
**tak selamanya yang kita anggap mengecewakan benar-benar mengecewakan, selalu ada pemebelajaran di tiap kekecewaan tersebut.
menangis??? boleh, itu wajar, menangis itu tanda kamu masih punya hati untuk melanjutkan hidupmu.
marah??? yaaa tentu boleh, anggap saja semua amarah yang meluap dari dirimu sebagai semangat untuk membuka lembaran baru yang ada di hadapan.
tak apa bersedih, tapi jangan berlarut, kamu masih harus semangat, ada seseorang di seberang sana yang menunggumu, ia akan menjadi orang pertama yang menyambutmu ketika kapalmu berlabuh.
adakalanya sebagai manusia, kita merasa sendirian, ditinggalkan, terkucilkan.
tapi itu hanya rasa yang muncul ketika kita tidak berusaha membuka kembali hati yang sudah terkunci.
akan ada seseorang yang siap menerimamu kembali.
jaga dirimu baik-baik ya! 😊**
*
"aku akan ikut kamu ke Bandung bertemu Ayah dan Ibu" ucap Kinan
"kamu yakin??" tanyaku
ia mengangguk dan kembali memeluku, aku balas dekapannya dengan erat.
"kalau begitu ayo pulang, hujan juga sudah reda." ajakku sembari melepaskan dekapannya.
"aku antar yaaa" pintanya memohon
"aku pulang ke rumah Ibu." jawabku
"tidak apa, sekalian kenalan.. sudah sangat lama aku ingin bertemu Ibu mu" tutur Kinan
"memangnya kamu tahu Ibu aku gimana?? Galak loh, apalagi kalo liat cewe yang lebih cantik dari dirinya, bisa-bisa kamu habis" ucapku menakut-nakuti.
"ahhhh gak apa-apa, toh aku gak lebih cantik dari ibu, jadi untuk apa takut?"
"benar yaaa??? jangan kabur kalo udah ketemu"
kami berjalan menuju parkiran, terlihat mobil xenia terparkir sendiri dibawah tiang lampu jalanan menuju rumah sakit.
"aku yang bawa ya" pintaku
ia hanya mengangguk lalu menyerahkan kunci mobilnya kepadaku.
di perjalanan kami hanya terdiam, memperhatikan hiruk pikuk kota Jakarta yang mulai terbiasa kami tonton, jalanan mulai ramai dengan para pegawai yang baru pulang dari pekerjaannya.
lampu-lampu jalanan mulai menyala satu-persatu menerangi tiap sudut jalan raya menuju rumah Ibu.
*98,7 fm generasi musik indonesia, halo para pendengar setia gen fm, akhir-akhir ini Jakarta sedang membasuh dirinya sendiri, hujan dimana-mana, tapi untungnya gak banjir ya, apa belum??? jangan deh yaaaa, okk kita puter aja Jawara dari playlist Gen Fm 3 pekan berturut-turut, Sal Priadi ft Nadin Amizah dengan lagu andalannya Amin paling serius, Selamat mendengarkan*
hanya suara penyiar radio yang memecah keheningan kami di dalam mobil, lagu terputar, detik tiap detik terasa sangat lambat.
suara penyanyi pria yang berat dan khas di sanding dengan suara penyanyi wanita yang lembut nan syahdu menjadi pelengkap keheningan kami.
***Aku tau kamu lahir dari
__ADS_1
Cantik utuh cahaya rembulan
Sedang aku dari badai
Marah riuh yang berisik
Juga banyak hal-hal yang sedih
Tapi menurut aku kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang bintang
Menurutku ini juga karena hebatnya badaimu
Juga karena lembutnya tuturmu
'Tuk petualangan ini
Mari kita ketuk pintu yang sama
Membawa amin paling serius
Seluruh dunia
Bayangkan betapa cantik dan lucunya
Gemuruh petir ini
Disanding rintik rintik yang gemas
Dan merayakan
Amin paling serius seluruh dunia
Keras kasar sebuah kerutan
Sedang aku dari pilu
Aman yang ternyata palsu
Juga semua yang terlalu baik
Tapi menurut aku kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang bintang
Menurutku ini juga karena lembutnya sikapmu
Juga sabarmu yang nomor satu
'Tuk petualangan ini
Mari kita ketuk pintu yang sama
Membawa amin paling serius
__ADS_1
Seluruh dunia
Bayangkan betapa cantik dan lucunya
Gemuruh petir ini
Disanding rintik-rintik yang gemas
Dan merayakan
Amin paling serius seluruh dunia
Amin paling serius seluruh dunia**
Lagu habis dan kami tiba di persimpangan jalan, lampu lalu lintas berubah dari kuning ke merah.
*tik... tik..*
gemericik air hujan mulai kembali turun membasahi mobil yang kami tumpangi, aku tekan tombol wiper untuk membersihkan air yang menghalangi pandanganku.
*trak trek trak trek*
kami masih saja terhening.
sampai beberapa detik Kinan besenandung.
"🎶 tuk petualangan ini, mari kita ketuk pintu yang sama, membawa amin paling serius seluruh dunia"
lalu berhenti, aku yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Suara kamu bagus juga ternyata" ucapku memecah keheningan
ia menoleh dan berkata.
"mmmmm???"
"iyaaa barusan kamu bersenandung kan??" tanyaku
"ohhh kedengeran yaa, padahal aku fikir udah paling pelan.."
aku tersenyum lalu mengusap kepalanya dan berkata.
"Meski aku yakin kisah kita tidak akan se sempurna Adam dan Hawa, tapi aku yakin kita lebih beruntung dari mereka"
"maksudmu??" tanyanya terheran-heran
"Adam tidak pernah diberi bilik khusus untuk memilih seperti apa pasangannya kelak, lurus atau keriting rambutnya, bebal atau lembut perasa, tenang atau penuh gemururh, tapi aku bisa leluasa memilih kamu untuk dijadikan pendamping hidupku" tuturku
ia mendekatkan pandangannya kepadaku lalu berkata
"aku juga merasa lebih beruntung dari Hawa karena, Hawa tidak pernah diberi tangan diatas untuk memilih, Seperti apa pasangannya kelak, Seram atau damai marahnya, Kasar atau baik bertutur kata. tapi aku bisa bebas memperhatikan tingkah laku calon pasanganku sebelum aku benar-benar menerimanya, meski kita bukan pertunjukan paling romantis di Tanah Surga, tapi dalam naungan Gusti Yang Agung, aku yakin kita akan Bahagia dan menua bersama sampai bumi enggan untuk berputar lagi"
"Aamiin"
lampu sudah berubah dari merah ke kuning lalu ke hijau.
__ADS_1
aku pacu kembali mobil di atas jalanan yang mulai basah, menembus gemericik air yang sudah menemani kami sedari tadi.