaan kepada Kyai Arif


"Pak kyai maaf ya sebelumnya… kenapa dari tadi yang saya lihat hanya Santri Lelaki saja???, apa tidak ada Santri perempuannya??” tanya Ricky.



Kyai Arif sambil tertawa menjawab pertanyaan Ricky, yang sebenarnya ingin aku tanyakan jugaa.


“Biar Nak Ricky Ndak tergoda…. Heheeee” Canda Kyai Arif.



Ricky dengan sedikit Malu menyanggah Jawaban Kyai Arif.


“secantik apapun Santri disini…. Hati saya hanya untuk Neng Citra Seorang…”

__ADS_1


Citra membuang muka kearah lain dan Kyai Arif hanya Menggeleng-gelengkan Kepalanya tanpa mengucapkan Sepatah katapun.


Setelah beberapa lama akhirnya kami sampai ditempat yang Beliau janjikan...


__ADS_2