ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Skenario Tuhan #8


__ADS_3

*mempertahankan itu lebih sulit daripada ketika kita meraihnya


ungkapan yang benar-benar nyata, ketika kita sudah meraihnya maka akan banyak sekali cobaan dan rintangan yang siap datang menghadang, dan itulah konsekuensi yang harus kita terima.


kalau kita kuat maka kita akan terus melaju ke titik teratas, namun jika tidak, yaaaa harus rela posisi kita di isi oleh orang lain.


"Mas Jhonathan " Zahra menyapaku


senyumnya masih sama, suara lembutnya masih saja menggetarkan hati ini.


*ingat Jo, kamu sudah berkomitmen untuk merelakan Zahra, kamu sudah berusaha untuk ikhlas, selama ini kamu kuat, jangan lagi kamu terjatuh untuk kedua kalinya* gumamku dalam hati


"I... iyaaa Zahra apa kabar?? sedang apa disini??" tanyaku


"Zahra baik, Selamat ya mas atas gelar dokternya, seneng deh akhirnya Mas berhasil, maaf Zahra gak bisa dateng waktu mas Wisuda" jawabnya


"enggak apa-apa sudah lewat juga, Zahra sedang apa disini??"


"nganter Adiknya Mas Ihrom Checkup mas"


"lohhh kok jauh banget dari Jogja kesini??"


"Ibu Zahra"


tiba-tiba Kasir memanggil Zahra


"bentar ya Mas, Zahra beresin pembayarannya dulu"


aku mengangguk, sedangkan Zahra berlalu dari hadapanku, tak lama ia kembali.


"Mas gak lagi sibuk kan??" tanyanya


"kebetulan enggak terlalu, pasien juga lagi sepi"


"kalo gitu Zahra boleh minta waktunya sebentar?"


aku awalnya ingin menolak, aku takut rasa yang sudah ku kubur dalam-dalam akan kembali mencuat ke atas permukaan.


tapi aku sudah terlanjur berkata sedang tidak sibuk, pada akhirnya aku masih saja luluh ketika dihadapkan dalam situasi seperti ini.


"boleh, kalo begitu diluar aja ya"


kami berjalan menuju kursi yang ada di depan Halaman Rumah sakit.


kami terduduk disana.

__ADS_1


"Mira, kenalin ini Dokter Jhonathan, temen Mbak Zahra waktu di kampung, temen mas kamu juga"


anak itu yang ku tahu namanya Mira lantas meraih tanganku dan menempelkannya ke keningnya.


"Dokter bisa sembuhin Mira kan??" tanya anak itu


"bisa dong, nanti Dokter periksa lagi yaaa"


ia mengangguk lalau tersenyum, senyum khas anak kecil.


"Mira main dulu ya tuh di taman ada ayunan, tar kalo Mas kamu udah datang mbak panggil"


"mbak mau kemana??"


"gak kemana-mana sayang, mbak disini kok"


"jangan tinggalin Mira loh mbak" jawabnya lalu bergegas pergi menuju taman Rumah Sakit, kebetulan halaman disini lumayan luas, dan ada fasilitas tempat bermain untuk anak-anak penderita kanker, supaya mereka masih bisa merasakan kehidupan sebagai normalnya anak-anak.


"Mira umur berapa??" tanyaku


"bari lima tahun, tapi asal mas tau, sebenarnya Mira itu bukan Adik kandungnya Mas Ihrom, tapi sejak bayi Ibu dan Bapaknya menitipkan ke Keluarga Mas Ihrom."


"emang Ibu bapaknya kemana??"


"meninggal dalam kecelakaan mobil, dan hanya Mira yang selamat, sebelum meninggal, orangtuanya berwasiat untuk menitipkan Mira ke keluarga Mas Ihrom"


"enggak, kita sekeluarga sepakat untuk tidak memberitahu sampai suatu sata nanti Mira sendiri yang akan faham tentang siapa dirinya."


"kalo begitu kok Zahra bisa sampai sini?? mas shock loh, mas kira tadi itu cuma mirip, ternyata kamu beneran... masih gak percaya loh ternyata Allah se Random itu mempertemukan kita lagi."


"kebetulan Zahra udah tiga bulan ini pindah ke Jakarta, Mas Ihrom dimutasi kerja ke perusahaan yang disini, Mira emang ikut tinggal bareng kita, itung-itung buat pancingan, Mas " tutur Zahra


"ohhh begitu, gimana kabar Kyai Arif? Pa'De Suryo sama warga GunungKidul??"


"Alhamdulillah baik-baik semua mas, Mbak Citra sama Mas Ricky sekarang dimana??"


"Citra ngelanjutin Study nya di Luar Negeri, dan Ricky sekarang praktek di Bandung"


"wahhh Alhamdulillah, tapi jadi pisah semua yaa, Zahra kira bakalan praktek di satu Rumah sakit yang sama"


" mmmm... Ihrom, apa kabar???" tanyaku


sebenarnya aku sedikit kurang nyaman bertanya seperti itu, entah kenapa melihatnya aku selalu merasa bahwa akulah yang seharusnya bersanding bersama Zahra, bukan Ihrom...


tapi ternyata takdir berkata lain.

__ADS_1


"Mas Ihrom Alhamdulillah baik, sebentar lagi juga bakalan ngejemput kita"


"mmmm begitu..."


"mas ingat Ayu??" tanya Zahra


"Ayu.... Ayu santriwati yang sering kamu ajak ke pondok putra??" jawabku memastikan


"iyaaa betul, katanya kalo Zahra ketemu Mas Jhonathan di Jakarta tolong sampaikan Salam dari Ayu, gitu katanya, kebetulan hari ini ketemu, jadi Zahra sampaikan lah amanat ini"


"waaaah, waalaikumsalam"


"dia seneng banget loh mas pas tahu Zahra bakalan pindah kesini, katanya bisa jadi alasan buat pergi ke Jakarta, padahalamah buat nyariin mas Jhonathan"


aku terheran-heran dengan apa yang barusan ku dengar.


"maksud Zahra??"


"Sepertinya Ayu sudah menyimpan rasa ke mas Jhonathan, sejak mas dan kawan-kawan masih pelayanan di kampung, dulu Ayu sempet cerita ke Zahra tentang Mas Jhonathan"


"Ayu bilang apa aja??"


"gak mau kasih tau ahhh, biar anaknya aja yang bilang langsung"


"ternyata kamu gam berubah yaaa, masih aja ngeselin"


kami tertawa bebarengan.


*Ya Allah, perasaan apa lagi ini, aku sudah ikhlas melepas Zahra dengan orang lain, tapi kenapa engkau malah mempertemukan kami kembali.


Ya Allah jika pertemuan kami ini memang hanya untuk memperpanjang tali silaturahmi, maka hikangkanlah perasaan ini, biarkan aku mencari pengganti Zahra, seperti apa yang pernah aku Ucapkan sedari dulu.


*HALO!!! 🖐🏻🖐🏻🖐🏻


TERIMAKASIH YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI ISTIKHARAH CINTA..


JIKA ADA MASUKAN SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTARNYA YA...


JADI KAMU TIM MANA NIH??


TIM JOJO-KINAN


ATAU MASIH INGIN JOJO-ZAHRA MENJADI SATU??


KOMEN DI BAWAH YA..

__ADS_1


TERIMAKASIH 🌻🌻🌻**


__ADS_2