ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Selamat Pagi


__ADS_3

Hidup berdampingan dengan berbagai jenis sifat manusia memang merepotkan, tapi kita tak bisa hidup seorang diri.


tiap manusia menginginkan segala sesuatu yang diharapkannya bisa langsung terwujud, tanpa mau berproses, semuanya ingin instan, padahal menikmati proses dari Nol itulah titik terindahnya.


Setelah banyak berbincang, akhirnya aku memutuskan untuk beranjak ke rumah dan bersiap-siap memulai hari.


sepanjang perjalanan menuju rumah, beberapa orang mulai beraktifitas seperti biasanya.


ada yang sudah berangkat kerja, Siap-siap ke pasar untuk berbelanja, ada juga yang bersiap untuk berjualan.


aku singgah di depan gerobak bapak-bapak tukang Nasi uduk yang biasa aku beli untuk sarapan.


ku lihat si Bapak tengah sibuk membuka tenda.


"Assalamualaikum, baru mau buka ya Pak??" tanyaku


ia menoleh sembari tersenyum.


"iya nih mas, pesan yang seperti biasa??" tanyanya


"iya pak, banyakin bawang gorengnya ya pak.."


"siap Mas, tunggu sebentar ya, ini sedikit lagi beres-beresnya"


"santai aja pak, hari ini saya praktek siang ko"


aku duduk di bangku yang barusaja ditata dengan rapih oleh pedagang.


sambil mengotak-atik handphoneku, ku buka lininasa semua sosial media, scrol sana-sini, buka kanal berita, baca headline yang tengah hangat dibahas akhir-akhir ini dan sesekali menyapa teman, kerabat untuk sekedar berkabar.


tak lama pesananku selesai.


"ini mas, monggo.. Nasi uduk plus tambahan telur rebus dan ekstra bawang goreng"


aku merogoh saku dan mengambil beberapa lembar uang lima ribuan, lalu menyerahkannya.


"terimakasih ya pak, ini uangnya"


ia meraihnya dan berkata


"Alhamdulillah penglaris, penglaris... "


aku tersenyum melihatnya, lalu berpamitan untuk segera pulang ke rumah.

__ADS_1


"Mari pak, Assalamualaikum"


"iyah, iyah, Waalaikumsalam"


sesampainya di rumah, aku segera mengganti baju dan menyiapkan sarapanku sendiri.


"Assalamualaikum" terdengar seseorang mengetuk pintu rumah.


"Waalaikumsalam"


aku beranjak dari meja makan.


kubuka pintu dan terlihat Bu Sumi, beliau yang biasanya menjaga rumah, sembari bersih-bersih ketika aku tidak ada di rumah.


"Pagi Mas, udah sarapan? " tanya beliau


"Baru aja beres Bu, monggo masuk"


"haduh saya telat kalo gitu ya mas, ini saya bawain sarapan padahal"


"waaah makasih bu, gak apa-apa ko, buat ibu aja nanti kalo lapar"


"baiklah kalo gitu mas"


"baik mas, kalo gitu saya kebelakang dulu"


aku mengangguk lalu bergegas untuk berangkat ke rumah sakit.


sebenarnya aku memang praktek siang, tapi aku ingin berjalan-jalan sebentar, menikmati hiruk pikuk kota Jakarta yang sejujurnya sudah membuatku tidak nyaman.


aku sudah membuat rencana untuk mengambil cuti dari praktek, aku ingin menenangkan pikiran, yaaa berlibur untuk beberapa waktu kedepan.


Pantai atau Pedesaan menjadi pilihanku.


Aku duduk di halte Bus untuk sekedar menonton pertunjukan Lalu lintas Jakarya yang selalu membuatku menggeleng-gelengkan kepala.


lalu tiba-tiba.


"Selamat Pagi.."


seseorang menyapaku, aku menoleh ke arahnya.


perempuan muda yang mungkin usianya sekitar 23 tahunan.

__ADS_1


"Selamat Pagi" jawabku


ia tersenyum lalu duduk disampingku.


dengan reflek aku bergeser sedikit agak menjauh darinya, bukan karena takut, tapi ingin memberi ruang lebih untuk Perempuan tersebut, yang kebetulan membawa banyak sekali barang bawaan.


ia menoleh ke arahku yang sedaritadi terfokuskan dengan jalanan di depan.


"Mas nya Dokter ya??" tanyanya sembari menerka-nerka name tag yang kupakai.


"Ia mbak" jawabku


"wahhh Dokter itu Cita-cita Mira loh Mas, adik saya"


"serius?? semoga bisa tercapai ya" ujarku sembari tersenyum ke arahnya, lalu melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya.


"mbaknya sendiri mau kemana? barang bawaannya banyak sekali" tanyaku


"ohhhh ini mainan sama beberapa baju buat anak-anak panti"


"Wah seru ya, bisa ketemu banyak anak kecil" ucapku


" iya mas, kebetulan saya hari ini libur kuliah, jadi mau main-main sebentar"


"ohhh mbaknya masih kuliah toh... "


"hehe muka saya terlihat tua ya mas??"


"emmmm enggak, bukan gitu maksud saya"


"enggak apa-apa kali mas, santai aja.. ngomong-ngomong mas nya praktek di rumah sakit mana?"


"daerah Fatmawati, Rumah sakit Kanker"


"hmmmm begitu, saya duluan ya mas, Bus saya sudah datang"


"Silahkan, salam buat anak-anak panti ya mba"


"okkk, lain kali main lah ke Panti mas, pasti anak-anak bakalan seneng, kebetulan mereka juga banyak yang bercita-cita jadi Dokter"


"InsyaAlloh akan saya usahakan"


perempuan tersebut tersenyum lalu segera naik ke Bus yang sudah berada di pemberhentian, aku memperhatikannya, sampai Bus berlalu dari hadapanku.

__ADS_1


__ADS_2