ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Hampir Selesai


__ADS_3

Ku sibakan selimut yang masih saja berada diatas tubuhku, kulihat kanan, kiri, tak ada seorangpun bersamaku, ku tatap langit-langit ruangan itu sambil bergumam dalam hati "Hampir selesai..."


ku bergegas beranjak dari tempat tidur dan kulihat jam masih menunjukan pukul 5:32 pagi.


Pagi itu langit agak sedikit mendung, setelah selesai mandi aku lantas bersiap-siap untuk memulai kegiatan.


selang beberapa waktu Ricky bersama beberapa santri datang ke Kobong.


"wihhh sudah gaya aja lu jo" ucap Ricky


aku hanya menyunggingkan senyuman lantas berkata.


"Yuk Ky gw tunggu di depan ya"


"siap pak bos.."


aku berlalu meninggalkan kobong lalu berjalan keluar menuju halaman depan Pondok, ku duduk di bangku kayu yang biasa kami pakai untuk berdiskusi.


ku sapukan mataku ke setiap sudut pondok, aku ingat kembali ketika pertama kali aku menginjakan kaki di tempat ini, rasanya benar-benar tak bisa di percaya.


suasana yang Tentram, perhatian yang aku dambakan selama ini, pada akhirnya aku dapatkan ditempat ini.


"Assalamualaikum..."


ku menoleh dan ternyata Kyai Arif tengah berdiri di belakangku, aku menghampirinya lalu membalas salam beliau.


"Waalaikumsalam... Selamat Pagi Pak Kyai"


beliau tersenyum lalu menjawab perkataanku.


"Selamat Pagi nak Jhonathan, sudah mau berangkat ke Klinik ya??" tanya nya


"iya Pak, lagi nunggu Ricky"


beliau duduk di sampingku lantas bercerita.


"gimana selama tinggal disini?? maaf yo kalo semisal semisal ada santri yang bikin kesel dek Jhonathan dan teman yang lainnya"


"ahhh gak ada Pak Kyai, semua anak pondok bener-bener membuat saya betah berlama-lama disini, malah seharusnya saya yang minta maaf udah banyak ngerepotin Pak Kyai sama yang lainnya."


"nanti jangan sungkan ya kalo mau main ke Pondok sini, InsyaAlloh pondok selalu terbuka buat kalian"


"siap Pak Kyai, terimakasih"


tak lama Ricky datang menghampiri kami.


"Assalamualaikum, selamat Pagi Pak Kyai, waaaah pasti lagi ngomongin saya ya, pantesan perasaan saya gak enak" canda Ricky sembari meraih tangan Pak Kyai


"dih GR lu ky" ucapku sembari menepuk lengannya


Kyai Arif hanya tersenyum sembari mengangguk-anggukan kepalanya.

__ADS_1


"kalo begitu kami pamit ya Pak Kyai, masih ada yang harus di bereskan sebelum acara dimulai" ucap Ricky


"nggih monggo, hati-hati yo, semoga lancar acaranya"


kami berlalu meninggalkan Kyai Arif, dan berjalan menuju Aula tempat acara Sunatan Masal di selenggarakan.


Sesampainya disana kami langsung bersiap-siap untuk memulai acara.


tak di sangka ternyata antusias warga sangatlah diluar dugaan, bahkan tak sedikit warga kampung sebelah yang ikut memeriahkan acara ini.


waktu ke waktu kami bergiliran untuk bertugas, dibantu beberapa Mantri Sunat yang memang kami datangkan langsung dari Kota.


Tak terasa Acara sudah menginjak di sesi terakhir, kami mempersilahkan warga untuk kembali ke Rumah masing-masing sembari memberikan beberapa bingkisan untuk anak-anak yang baru saja di Sunat.


Setelah warga mulai meninggalkan tempat acara, tiba-tiba citra berteriak..


“alhamdulillah akhirnya berjalan dengan lancar....” ucap citra


“alhamdulillah.....” serentak kami berucap demikian.


Zahra datang sambil bercakap


“untuk merayakan kerja keras semuanya, ini zahra buatin wedang jahe resep dari mas jhonatan....”.


“waaaaahhhh pas banget nih, ujan-ujan minum wedang jahe buatan neng cantik... heheh.... bener gak jo....???” sentil ricky.


Aku hanya tersenyum dan mengambil salah satu gelas yang ada.


Ketika kami sedang asik berbincang , tiba-tiba...


“waalaikumsalam” jawab kami


Terlihat ihrom datang dengan senyum yang menggantung di wajahnya.


“selamat yaaaa acaranya berjalan dengan lancar” ucap ihrom sambil menyalami kami satu-persatu.


“sipppp matur nuwon.... heheh” jawab Ricky.


“cieeee mas Ricky udah bisa bahasa Jawa toh” seru zahra.


“hahahah sitik sitik lah” canda ricky


“emang lu ngarti ky??” ucap Citra


“kagaaaaaa..... hahahahahah” jawab ricky


kami semua tertawa Mendengar perkataan ricky.


“kalau begitu saya pinjam zahranya boleh...” tanya ihrom


“soalnya saya disuruh kyai untuk menjemput zahra pulang ke pondok” lanjut ihrom.

__ADS_1


Ricky menatapku dan aku mengiyakan apa kata ihrom.


“i.... iyaa silahkan, hati-hati.” Ucapku.


“kalo begitu ayo zahra” ajak ihrom


Zahra menatapku lalu menunduk dan berkata “Assalamualaikum”.


Diikuti ihrom dibelakangnya “assalamualaikum”.


Aku melamun menatap mereka bedua, Mereka yang berjalan berdampingan namun terlihat zahra masih menunduk.


“udahhhhh woyyyyy..... “ tepuk citra , lalu meneruskannya


“ayoooo beresin dulu ini semua”.


Ricky menarikku “ayooooooooooo”


Kami semua mebereskan semua peralatan yang telah kami gunakan, dibantu dengan beberapa warga dan Pa’De suryo.


Setelah selesai kami bergegas untuk kembali ke pondok


“kalau gitu mari kita pulang ” ucapku


“njehhhh mas.... haha” jawab citra


“lahhhh wis podo ngerti ngomong jowo to” seru pade suryo.


“belajar Pa’de.....”jawab Citra


“nahhhh tinggal De jhonatan nih yang belum kedengeran ngomong jowo” ucap pade


“ntar nyusul Pade, tenang aja.... pokonya nanti tahu-tahu ngomong jawa nya langsung cas cis cus dahhhhh “ jawabku


“halahhhh paling Cuma, aku tresno sliramu, itu aja mentok” ledek Ricky


“itumah Lo HARTONO” imbas Citra


“hahah bener tuh Cit”


“sudah sudah.... ini kapan pulangnya kalo bicara terus, ayooooo”


Pade berjalan terlebih dahulu di ikuti kami di belakang.


Kami berjalan sambil bercanda, sepanjang jalan banyak warga yang menyapa kami semua, rasanya seperti berada di rumah sendiri.


Sesampainya di pondok kami lantas menuju kamar masing-masing, tapi sebelum aku masuk kamar, aku melihat zahra berlari menuju bukit.


Aku mencoba mengejarnya dan berniat untuk memastikan kadaannya.


Dari kejauhan aku melihat zahra sedang menunduk sambil sesekali menyeka air mata, entah kenapa tapi aku memberanikan diri untuk mendekat...

__ADS_1


“zahraaaa”


Tapi zahra hanya terdiam.


__ADS_2